Kubatalkan Niat Bunuh Diri saat Wajah Ibu Terlintas di Benakku

Endah Wijayanti diperbarui 19 Nov 2020, 15:41 WIB

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: D

Seketika ibuku terdiam ketika mengetahui aku sedang mengandung.

Aku bukanlah anak yang senang bergaul dengan sembarang orang, tapi karena salah pergaulan seluruh hidupku hancur seketika. Ini menjadi pelajaran untukku, sangat menjadi pelajaran berharga.

Jangan pernah berani mendekati seks bebas meskipun hanya satu kali karena akibatnya akan sangat fatal. Bagaimana tidak? Sempat terlintas dalam pikiranku untuk mengakhiri hidup dengan melompat dari atas jembatan. Namun, niat itu kuurungkan karena wajah ibuku terlintas.

Dia menangis setiap malam akibat perbuatan memalukan yang telah aku lakukan itu. Namun, tidak ada kemarahan yang kulihat selain ibu berdoa kepada Allah sambil menangis, “Ya Allah dia adalah anakku. Atas apa yang telah dia lakukan, akulah yang salah karena telah gagal menjadi seorang ibu. Kalaupun dia harus dihukum atas dosanya biarlah aku yang dihukum.”

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Kehamilanku dan Kelahiran Anakku

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dasit123

Tidak hanya menerima lelaki itu sebagai suamiku, ibuku merawat anakku dan juga aku. Sama sekali tidak mengusirku, sampai detik aku melahirkan.

Aku merasakan bagaimana menjadi seorang ibu, bertaruh nyawa untuk anakku. Ikhlas menerima takdir hidup atau mati, detik demi detik kurasakan sakitnya bagaimana pembukaan. Dan bagaimana rasanya melahirkan. Sangat sakit tapi ketika anakku lahir, rasa sakit itu hilang menjadi rasa bahagia. Inikah yang ibuku rasakan ketika pertama kali melihatku terlahir ke dunia?

Ibu, adalah rumahku untuk pulang. Rumah yang siap menerima baik buruku.

Rumah yang selalu ada untuku, tidak peduli bagaimana aku menyakitinya baginya aku adalah dunianya. Sampai saat ini aku masih berusaha untuk membahagiakannya mewujudkan semua mimpinya satu satu dengan hasil kerja kerasku. Meski sampai kapan pun jasanya takkan mampu aku balas. Setidaknya surgaku bisa merasakan kembali apa itu bahagia.

Makasih Ma, untuk semuanya. Untuk apa yang sudah Mama kasih buat Teteh semoga Allah ganti semua kebaikan itu dengan umur yang panjang dan surga untuk mamah. Amin.

#ChangeMaker