5 Kisah Inspiratif tentang Perempuan, Kemandirian, dan Bertumpu di Atas Kaki Sendiri

Endah Wijayanti diperbarui 20 Jan 2021, 10:35 WIB

Fimela.com, Jakarta Tidak selamanya kita bisa bergantung pada orang lain. Tidak setiap saat kita bisa selalu mengandalkan bantuan orang lain. Ada kalanya kita perlu mengatasi sesuatu seorang diri. Oleh karena itu, menjadi perempuan yang mandiri dan bisa bertumpu di atas kakinya sendiri sangatlah penting.

Kita memang tak selalu kuat dan mampu mengatasi setiap masalah dengan baik. Namun, setidaknya dengan memiliki kemandirian dan kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri, kita bisa memiliki  kekuatan untuk mengupayakan yang terbaik di setiap keadaan sulit. Berikut ini beberapa kisah tentang perempuan, kemandirian, dan bertumpu di atas kaki sendiri. Semoga bisa menginspirasi kita semua.

1. Ibu Menjadi Panutan tentang Menjadi Perempuan yang Financially Independent

"Aku dilahirkan sebagai anak ketiga dari tujuh saudara yang semuanya adalah perempuan. Ibuku bukan orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dibandingkan almarhum ayahanda, tetapi kalau soal visi ke depan yang berhubungan dengan masa depan anak-anaknya ibu adalah masternya. Setiap tindakan dan keputusan yang kami ambil ada pengaruh ibu yang mendominasi, bukan pengaruh ayah."

Selengkapnya: Mandiri Secara Finansial Membuat Seorang Perempuan Lebih Tangguh

2 dari 5 halaman

2. Menjadi Mandiri, Menjadi Lebih Mudah Ringankan Masalah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/unge255_stock

"Suatu kali, suamiku tidak mempunyai pekerjaan karena habis kontrak dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Dapur harus tetap ngebul, tagihan listrik, PAM, dan kulkas masih harus diisi, tak peduli sang tulang punggung bekerja atau tidak. Kuulurkan tanganku sebagai seorang istri, yang adalah penolong bagi kaum laki-laki, menopang semua kebutuhan keluarga tatkala sang tulang punggung sedang mencari pekerjaan.

Pagi aku sudah harus berangkat ke kantor dengan menaiki motor dan sore pulang kembali ke rumah berubah peran menjadi seorang istri. Di situ aku menyadari nasihat ibu bahwa seorang wanita harus bekerja dan bisa naik motor sangatlah berguna agar membuatku tetap bertahan di kehidupan yang terkadang tak seindah bayangan kita."

Selengkapnya: Supaya Tak Bergantung Terus pada Suami, Bekerjalah dan Miliki Penghasilan Sendiri

3 dari 5 halaman

3. Pesan Ibu agar Tidak Diremehkan dengan Masalah Materi

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

"Beberapa tahun kemudian setelah menikah, rumah tangga ibu yang berarti juga keluarga kecil kami menghadapi cobaan sehingga menyebabkan ibu harus kembali lagi bekerja untuk membiayai anaknya karena statusnya yang sekarang seorang single parent.

Tapi ibu jarang sekali mengeluh, ibu jarang menunjukkan mengenai bagaimana letihnya beliau sehabis bekerja. Karena berbagai macam kejadian itulah sehingga pesan ibu setiap kami mengobrol adalah supaya anak perempuannya dapat tumbuh menjadi wanita yang mandiri."

Selengkapnya: Jadilah Perempuan Mandiri agar Tak Mudah Diremehkan dengan Masalah Materi

4 dari 5 halaman

4. Menghasilkan Uang Sendiri setelah Menikah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/miya227

"Bekerja bukanlah suatu tekanan ataupun keharusan bagi ibuku, hal ini adalah ruang baginya untuk tetap bisa melihat dirinya sebagai seseorang yang berguna. Setelah kakakku lahir, ibuku beristirahat selama beberapa bulan dan merawat kakakku.

Pada suatu waktu ibuku memilih untuk mulai menjual baju selain dari pada menjahit di konveksi karena ini lebih mudah. Ibuku menjual baju anak dan baju orang dewasa. Baju orang dewasa yang dijual oleh ibuku diwarna sendiri oleh beliau dan dijual di pasar. Hal ini dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya pada tahun 1998 krisis moneter terjadi dan banyak sekali konveksi yang tutup, salah satunya tempat ibuku bekerja. Akhirnya ibu, bapak, dan kakakku dipindah ke desa dan mulai hidup di desa."

Selengkapnya: Dari Ibuku, Aku Belajar Pentingnya Menghasilkan Uang Sendiri setelah Menikah

5 dari 5 halaman

5. Pentingnya Bisa Percaya Diri dan Bertumpu di Atas Kaki Sendiri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/aneoho

"Menjadi seorang perempuan memang tak mudah, sudah menjadi stereotip bahwa perempuan itu manja. Apalagi penampilanmu tak menarik, sudah tak ada artinya kamu dalam lingkup sosial. Ketika SD, menurut kebanyakan orang penampilanku tidak menarik, rambut yang mengembang, pipi tembam, dan kurus sehingga penimapilanku seperti jamur dengan kepala yang besar karena rambut dan badan kurus."

Selengkapnya: Perempuan yang Bisa Bertumpu di Atas Kakinya Sendiri Itu, Pesonanya Memukau

Semoga ada semangat dan inspirasi baru yang bisa didapat dari kisah-kisah di atas, ya. 

#ElevateWomen