3 Aktivitas di Rumah Bisa Sebabkan Keputihan dan Cara Mengatasinya

Novi Nadya diperbarui 09 Nov 2020, 09:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Keputihan menjadi masalah kesehatan pada area kewanitaan yang paling sering dialami para perempuan, tak terkecuali di masa pandemi. Peningkatan waktu dan aktivitas di rumah aja selama pandemi juga ternyata bisa menyebabkan keputihan.

Aesthetic Gynaecologist dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG mengemukakan beberapa penyebab keputihan karena kelalaian dan kemalasan perempuan saat di rumah. Di antaranya setelah aktivitas olahraga langsung melakukan work from home tanpa ganti baju dan celana dalam.

"Atau selama di rumah, banyak perempuan yang juga jarang ganti celana dalam karena merasa tidak berkeringat. Dan aktivitas makan berlebih namun kurang aktif bergerak dan mengalami kenaikan berat badan selama pandemi," beber dr. Dinda Derdameisya di acara peluncuran virtual Andalan Fresh Intimate Wipes, pekan lalu.

Sebagai info, American Journal of Osbtretics & Gynecology tahun 2019 menyebutkan perempuan yang tidak aktif bergerak dan punya Body Mass Index (BMI) tinggi berpeluang terkenal Bacterial Vaginonis (BV) 30,4 persen lebih tinggi daripada perempuan dengan BMI yang rendah.

Selain ketiga aktivitas tersebut, stres juga bisa memicu permasalahan pada area kewanitaa. Sebuah jurnal dari National Library of Medicine tahun 2020 menyebutkan stres meningkatkan peluang terhadap infeksi jamur candida pada vagina yang berulang atau biasa disebut Recurrent Vulvovaginal Candidiasis yang juga mempengaruhi kualitas kesehatan seksual dan perempuan.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Inovasi Andalan Fresh Intimate Wipes

Andalan Fresh Intimate Wipes

Salah satu praktik yang sering dan banyak dilakukan perempuan di Indonesia untuk menjaga kebersihan area kewanitaan adalah menggunakan handuk, tisu toilet, dan bahkan beberapa tidak mengeringkan terlebih dahulu dan langsung memakai celana dalam. Hal tersebut justru memicu semakin parahnya kondisi kebersihan area kewanitaan.

Sebab jika tidak dibersihkan dengan benar, banyak bakteri yang akan menempel dan memperparah kondisi kesehatan vagina. Sementara memakai tisu kering juga tidak menjamin membersihkan kesehatan area kewanitaan secara maksimal karena bahan tipis dan sering menempel di area vulva, serta penggunaan handuk kering juga belum tentu bersih apalagi digunakan tanpa dijemur. 

"Menjawab kebutuhan tersebut, kami meluncurkan Andalan Feminine Care Intimate Wash di tahun 2019 lalu. Tahun ini Andalan Feminine Care kembali berinovasi dengan meluncurkan Andalan Fresh Intimate Wipes, tisu pembersih kewanitaan yang praktis untuk menjaga kebersihan dan menyegarkan area kewanitaan kapanpun dan dimanapun," sambung Group Product Manager DKT Indonesia Cut Vellayati. 

Dirancang dan disesuaikan dengan pH alami vagina, tisu basah ini memiliki kandungan lactic acid dan lactoserum yang alami menjaga keutuhan flora vagina, mencegah infeksi, dan iritasi untuk kegunaan sehari-hari. Serta dilengkapi dengan ekstrak aloe vera, ekstrak sirih, dan ekstrak chamomile dan peppermint yang masing-masing berfungsi melembapkan dan menjaga kesehatan area kewanitaan, mencegah keputihan, dan mencegah iritasi.

"Produk ini juga telah melalui uji dermatologis serta bebas alkohol dan paraben. Tisu ini juga tidak mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam vagina," tutup  Cut Vellayati.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut

#ChangeMaker