Kasih Sayang Seorang Ibu kepada Anaknya Memang tanpa Batas

Endah Wijayanti diperbarui 28 Jul 2020, 07:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Tsurayya Maulida

Di masa pandemi ini susah sekali untuk mencari uang. Sedangkan aku lagi berproses untuk memulai usaha kelontong. Ada dua malaikat yang tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk membantu saya, yaitu ibu dan bapak saya sendiri. Padahal mereka juga lagi kesusahan dalam keuangan. 

Ibu tidak lagi berjualan di kantin karena pandemi ini sekolah diliburkan total kurang lebih selama 4 bulan ini. Ibu saya tidak ada pemasukan. Bapak saya pun harus dipulangkan dari pekerjaannya di kota. Dalam keadaan sama-sama susahnya mencari uang, ibu saya sangat memikirkan keadaan saya.

Demi kelancaran usaha saya, ibu saya meminjam uang di bank sejumlah Rp50 juta. Saya membayangkannya saja tidak mampu. Tapi tidak dengan ibu saya. Dia berani ambil risiko walaupun uangnya bukan untuk dia, melainkan untuk saya. Padahal saya masih sering durhaka, selalu melawan bila dinasihati. Maafkan aku, Ibu.

2 dari 2 halaman

Tulusnya Kasih Sayang Ibu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dragon+Images

Dari sini saya sadar. Betapa tulusnya kasih sayang seorang ibu. Walaupun saya sudah sering kali menyakiti hatinya dari sini, mulai saat ini saya mencoba berperilaku sesopan mungkin dan setulus mungkin. Saya berupaya untuk seikhlas mungkin membantu bila mana ibu saya meminta pertolongan.

Semoga saya dan suami di beri kelancaran rezeki agar kami bisa membantu melunasi utang bank yang jumlahnya Rp50 juta. Amin.

#ChangeMaker