4 Cara agar Anak Mau Makan Sayur tanpa Drama

Endah Wijayanti diperbarui 05 Agu 2020, 12:46 WIB

Fimela.com, Jakarta Anak bisa sangat pemilih soal makanan, khususnya sayur. Ketika baru pertama kali diperkenalkan dengan jenis sayuran baru, tak jarang anak akan menolak. Bahkan anak langsung menunjukkan rasa tidak sukanya pada sayur yang baru disajikan di hadapannya.

Memperkenalkan sayuran dan membuat anak doyan makan sayur bisa diwarnai drama tersendiri. Mulai dari teriakan, tangisan, hingga berbagai omelan yang mungkin keluar dari mulut ibu karena kesal menghadapi si kecil. Tanpa paksaan, ada beberapa cara yang bisa dicoba agar anak mau makan sayur.

1. Sajikan dalam Porsi Kecil

Kadang anak tak mau mencoba makan sayur karena sudah merasa tertekan atau stres duluan. Di sini, orangtua bisa menyiasati dengan menyajikannya dalam porsi kecil atau porsi sedikit lebih dahulu. Saat memberinya sayuran, beri tahu dan perkenalkan juga nama sayuran dan manfaat yang bisa didapat saat mengonsumsinya. Jangan langsung marah atau menuntut anak langsung menyukai jenis sayuran tersebut pada percobaan pertama.

2. Sajikan dalam Bentuk Olahan Berbeda

Bila anak tak menyukai sayuran pada percobaan pertama, tawarkan kembali pada kesempatan berikutnya. Mengutip laman kellyjonesnutrition.com, salah satu cara agar anak mau makan sayur adalah dengan terus menawarinya. Orangtua memang perlu bersabar menghadapi anak yang mungkin melempar atau memuntahkan sayuran yang diberikan. Kenalkan secara berkala jenis sayuran tersebut. Buat olahan yang berbeda agar anak bisa mengeksplorasi rasa dan mendapatkan sajian yang memang sesuai dengan seleranya. Misalnya, bila anak tak suka dengan brokoli yang direbus, bisa coba tumis dengan tambahan bumbu yang lebih gurih untuk menstimulasi indera pengecapnya.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Ajak Anak Menyiapkan Masakan Bersama

Ilustrasi. | pexels.com/@gustavo-fring

Saat anak terlibat dalam proses menyiapkan atau memasak makanan, maka anak akan merasa memiliki perasaan tanggung jawab. Dia merasa terlibat sehingga akan mengikuti prosesnya dari awal hingga akhir. Ketika sudah dilibatkan dalam proses memasak, anak pun akan merasa tak sabara untuk memakannya sendiri. Bisa dimulai dengan cara sederhana, seperti memotong sayuran untuk dimasak atau sekadar menambahkan saus ke sayuran yang baru selesai direbus atau dimasak.

4. Ajak Anak Berbelanja

Aktivitas berbelanja selalu menyenangkan. Anak pun pasti akan merasa sangat bersemangat ketika diajak berbelanja. Pergi ke swalayan untuk membeli sayuran segar bisa sekaligus jadi ajang untuk memperkenalkan anak dengan berbagai jenis sayuran yang menyehatkan. Pancing rasa penasaran anak dengan membuatnya tertarik pada jenis sayur mayur baru.

Apabila anak termasuk sangat pemilih dalam soal makanan, orangtua perlu ekstra bersabar dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tak perlu terlalu buru-buru atau memaksakan anak dalam percobaan-percobaan mengenalkan sayuran baru kepadanya.

#ChangeMaker