Diary Fimela: Kisah Sukses Pecah Telur Snack Manfaatkan Platform Digital untuk Edukasi Peluang Bisnis

Nabila Mecadinisa diperbarui 12 Jan 2022, 15:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Teknologi digital terbukti mampu mempermudah manusia dalam segala hal, terutama berbisnis. Hal ini juga diakui oleh Dewa Eka Prayoga, seorang kreator di bali YouTube Pecah Telur. Menggelar webinar Grand Launching Pecah Telur Snack pada Selasa lalu, jumlah peserta berhasil mencapai 800 orang. 

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya berpartisipasi di selama sesi berlangsung. Terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para narasumber. Bersamaan dengan grand launching Pecah Telur Snack tersebut, para narasumber ini juga membedah bagaimana peluang bisnis melalui platform YouTube

Menurut pebisnis Dewa Eka Prayoga, YouTube merupakan platform yang tak kalah potensial jika dipakai untuk berbisnis. Tak seperti platform media sosial lain yang memiliki segmentasi khusus, YouTube lebih luas jangkauannya. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Produk bisnis baru

 

"Kalau media sosial lain ada segmentasi khusus. Misalkan lebih ke anak muda atau lebih ke yang usianya di atas 40 tahun. Lebih ke ibu-ibu. Sedangkan YouTube tidak. Semua bisa menjangkau dengan mudah, baik anak maupun dewasa," urainya. 

Peluang inilah yang kemudian diambil Dewa Eka Prayoga untuk berkolaborasi dengan Channel YouTube Pecah Telur. Mereka berkolaborasi membuat produk bisnis baru yakni Pecah Telur Snack. 

Sementara itu, Agung Hartadi, sosok di balik melejitnya Chanel YouTube Pecah Telur yang kini memiliki jutaan viewer pada setiap videonya mengaku, lewat YouTube bisa muncul berbagai peluang usaha. 

3 dari 3 halaman

Memiliki produk kolaborasi

Webinar grand launching Pecah Telur Snack tembus 800 peserta, bahas peluang bisnis lewat YouTube.

Pria asal Tulungagung Jawa Timur ini mengatakan, melalui YouTube Pecah Telur yang dikelolanya ia kini memiliki produk kolaborasi. Tak menutup kemungkinan, produk kolaborasi tersebut akan terus bertambah. 

"Awalnya saya membuat channel YouTube untuk mewadahi para pengusaha supaya bisa sharing pengalaman mereka. Namun dari sana justru kini Pecah Telur bisa punya produk fisik sendiri hasil kolaborasi. ini membuktikan bahwa YouTube memang potensial," kata Agung. 

Agung sendiri mulai membuat YouTube Pecah Telur ketika awal masa pandemi. Ia yang dulunya menggeluti bisnis fashion kemudian banting setir menjadi YouTuber. Agung tak segan ikut berkeliling Indonesia untuk bertemu para pengusaha yang akan menjadi narasumber dalam channel YouTube-nya. 

"Saya pribadi suka silaturahim dan mendengarkan sepak terjang para pengusaha sukses. Kalau hanya mendengarkan kemudian saya share kan rsanya aneh. Jadi sekalian saja saya buat medianya yakni YouTube Pecah Telur," jelas Agung. Pecah telur sendiri menurut Agung memiliki makna tumbuh dan menetas. Agung kemudian membawa Pecah Telur tersebut keliling Indonesia untuk mendengarkan kisah para pengusaha. 

Sepak terjangnya dalam YouTube beberapa waktu belakangan ini membuat Agung menyadari bahwa platform ini memiliki banyak potensi, di antaranya menciptakan peluang bisnis baru dan membuatnya bertemu banyak orang hebat. "Selain itu saya juga bisa berjejaring dan bahkan mendapatkan income tambahan. Mulai dari absen maupun endorse di YouTube. Ditambah lagi bisa membuka peluang bisnis baru dengan kolaborasi," pungkasnya pemilik akun ig @pecahtelursnack

#Women for Women