Update Corona 16 November 2020: Kenapa Pembuatan Vaksin COVID-19 Sangat Cepat?

Karla Farhana diperbarui 16 Nov 2020, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Pembuatan vaksin Corona termasuk sangat cepat. Padahal, biasanya vaksin wabah sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama, 5-10 tahun hingga akhirnya vaksin tersebut bisa diproduksi masal. Sementara, vaksin Corona membutuhkan waktu kurang dari setahun. 

Ternyata, hal ini disebabkan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr. dr Cissy Kartasasmita, Sp. A (K), M. Sc, pada masa pandemi sebelum-sebelumnya, para peneliti belum menemukan teknologinya, sehingga mereka membutuhkan waktu yang sangat lama. 

“Mereka (peneliti vaksin) waktu itu belum mengetahui teknologinya, sekarang teknologi sudah maju, kemampuan sudah maju, biaya juga ada sehingga semua bisa dilakukan paralel,” ujarnya seperti dikutipdari Liputan6. 

Selain itu, infrastruktur yang sudah maju. Sehingga, jika vaksin tidak berhasil, para peneliti dapat mmepelajari data yang sudah tersusun dan mengkaji ulang penelitian mereka untuk melakukan perbaikan. 

Proses pembuatan vaksin tidak dilakukan sembarangan. Ada prosedur pengujian dan tata cara yang harus dilalui. Mulai dari proses cek kemanan praklinik. Sebelum diuji pada manusia, vaksin diujikan pada hewan dan dilihat keamanan dan kefektifannya. 

Jika berhasil, baru vaksin memasuki uji klinik yang dilakukan dalam 4 fase dan melibatkan banyak relawan yang akan disuntikkan vaksin tersebut. Jika aman, Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) akan mengeluarkan izin pemakaian vaksin tersebut. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Update Corona

Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Liputan6 melaporkan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan terdapat 3.535 kasus baru Corona di Indonesia. Sehingga, jumlah seluruhnya menjadi 470.648 orang. Sementara, jumlah pasien sembuh dari Corona bertambah 3.452 orang, sehingga terdapat total 395.443 pasien yang dinyatakan sembuh. 

Sementara itu, terdapay 85 orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus ini. Sehingga, jumlah korban meninggal menjadi 15.296 jiwa. Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB, Minggu, 15 November 2020 hingga hari ini pukul 12.00 WIB. 

#ChangeMaker

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut