Migrain dan 5 Pemicunya yang Paling Umum

Annissa Wulan diperbarui 30 Jul 2021, 19:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Migrain adalah sebuah kondisi neurologis yang bisa menyebabkan gejala melemahkan, seperti sakit kepala parah, mual, muntah, dan pusing. Faktor genetika bisa berperan pada orang-orang yang sering mengalami migran, karena penyakit ini umumnya disebabkan oleh sistem saraf yang terlalu sensitif atau reaktif.

Namun, ada pemicu migrain yang bervariasi dari orang ke orang, kamu harus memperhitungkan faktor lingkungan dan gaya hidup. Dilansir dari allure.com, berikut ini adalah beberapa pemicu migrain yang paling umum.

1. Sensorik

Rangsangan sensorik, termasuk penglihatan, pendengaran, dan penciuman seringkali bisa memicu migrain. Menurut sebuah studi di tahun 2013, sekitar 40% orang yang mengalami migrain juga mengalami serangan panik yang dipicu oleh rangsangan visual, lebih dari 50% dipicu oleh kebisingan, dan setengahnya oleh parfum dan bau lainnya.

 

 

2 dari 3 halaman

2. Hormonal

Simak di sini beberapa pemicu migrain yang paling umum.

Migrain memengaruhi perempuan 3 kali lebih banyak daripada pria di seluruh dunia, yang mungkin sebagiannya karena migrain terkait dengan siklus menstruasi. Fluktuasi estrogen dapat memengaruhi rangsangan di otak, yang bisa menyebabkan migrain.

3. Makanan

Makanan dan minuman juga bisa berkontribusi pada serangan migrain. Makanan dengan nitrat dan makanan serta minuman dengan aspartam.

Monosodium glutamat, penambah rasa yang terkadang ditemukan dalam makanan olahan juga bisa memicu migrain, karena glutamat bertindak sebagai asam amino yang merangsang otak. Alkohol adalah pemicu migrain lainnya.

3 dari 3 halaman

4. Gaya hidup

Simak di sini beberapa pemicu migrain yang paling umum.

Seberapa baik seseorang mempertahankan pola makan dan minum bisa memengaruhi frekuensi migrain. Stres juga penyebab migrain lainnya, terutama bagi orang-orang yang memiliki jadwal tidur tidak teratur.

5. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan, seperti cuaca juga bisa memicu migran pada beberapa orang. Khususnya, penggunaan obat secara berlebihan juga bisa menyebabkan, bahkan memperburuk migran.

#Elevate Women