5 Fase Ini Dialami Perempuan yang Cinta Pertamanya Bertepuk Sebelah Tangan

Endah Wijayanti diperbarui 11 Feb 2022, 11:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Sering terjadi, pengalaman jatuh cinta pertama menghadirkan sakit hati terlama. Khususnya, bagi yang cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan. Saat jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan seseorang, kita kerap kali mencintainya dalam diam. Tak berani mengutarakan, sampai ketika punya keberanian untuk mengungkapkan ternyata cinta kita tak berbalas. Hm, patah hati pertama ini memberi pengalaman yang sangat menyesakkan.

Untuk perlahan pulih dan move on dari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan, ada sejumlah fase yang dilewati. Perempuan yang pernah patah hati karena cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan pasti sangat memahami hal-hal berikut ini. Meski pengalamannya menyakitkan, tapi setidaknya kita masih bisa bertahan dan ini sudah lebih dari cukup untuk kembali berjalan ke depan.

1. Fase Terpuruk

Kita mengira jatuh cinta pertama akan memberi pengalaman terindah. Namun, ketika cinta itu ternyata bertepuk sebelah tangan maka kita seakan merasa dikhianati. Kita akan merasa sangat terpuruk. Merasa sangat tak berdaya. Menangis dan bersedih bisa berlangsung berlarut-larut. Bahkan kekebalan tubuh ikut menurun yang membuat kita gampang sakit.

 

2 dari 5 halaman

2. Fase Penyangkalan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/shisukaa

Sudah berusaha menghadirkan perasaan paling tulus saat jatuh cinta pertama, tapi ternyata balasannya tak sesuai harapan. Di sini, kita masih menyangkal. Tak mungkin orang yang sangat kita cintai tak memedulikan kita sama sekali. Kita masih menyangkal kenyataan yang ada. Sampai kita masih saja ingin mencoba untuk berjuang lebih keras memberikan cinta, meski pada akhirnya semua itu sia-sia belaka.

3 dari 5 halaman

3. Fase Penerimaan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Blue+Titan

Perlahan sudah mencoba menerima realitas yang ada. Dia tak membalas perasaanmu? Ya sudah biarkan saja. Dia tak punya rasa yang istimewa padamu? Ya, tak apa. Di sini kita mencoba untuk berdamai dengan keadaan. Mencoba untuk lebih ikhlas dan merelakan semuanya.

4 dari 5 halaman

4. Fase Bangkit

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/GaudiLab

Mulai mencoba hal baru. Mulai mengalihkan perhatian ke hal-hal lain. Sesekali masih terbayang sosok cinta pertama itu, tapi kita memilih untuk melangkah ke depan. Cinta pertama tak berakhir indah bukan berarti akhir dari segalanya. Muncul keyakinan bahwa ada banyak cinta yang lebih baik untuk bisa didapatkan dan diperjuangkan lagi ke depannya.

 

5 dari 5 halaman

5. Fase Menyayangi Diri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/mariabamboo

Pahit dan getirnya cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan memang kadang masih menyiksa batin. Akan tetapi, itu tak menghentikan kita untuk memiliki harapan baru dalam menjalani hidup. Kita pun akan lebih termotivasi dan terdorong untuk lebih menyayangi diri. Menjaga dan merawat diri dengan lebih baik lagi karena kita masih punya banyak cinta dalam kehidupan kita.

Cinta pertama yang kandas bukan akhir dunia. Yakini bahwa masih ada banyak cinta yang bisa kita ciptakan dan rasakan. Semoga ke depannya kita bisa mendapatkan cinta yang lebih indah, ya.

 

#WomenforWomen