Tayang di Indonesia, Ini Sinopsis Film Waiting for the Barbarians

Rivan Yuristiawan diperbarui 09 Agu 2020, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Aktor Johnny Depp dan Robert Pattinson bermain dalam sebuah film berjudul Waiting for the Barbarians. Ini merupakan kali pertama keduanya beradu akting. Dan, Indonesia mendapat kesempatan untuk bisa langsung menyaksikan kolaborasi dari dua bintang kenamaan Hollywood itu.

Ya, film Waiting for the Barbarians dirilis secara serentak di seluruh dunia mulai tanggal 7 Agustus 2020 kemarin. Dan, masyarakat Indonesia mendapat kesempatan untuk bisa langsung menikmati film tersebut lantaran ditayangkan secara eksklusif di Mola TV di hari yang sama saat perilisannya.

Waiting for the Barbarians sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis JM Coetzee, peraih penghargaan Nobel Sastra pada 2003. Selain Johnny Depp dan Robert Pattinson, Waiting for the Barbarians juga dibintangi oleh sederet nama seperti Mark Rylance, Greta Scacchi, Gana Bayarsaikhan, David Dencik, Harry Melling hingga Bill Milner.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Jalan Cerita

Film Waiting for the Barbarians (Istimewa)

Di film tersebut, Johnny Depp berperan sebagai polisi kejam yang bertugas menyelesaikan pemberontakan dengan cara-cara keras. Dalam tugasnya, ia ditemani Robert Pattinson, yang berperan sebagai polisi junior.

Secara garis besar, Waiting for the Barbarians adalah film bergenre drama. Menceritakan tentang seorang hakim yang bekerja di pos terjauh, yang mulai mempertanyakan kesetiaannya pada kaisar. Hakim itu mempertanyakan kesetiaannya sejak para petugas keamanan negara yang dipimpin Johnny Depp datang.

Seorang hakim pemerintah kolonial (Mark Rylance) bertugas mengawasi penduduk. Semula, ia sama sekali tidak merasa kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Namun, semenjak kedatangan petugas keamanan negara yang dipimpin oleh Johnny Depp, ia merasa terganggu dan mulai bersiasat.

3 dari 4 halaman

Orang Belakang Layar

Film Waiting for the Barbarians (Istimewa)

Waiting for the Barbarians sendiri mengambil wilayah Maroko sebagai lokasi syuting. Dengan kontur geografisnya, film tersebut tak hanya menawarkan cerita yang menarik, tapi juga gambaran visual yang memukau mata.

Hal itu tak terlepas dari keterlibatan Chris Menges, salah seorang sinematografer yang pernah meraih piala Oscar. Di samping itu, film berdurasi 102 menit itu ditukangi oleh sutradara asal Columbia, Ciro Guerra yang filmnya pernah mendapatkan nominasi Academy Award kategori Best Foreign Language Film.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut