Jangan Asal Pakai Kosmetik Mengandung Hidrokuinon, Simak Aturannya

Fimela Reporter diperbarui 03 Nov 2021, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Pembahasan tentang skincare dan kosmetik memang tak akan ada habisnya. Hal ini dikarenakan setiap saat produk kosmetik akan terus berkembang dan menawarkan kandungan-kandungan yang dinilai ampuh untuk mengatasi masalah kulit. 

Baru-baru ini, kandungan kosmetik yang menjadi perbincangan adalah kandungan hidrokuinon. Beberapa waktu lalu, pernah ada pula perdebatan antara dokter kecantikan dengan selebriti tanah air tentang krim wajah yang mengandung hidrokuinon. 

Perseteruan tersebut akhirnya banyak menyita perhatian publik karena publik jadi tahu terkait polemik kandungan hidrokuinon yang dinilai berbahaya bagi kulit. 

Sebenarnya, apakah kandungan hidrokuinon ini benar-benar berbahaya untuk wajah? Lantas, mengapa kandungan tersebut ada pada produk-produk kosmetik dan skincare yang dijual di pasaran?

Untuk mencari tahu lebih lanjut, Fimela.com telah merangkum info-info penting terkait kandungan hidrokuinon dari berbagai sumber. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Mengenal kandungan hidrokuinon

Ilustrasi kosmetik yang mengandung hidrokuinon (pexels/moosephotos).

Menurut David Shafer, seorang ahli bedah kosmetik dan plastik di New York, Amerika Serikat, kandungan hidrokuinon merupakan senyawa kimia yang ditemukan pada awal tahun 1800-an dan memang sudah digunakan untuk berbagai perawatan kulit. 

Namun, hidrokuinon bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan ketika kita tidak menggunakannya secara tepat. Maka dari itu, kandungan hidrokuinon ini tidak bisa dipakai sembarangan, dan perlu ada pengawasan dokter. 

“Penggunaan krim dengan kandungan hidrokuinon hanya boleh digunakan dalam jangka waktu pendek. Dari American Academy of Dermatology, hidrokuinon dosis tinggi (4 persen) harus digunakan dalam pengawasan dokter,” ucap Dokter Devia Irine Putri, dilansir dari Klikdokter.com pada Selasa (7/9). 

Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memasukkannya ke dalam kategori obat, bukan kosmetik. Namun, kandungan hidrokuinon ini masih sering dimanfaatkan sebagai obat topikal atau obat yang digunakan untuk pemakaian luar saja. Selain pada pencerah wajah, kandungan ini bisa ditemukan pada serum, pembersih muka, dan pelembap. 

3 dari 4 halaman

Cara penggunaan hidrokuinon

Ilustrasi kosmetik yang mengandung hidrokuinon (aslysun/shutterstock)

Melansir dari RxList, penggunaan krim hidrokuinon ini harus digunakan dengan pertimbangan sesuai usia. Bagi orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun, krim yang mengandung hidrokuinon ini dapat dioleskan ke area wajah dan digosok secara menyeluruh setiap 12 jam sekali. 

Lalu, untuk anak di bawah 12 tahun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter karena keamanan dan kemanjuran hidrokuinon ini belum ditetapkan bagi anak usia kurang dari 12 tahun. 

Dilansir dari Healthline, hidrokuinon biasanya dimanfaatkan oleh orang yang memiliki hiperpigmentasi kulit untuk meratakan warna kulitnya. Namun, kamu perlu menggunakannya dengan tata cara dan instruksi yang tepat, serta melakukan uji alergi dulu untuk menentukan bagaimana kulitmu bereaksi dan apakah itu menghasilkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Setelah kamu menggunakan produk dengan kandungan hidrokuinon, pastikan kamu harus memakai sunscreen agar tidak memperburuk hiperpigmentasi. Kamu tidak boleh menggunakan produk hidrokuinon ini dalam jangka waktu yang lama

Jika kamu tidak melihat peningkatan apapun setelah tiga bulan, hentikan penggunaan. Begitupun jika kamu melihat peningkatan, kamu hanya bisa menggunakan produk ini hingga empat bulan, lalu kurangi peggunaannya perlahan, dan perlahan tinggalkan produk tersebut. Untuk mulai menggunakan produk itu lagi, tunggu dua hingga tiga bulan setelah kamu berhenti menggunakannya, ya. 

4 dari 4 halaman

Manfaat hidrokuinon dalam dosis tepat

ilustrasi skincare mengandung hidrokuinon/metamorworks/shutterstock

Dilansir dari Medical News Today, penggunaan hidrokuinon yang benar dapat memberi manfaat-manfaat pada permasalahan kulit. Selain bisa meredakan hiperpigmentasi, hidrokuinon juga bisa menyamarkan tanda penuaan dan menghilangkan bekas jerawat. 

Dalam hal ini, hidrokuinon dapat mengurangi minyak berlebih, mengangkat sel kulit mati, dan bakteri yang menumpuk di pori-pori kulit. Selain itu, hidrokuinon juga dapat memperbaiki kerusakan kulit karena jerawat dengan menyamarkan bekas jerawat tersebut. 

Bahaya penggunaan hidrokuinon untuk jangka panjang

Penggunaan hidrokuinon dalam dosis wajar, di bawah pengawasan dokter, dan tidak dalam jangka panjang  tidak akan menimbulkan masalah. 

Menurut dr. Devia, jika hidrokuinon digunakan dalam jangka panjang maka akan menimbulkan efek samping yang membuat kulit terbakar, terkelupas, kering dan iritasi. 

“Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan ochronosis, yaitu terjadi perubahan warna kulit (jadi hitam kebiruan) dan muncul jerawat papula,” ungkap dr. Devia dilansir dari Klikdokter.com pada Selasa (7/9). 

Perlu diketahui, jerawat papula merupakan jerawat yang menonjol, terasa padat, dan nyeri. Selain itu, jenis jerawat ini akan tampak kemerahan dan tidak mengandung nanah. 

Bila sudah terjadi efek samping, segera konsultasi dengan dokter kulit untuk segera ditangani, dan hentikan pemakaiannya, ya!

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen