Berani Berubah: Aksi Nyata Nadia Soekarno Bangkitkan Ekonomi Kreatif Indonesia di Tengah Pandemi

Vinsensia Dianawanti diperbarui 05 Okt 2020, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Pandemi virus corona sangat berdampak bagi para pegiat usaha UMKM dan industri ekonomi kreatif. Banyak UMKM yang mengalami penurunan pendapatan dan tidak sedikit yang akhirnya harus gulung tikar. Meski demikian, industri ekonomi kreatif juga bertumbuh dengan memanfaatkan kebutuhan yang muncul selama pandemi.

Banyak orang yang mulai beralih ke bisnis kuliner di masa pandemi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jenis makanan dan minumannya pun beragam. Hal ini membuat Nadia Soekarno yang kini bekerja sebagai Tenaga Ahli bidang Media Sosial dan Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk turut andil mengembangkan bisnis kuliner yang juga masuk ke dalam ranah ekonomi kreatif.

"Banyak dari mereka yang berpindah haluan untuk mencari tambahan lainnya di bidang kuliner. Aku ingin jadi orang yang berperan dalam membuat kehidupan mereka yang lebih baik," ungkap Nadia Soekarno saat dihubungi melalui telefon.

Tidak bergerak atas nama Kemenparekraf, Nadia Soekarno melakukan sebuah aksi nyata untuk membantu bisnis kuliner semakin berkembang. Sebelum mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai reporter di sebuah stasiun televisi, telah lebih dulu Nadia Soekarno memulai Aksi Nyata-nya dengan menjual ketoprak.

 

2 dari 4 halaman

Dimulai dari Ketoprak

Dengan nama Ketoprak Jack-D, ia membantu seorang pedagang ketoprak bernama Bang Jack yang sepi pembeli akibat pandemi. Setiap hari Nadia membuka preorder di media sosialnya dan hasilnya banyak pelanggan yang tertarik. Dagangan ketoprak Jack-D selalu sold out setiap kali preroder.

"Apa salahnya aku bantu mereka dengan apa yang kamu punya. Followers aku tidak sampai jutaan tapi dengan marketing yang baik bisa membantu mereka. Yang awalnya tidak punya gerobak, sekarang jadi punya gerobak sendiri," cerita Nadia Soekarno.

Keberhasilan Nadia Soekarno membantu bang Jack menginspirasinya untuk melakukan hal sama bagi pegiat bisnis lain. Nadia membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis kuliner dan fashion lokal untuk dipromosikan di instagram pribadinya. Tanpa meminta bayaran, Nadia hanya meminta produk dikirimkan ke kantor dan akan diulas secara jujur.

Sebelum diulas dan dipromosikan, terlebih dulu Nadia akan memilih dan memilah bisnis mana yang memang benar-benar membutuhkan dukungan lebih. Baik melalui proposal yang dikirimkan maupun akun instagram bisnis itu sendiri. Nadia tidak ingin bahwa dirinya dilihat sebagai figur publik yang asal terima barang tanpa tahu kualitasnya. Sehingga apa yang ia katakan dalam ulasannya bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

 

3 dari 4 halaman

Promosi UMKM lewat media sosial

Simak kisah Nadia Soekarno yang mendorong ekonomi kreatif di tengah pandemi (Foto: Instagram/nadiasoekarno)

Nadia memiliki caranya sendiri dalam mengulas produk yang dikirimkan kepadanya. Tidak mengulas semua produk sekaligus melainkan hanya dua atau tiga produk dalam satu hari. Sehingga masyarakat bisa menyimak ulasannya dengan baik.

Ia menyadari bahwa bekerja di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bukan peluang yang bisa didapatkan semua orang. Sehingga apa yang ia lakukan saat ini murni karena dirinya sendiri sembari melihat peluang untuk bisa dijadikan program Kemenparekraf.

Nadia sendiri menginginkan suatu saat ini apa yang ia lakukan bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa. Termasuk menjadi salah satu kebijakan yang dibuat untuk Kemenparekraf untuk mendorong industri kreatif. Jika memiliki kesempatan itu, Nadia tidak hanya ingin sekadar membantu.

"Bukan ranah aku sebenarnya. Apa yang bisa aku kasih tahu akan aku kasih tahu. Aku punya banyak teman dari beragam latar belakang dan mereka suka kasih masukan. Kalau memang itu menjadi masukan yang positif, akan disampaikan. Aku cari tahu apa yang sebenarnya orang inginkan lalu disampaikan," kata Nadia Soekarno.

Jika Aksi Nyata ini bisa menjadi salah satu program Kemenparekraf, Nadia berharap bisa menjadi program jangka panjang. Tidak hanya sekadar membantu secara finansial dengan memberikan modal, melainkan juga dilakukan pendampingan. Pendampingan ini memastikan UMKM bisa meningkatkan pendapatan mereka secara keseluruhan sebelum dilepas menjadi bisnis yang mandiri.

4 dari 4 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker