Sovlo Menggandeng Ilustrator Lokal untuk Bantu Memulihkan Ekonomi

Fimela Reporter diperbarui 10 Nov 2021, 07:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Indonesia memang selalu membanggakan dalam hal apapun. Tak hanya suku dan budayanya saja, produk berkualitas yang menjadi hasil karya anak bangsa. Kini, beragam brand lokal dari Sabang hingga Marauke sudah mulai hadir, terutama dalam industri fashion. Tak hanya berkualitas, brand lokal memiliki harga yang cukup terjangkau dibanding barang keluaran luar negeri.

Salah satu brand fashion terbaru karya anak bangsa dari Lotus Group bernama SOVLO telah lahir di masa pandemi dan meluncurkan kampanye #BanggaIlustratorLokal sebagai tema marketingnya di kuartal terakhir 2021 serta akan terus berlangsung hingga penghujung 2022. SOVLO mengharapkan bisa berkolaborasi dengan setidaknya 500 ilustrator berbakat dari seluruh negeri.

Para ilustrator ini akan diajak berkolaborasi untuk mengajukan karya-karya terbaiknya dalam merealisasikan menjadi produk fashion dan kemudian dipasarkan ke masyarakat luas. Hal ini juga bisa memberi penghasilan pagi ilustrator tersebut. Kampanye ini pun merupakan upaya SOVLO dalam mendukung kreativitas para ilustrator lokal dan bekerja sama untuk memulihkan ekonomi Indonesia.

Lidya Valensia, CEO dan Founder SOVLO mengungkap kolaborasi dengan ilustrator ini menjadi langkah yang telah dilakukan sejak Februari 2021 dan menujukan hasil yang memuaskan dan menggembirakan. Dengan demikian, SOVLO berusaha membawa strategi ini pada level selanjutnya.

“Setelah berkolaborasi dengan sejumlah ilustrator, kami menemukan kualitas karya ilustrator lokal ini sangat baik dan disukai konsumen. Sayangnya, disituasi krisis ini karya-karya mereka sering hanya berakhir di atas kertas atau disimpan di komputer tanpa mampu menghasilkan pendapatan bagi mereka. Mereka pun terhambat menjadikan passion dan bakat mereka sebagai sumber penghidupan,” ujar Lidya pada press conference Kampanye “Bangga Ilustrator Lokal” secara daring, Selasa (9/11).

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Optimis di Masa Pandemi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri Press Conference Kampanye "Bangga Ilustrator Lokal" secara daring, Selasa (9/11). (Dok. CBComm)

Setiap profesi di industri fashion, mulai dari desainer, ilustrator, penjahit, pemilik brand fashion lokal, pembatik dan sebagainya menjadi kelompok masyarakat yang aktif berjuang mengambil bagian dalam pemulihan ekonomi. Selain dari sisi negatif, pandemi Covid-19 juga memberi dorongan positif bagi perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini pun diakui oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A yang turut hadir dalam acara ini.

“Peluang ekonomi kreatif masih sangat terbuka di Indonesia. Terlebih, pemerintah juga telah menetapkan industri kreatif menjadi tulang punggung ekonomi negara. Para pelaku industri kreatif pun harus tetap berkreasi dengan inovasi-inovasi baru agar produk mereka bisa bersaing,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Tak hanya inovatif, Menparekraf Sandiaga Uno juga mengharapkan pelaku industri kreatif bisa adaptif dengan situasi ini. “Selain inovatif, pelaku industri kreatif, termasuk kategori UMKM harus juga adaptif dengan situasi dan memiliki mental tangguh untuk tetap bisa bertahan. Jika itu semua bisa dimiliki pelaku industri kreatif maka ekonomi kreatif akan bisa bertumbuh dan bersaing,” tambahnya.

Bahkan, Menparekraf juga mengungkapkan salut dan hormatnya bagi pengusaha-pengusaha kreatif di subsektor fashion yang berhasil mengubah situasi krisis menjadi peluang, bahkan hingga mampu menolong serta mendukung bakat dan tenaga kerja untuk bertahan ditengah krisis ini.

“Saya menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana SOVLO merangkul sebanyak-banyaknya ilustrator untuk melahirkan karya-karya unik dengan tema-tema positif dan pemberdayaan sehingga bernilai di pasar fashion domestik bahkan jika perlu ekspor,” lanjut Menparekraf.

Dengan optimisme industri fashion dapat bersaing di kancah ekonomi global, Kemenparekraf akan mendampingi melalui berbagai fasilitas yang mampu mendorong subsektor ini semakin besar. Kemenparekraf juga akan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penggunaan karya fashion dalam negeri dan melancarkan ketersediaan bahan baku hingga promosi serta dukungan pada produk fashion lokal di pasar domestik dan global.

3 dari 3 halaman

Kesempatan bagi Pelaku Industri Kreatif untuk Menyiapkan Karya Terbaik

Menparekraf Sandiaga Uno, CEO SOVLO Lidya Valensia dan salah satu ilustrator Popomangun di Press Conference Kampanye "Bangga Ilustrator Lokal" secara daring, Selasa (9/11). (Dok. CBComm)

Popomangun, salah satu ilustrator fashion yang siap berkolaborasi dengan SOVLO di kampanye Bangga Ilustrator Lokal ini mengungkap harapannya terhadap program ini. “Setiap seniman pasti ingin karyanya bisa diapresiasi khalayak lewat medium-medium yang berkualitas dan tentunya berharap juga ekspresi seninya ini bisa memberi pemasukan yang substansial sehingga bisa terus berkarya,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kampanye ini menjadi salah satu kesempatan dan peluang bagi para ilustrator dan pelaku industri kreatif lainnya menyiapkan karya terbaik mereka. “Kampanye Bangga Ilustrator Lokal ini adalah kesempatan untuk menyiapkan karya-karya terbaik dan direalisasikan melalui produk-produk berkualitas yang dimiliki SOVLO,” tambahnya.

Popomangun sendiri untuk kampanye ini telah menyiapkan sejumlah karya ilustrasinya dan dipasarkan mulai 13 November di e-commerce terkemuka Indonesia atau pun toko offline SOVLO di Pos Bloc, Pasar Baru Jakarta.

Melalui kolaborasi SOVLO dan ilustrator, mereka bersama-sama akan melahirkan produk berkualitas dengan ilustrasi beraneka ragam. Dengan begitu, konsumen tentu bisa memilih sendiri beragam opsi desain yang tepat dalam mengekspresikan kepribadian maupun kebutuhannya.

“Kami berharap kampanye Bangga Ilustrator Lokal ini juga bisa diterima masyarakat, sehingga mereka bisa mendapatkan karya-karya terbaik ilustrator lokal, mendukung kehidupan ilustrator dan pekerja kreatif bidang fashion, sambil berkontribusi juga bagi pemulihan ekonomi,” tutup Lidya Valensia.

Penulis: Atika Riyanda Roosni

#Elevate Women