Mengenal Gejala Anemia pada Anak, Apa saja Tandanya?

Baiq Nurul Nahdiat diperbarui 10 Jul 2021, 13:35 WIB

Fimela.com, Jakarta Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak. Penyebab paling umum dari anemia adalah tidak mendapatkan cukup zat besi. Seorang anak yang anemia tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin yang cukup. Hemoglobin adalah protein yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin.

Penyebab Anemia pada Anak:

  1. Diet rendah zat besi. Seorang anak mendapat zat besi dari makanannya. Namun, hanya sedikit zat besi dalam makanan yang benar-benar diserap oleh tubuh.
  2. Bayi dari ibu dengan anemia atau masalah kesehatan lainnya mungkin tidak memiliki cukup zat besi yang disimpan. Dan bayi yang lahir lebih awal mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi.
  3. Pada usia 4 sampai 6 bulan, zat besi yang disimpan selama kehamilan berada pada tingkat yang rendah. Dan lebih banyak zat besi digunakan saat bayi tumbuh.
  4. Perubahan tubuh. Ketika tubuh mengalami percepatan pertumbuhan, dibutuhkan lebih banyak zat besi untuk membuat lebih banyak sel darah merah.
  5. Masalah saluran pencernaan. Penyerapan zat besi yang buruk sering terjadi setelah beberapa bentuk operasi gastrointestinal. Saat mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, sebagian besar zat besi diserap di usus halus bagian atas. Setiap kelainan pada saluran gastrointestinal (GI) dapat mengubah penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia defisiensi besi.
  6. Kehilangan darah. Kehilangan darah dapat menyebabkan penurunan zat besi. Sumber kehilangan darah mungkin termasuk perdarahan gastrointestinal, perdarahan menstruasi, atau cedera.
What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gejala Anemia pada Anak:

Ilustrasi/copyright pexels.com/Sam K

Ini adalah gejala paling umum dari anemia:

  1. Kulit pucat
  2. Iritabilitas atau rewel
  3. Kurang energi atau mudah lelah (fatigue)
  4. Detak jantung cepat
  5. Lidah sakit atau bengkak
  6. Pembesaran limpa
  7. Ingin makan zat aneh, seperti kotoran atau es (juga disebut pica)
  8. Infeksi mudah terjadi karena daya tahan tubuhnya yang mengalami penurunan.
  9. Area mata atau kulit yang mengalami perubahan warna menjadi kuning. Kondisi ini terjadi jika kurangnya sel darah merah terjadi karena penghancuran oleh tubuh sendiri.
3 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Anemia pada Anak:

Ilustrasi Anak Mengonsumsi Makanan Credit: pexels.com/Alex

Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya. Beberapa jenis tidak memerlukan perawatan. Beberapa jenis mungkin memerlukan obat-obatan, transfusi darah, pembedahan, atau transplantasi sel. Tetapi untuik mencegahnya bisa dilakukan dengan cara berikut.

  1. Anak jangan diberi minum susu secara berlebihan, Doyan susu memang bagus, tetapi minum susu terlalu banyak membuat anak susah makan karena sudah terlalu kenyang. Padahal, zat besi terbaik terdapat pada makanan, misalnya bayam dan sayuran hijau lainnya.
  2. Susu sapi baik untuk konsumsi di atas 12 bulan. Meski ASI memiliki kandungan zat besi lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi, tetapi lebih mampu dicerna oleh sistem pencernaan anak. Jadi, hindari untuk memberikan susu sapi sebelum usianya menginjak 12 bulan.
  3. Pola makan harus tetap seimbang. Anemia pada anak bisa dicegah dengan pemberian pola makan seimbang. Artinya, orangtua harus memberikan makanan yang kaya akan zat besi agar produksi sel darah merahnya juga menjadi seimbang.

Itulah beberapa ulasan seputar gejala anemia, penyebab serta cara mencegahnya. Jadi sangat penting untuk memerhatikan gizi si kecil agar ia terhindar dari anemia dan penyakit lainnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

#ElevateWomen