Kematian Pertama akibat Omicron di Brasil, WHO Tegaskan Varian Ini tidak Ringan

Fimela Reporter diperbarui 08 Jan 2022, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Otoritas Brasil mengumumkan kasus kematian pertama akibat COVID-19 varian baru Omicron yang terjadi pada 6 Januari 2022 di Kota Aparecida de Goiania, Negara Bagian Goiania. Berdasarkan laporan pemerintah setempat, korban adalah seorang pria berusia 68 tahun.

Dikatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Selain itu, ia juga menderita penyakit baru obstruktif kronis (PPOK) dan dirawat di rumah sakit setempat, seperti yang dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu (8/1/2022).

Dilansir dari Xinhua, Sabtu (8/1/2022), korban adalah kontak dari kasus positif varian Omicron dan sudah divaksinasi COVID-19 sebanyak tiga kali atau dosis lengkap. Kematian ini terjadi 10 hari setelah adanya pengumuman terkait transmisi komunitas Omicron di Kota Aparecida de Goiania, berdasarkan penuturan dari sekretariat kesehatan setempat.

Data kementerian kesehatan mencatat, saat ini Brasil memiliki 22,38 juta kasus dan 619.641 kematian COVID-19.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Tidak Bisa Dikategorikan Ringan

Ilustrasi Tes Covid-19 Credit: pexels.com/Polina

Menurut prediksi, varian Omicron menyebabkan efek yang lebih ringan dari Delta walaupun dikatakan justru lebih mudah menular.

Walaupun memiliki efek yang lebih ringan dari varian Delta yang sempat dominan di seluruh dunia, tapi pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa varian Omicron tidak boleh dikelompokkan sebagai hal yang "ringan".

Dikutip dari Liputan6.com, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus berkata, "Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, itu tidak berarti itu harus dikategorikan dalam kategori ringan."

Dia menambahkan, varian Omicron bisa membuat orang dirawat di rumah sakit dan menyebabkan kematian.

Berdasarkan penjelasan pimpinan WHO untuk manajemen klinis, Janet Diaz, ada penurunan risiko rawat inap dari varian Omicron yang pertama kali teridentidikasi di Afrika Selatan dan Hong Kong pada November 2021 dibandingkan Delta menurut penelitian awal.

Selain itu, disadur dari laman Channel News Asia, Sabtu (8/1/2022), ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat penurunan keparahan varian Omicron pada pasien yang lebih muda.

Namun, karena selama ini sebagian besar ahli meneliti kasus Omicron pada pasien yang lebih muda, belum diketahui bagaimana dampak varian ini terhadap orang tua.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

#Women for Women