Kenapa Tompi Dikritik karena Film 'Selesai' yang Disutradarainya?

Anto Karibo diperbarui 22 Agu 2021, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Baru-baru ini nama Tompi masuk dalam jajaran trending topic di Twitter. Pemicunya adalah beberapa pernyataannya kepada publik terkait film Selesai yang disutradarainya tersebut. Pernyataannya tersebut dianggap blunder oleh netizen.

Tompi awalnya mengisi acara diskusi soal film yang dibintangi oleh Gading Marten, Anya Geraldine, dan Ariel Tatum tersebut. Sang dokter pun membahas soal proses produksi karyanya itu.

Lalu apa saja pernyataan yang dilemparkan oleh Tompi sehingga menuai kritik dan juga tudingan negatif dari netizen? Berikut beberapa di antara pernyataan Tompi yang disorot soal film Selesai.

2 dari 6 halaman

Tak Perlu Sudut pandang perempuan

(Instagram/dr_tompi)

Seorang netizen melayangkan pertanyaan kepada Tompi dalam diskusi online film Selesai pada Kamis (19/8/2021) lalu. "Pertanyaan, kenapa Tompi suka membuat film tentang perempuan, tapi nggak pernah melibatkan perempuan," tulis @torantula mengutip pertanyaan saat diskusi.

Disebut, film Selesai adalah film yang menyoroti perempuan, namun dalam proses pengembangan cerita justru tak melibatkan kaum hawa sebagai sudut pandang lain. Terkait hal ini, Tompi pun menjawab santai.

"Ya kan ini sesuai kebutuhan. Kalau kami perlu tahu tentang perempuan, kami akan tanya perempuan," jawabnya.

3 dari 6 halaman

Tompi Membalas kritik

Tompi (Daniel Kampua/Fimela.com)

Meski ada yang kontra, namun ada pula yang sepihak dengan Tompi. Salah satunya adalah akun @Tonisalvatios yang menyebut bahwa bahwa Torantula hanya memotong-motong dialog lalu menyimpulkannya sehingga menimbulkan informasi yang keruh.

"Ini namanya potongan dialog yg membuat kesimpulan jadi jelek. @dr_tompi bilang informasi yg dia dapat sudah cukup, hanya masalah kebutuhan saja, kalo dia merasa tidak tahu pasti bertanya," cuit netizen itu.

Dan Tompi pun langsung bereaksi dengan menyinggung soal kecerdasan anak bangsa. "Nah.. memang enggak gampang mencerdaskan bangsa," cuit Tompi.

4 dari 6 halaman

wanita seksi dan Hasrat Laki-Laki

(Instagram/dr_tompi)

Pernyataan Tompi lain yang mendapat kritik dari netizen adalah terkait perempuan seksi dengan hasrat laki-laki. Tompi menyatakan bahwa secara biologis, laki-laki akan tertarik atau bahkan tergoda ketika melihat wanita seksi.

"Sekarang secara harfiah biologisnya orang lah, kalau lihat cewek seksi kira-kira laki-laki yang mungkin gak punya pelampiasan bakal tergoda nggak buat mikir yang enggak-enggak? Iya kan? Faktanya kan," ucap Tompi.

Potongan pernyataan Tompi tersebut membuat banyak netizen yang mengkritisi pendapatnya. Mereka berpendapat bahwa laki-laki seharusnya memiliki akal sehat untuk mengendalika pikirannya sendiri.

5 dari 6 halaman

Bukan Dinilai Atau Pengakuan

(Instagram/dr_tompi)

Melihat adanya banyak kritik yang diterimanya, Tompi dalam sebuah live Instagram menyatakan bahwa ketika ia membuat film, maka bukan penilaian atau pengakuan dari orang lain yang belum tentu kompeten, yang diinginkannya.

"Saya enggak bikin film buat dinilai, bukan juga buat di apa ya, pengakuan dari si A, si B, si C, orang-orang tertentu, belum juga mereka punya ilmunya kan?" tutur Tompi.

Ia pun memberikan analogi simple. "Itu tadi saya bilang, orang makan tempe lu kasih keju, enggak bakal nyambung. Biarin aja," sambungnya.

6 dari 6 halaman

Dinilai Tuli Kritikan

(Instagram/dr_tompi)

Tompi pun dinilai tuli terhadap kritikan yang dialamatkan kepadanya. Namun, ia memiliki jawaban tersendiri terkait segenap kritik yang menyerangnya tersebut.

"Gue sih enggak marah. Tapi kalau ada yang menyerang ya kita menjawab dong serangannya," kata Tompi.