Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Sunscreen dan Sunblock yang Perlu Diketahui

Fimela Editor diperbarui 19 Mar 2021, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Selama ini, banyak orang yang menganggap bahwa sunscreen dan sunblock merupakan produk yang sama. Padahal, keduanya punya perbedaan yang signifikan.

Meski keduanya memiliki fungsi utama yang serupa, yakni melindungi kulit dari terpaan sinar matahari, terutama UVA dan UVB yang dapat menyebabkan kulit menjadi terbakar, memunculkan efek penuaan dini, hingga kanker kulit. Tetapi, faktanya sunscreen dan sunblock memiliki kandungan dan cara kerja yang berbeda.

Beberapa perbedaan ini perlu kamu ketahui agar tak salah menggunakannya. Di sini ahli dokter kulit menjelaskan perbedaan sunscreen dan sunblock, seperti yang dilansir Real Simple.

1. Sunscreen bersifat menyerap ke dalam kulit, sunblock berada di atas permukaan kulit

Walaupun sama-sama melindungi kulit dari terpaan sinar matahari, cara kerja keduanya berbeda. Sunscreen berfungsi sebagai chemical sunscreen, yang bersifat menyerap ke dalam kulit. Sementara sunblock berfungsi sebagai physical sunscreen, yang berada di lapisan terluar kulit.

"Sunscreen akan menyerap dan menyebarkan sinar matahari sebelum dapat menembus kulit. Di sisi lain, sunblock berada di atas kulit dan menghalang sinar matahari dengan cara memantulkannya," kata Ashley Magovern, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Manthattan.

Keunggulan sunscreen dibanding sunblock adalah lebih cepat meresap ke dalam kulit dan tidak menimbulkan whitecast alias bekas putih setelah diaplikasikan. Berbeda dengan sunblock yang jika digunakan akan menimbulkan whitecast pada kulit.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

2. Memiliki kandungan yang berbeda

Ilustrasi sunblock./ Photo by Gabriel Brandt on Unsplash

Perbedan dari sunblock dan sunscreen dapat dilihat dari kandungannya. Blair Murphy-Rose, MD, FAAD, seorang dokter kulit bersertifikat di Medical Dermatology & Cosmetic Surgery di New York City, mengatakan sunblock mengandung zinc oxide dan titanium dioksida. Hal ini memungkinkannya menjadi penghalang fisik antara kulit dan sinar matahari yang berbahaya.

Karena kedua kandungan tersebut juga menjadikan sunblock lebih efektif melindungi kulit dari sinar matahari daripada sunscreen. Selain itu, kandungan sunblock juga lebih ramah lingkungan daripada sunscreen yang mengandung bahan kimia seperti avobenzone, octocrylene, homosalate, octisalate, octinoxate, dan oxybenxzone.

Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan sunblock, Rose mengungkapkan para ahli belum menemukan seberapa besar potensi kerusakan yang ditimbulkan akibat penggunaan yang konsisten. Terlebih, sunscreen perlu diaplikasikan berulang kali.

“Karena sunscreen tidak menciptakan perisai pelindung fisik, sunscreen cenderung tidak memberikan banyak perlindungan terhadap banyak kondisi yang disebabkan sinar matahari dibandingkan dengan sunblock,” katanya. Dia melanjutkan, bahan kimia sunscreen juga cenderung menimbulkan reaksi alergi untuk beberapa orang.

 

3 dari 3 halaman

3. Sunblock memiliki tekstur yang lebih berat, sementara sunscreen lebih ringan

Ilustrasi sunblock/ Photo by Aiony Haust on Unsplash

Satu perbedaan mencolok antara sunscreen dan sunblock adalah teksturnya. Ketika menggunakan sunblock, kita akan mendapati tekstur yang lebih berat, tebal, atau kental.

Saking tebalnya, ini mungkin akan terasa sulit digosok ke kulit. Ketebalan sunblock sendiri dibutuhkan untuk memberi penghalang fisik dari paparan sinar matahari.

Sebaliknya, sunscreen umumnya memiliki tekstur yang cair dan lebih ringan dari pada sunblock, karena fungsi utamanya yang dapat menyerap ke lapisan kulit terdalam.

Mana yang lebih baik, sunscreen atau sunblock?

Pada dasarnya keduanya memiliki fungsi yang sama terutama dalam hal melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun perbedaanya adalah, sunscreen meresap ke dalam kulit yang dapat melindungi kulit dari dalam untuk menangkal sinar UV.

Sementara sunblock bekerja secara fisik, yang dapat langsung melindungi kulit dari sinar UV tanpa perlu diserap oleh kulit. Akan tetapi, sunblock akan meninggalkan bekas putih atau whitecast di kulit. Sehingga penggunaan sunblock tidak disarankan jika Anda ingin menerapkannya di bawah makeup.

Tetapi yang terpenting adalah memastikan sunscreen atau sunblock memiliki SPF yang cukup untuk melindungi kulit.

"Pastikan setidaknya mengandung SPF 30 atau lebih tinggi." kata Brendan Camp, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat. Selain itu, dia juga menyarankan agar menggunakan tabir surya yang memiliki fungsi luas, seperti dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, serta tahan air.

Penulis: Hilda Irach