5 Tips Membangun Konsentrasi Anak tanpa Membuatnya Tertekan

Endah Wijayanti diperbarui 09 Sep 2020, 15:50 WIB

Fimela.com, Jakarta Memiliki konsentrasi yang baik sangat membantu anak dalam memelajari hal-hal baru. Anak dengan daya konsentrasi yang baik bisa lebih optimal dalam meningkatkan sejumlah keterampilan dan memelajari berbagai hal penting. Di sini orangtua punya peran penting untuk membangun daya konsentrasinya dengan baik.

Konsentrasi bukan sekadar menjadi sibuk, melainkan ini melibatkan semua indera. Seperti yang dipaparkan dalam buku The Montessori Toddler, untuk membantu balita membangun konsentrasi mereka, kita bisa memulai dengan  mengamati mereka untuk melihat apa yang menarik bagi mereka dan apa yang ingin mereka kuasai. Lalu, kita bisa memberi mereka waktu, kesempatan, dan lingkungan yang sudah disiapkan serta membiarkan mereka mengulang aktivitas yang membuat mereka bisa memperdalam konsentrasi mereka. Berikut ini lima tips yang bisa dicoba untuk membangun konsentrasi anak. Langsung saja kita simak di sini, ya.

1. Jangan Menyela

Sebaiknya tidak terlalu banyak menyela anak saat ia sedang melakukan sesuatu. Percayalah kepada anak. Tetap dia saat anak mengerjakan sesuatu. Kita baru bisa memberi respons atau menyela saat anak melihat ke arah kita. 

2. Perhatikan yang Diulang Anak

Aktivitas pengulangan menunjukkan ketertarikan anak. Saat anak mengulang-ulang sebuah kegiatan, seperti mengambil benda keluar dan masuk keranjang, biarkan ia mengulanginya. Sediakan kesemaptan yang sama dengan menambah tingkat kesulitannya.

3. Sediakan Lebih Sedikit Kegiatan

Anak akan lebih mudah memusatkan perhatian saat ada lebih sedikit aktivitas yang tersedia. Semua aktivitas yang terlalu mudah atau terlalu sulit bisa dimasukkan ke kotak penyimpanan dan dipajang bergantian di rak lain waktu.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

4. Bantu Seperlunya Saja

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Jika kita mengamati anak mengalami kesulitan, coba untuk menunggu terlebih dahulu untuk melihat apakah anak bisa mengatasinya sendiri. Saat anak tampak menyerah, baru kita bisa turun tangan untuk memberi sedikit bantuan. Setelah itu, kita mundur lagi untuk melihat bagaimana kelanjutannya. Tak perlu terlalu sering memberi bantuan. Beri anak kesempatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.

5. Buatlah Area Kerja

Coba sedikan semacam karpet, tikar, atau meja kecil untuk anak. Memberi ruang atau area khusus ini bisa membantu anak memusatkan perhatian pada aktivitas yang telah ia pilih. Anak bisa lebih mudah berkonsentrasi saat memiliki areanya sendiri.

Semua butuh proses dan waktu sendiri dalam membantu anak meningkatkan konsentrasinya. Semoga info dan tips-tips di atas bermanfaat, ya.

#ChangeMaker