Makna Simbol Tanah Kampung Akuarium yang Dibawa Anies Baswedan ke Ibu Kota Negara Nusantara

Hilda Irach diperbarui 27 Sep 2023, 16:08 WIB

Fimela.com, Jakarta Menghadiri peresmian titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa tanah dari Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Tanah tersebut dikumpulkan oleh Anies Baswedan  dengan melibatkan warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Momen ini pun dibagikan Anies di akun Instagramnya.

Dalam postingan akun Instagram tersebut, sejumlah ibu-ibu terlihat mencangkul sebuah lahan kosong di Kampung Akuarium. Tanah-tanah itu pun dimasukkan ke dalam kotak kayu.

“Pagi ini, rakyat kebanyakan yaitu ibu-ibu warga Kampung Akuarium, di pesisir Jakarta Utara mencangkul dan mengumpulkan tanah untuk dibawa oleh Gubernur DKI Jakarta ke IKN,” tulis Anies Baswedan dalam keterangan video yang dibagikan di Instagram, Minggu (13/2/2022).

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Alasan Membawa Tanah dari Kampung Akuarium

Anies Baswedan ungkap alasan bawa tanah Kampung Akuarium ke Ibu Kota Negara Nusantara. (Instagram/aniesbaswedan)

Anies mengatakan, setiap gubernur ditugaskan untuk membawa tanah dan air dari provinsinya. Adapun alasan Anies memilih tanah di Kampung Akuarium adalah baginya tanah tersebut menghadirkan sebuah harapan.

“Bahwa pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini hendaknya tidak memarjinalkan rakyat kecil dan justru nyata-nyata akan memberikan kemajuan dan kebahagian bagi semua,” kata Anies.

3 dari 3 halaman

Jadi Simbol Keadilan

Anies Baswedan ungkap alasan bawa tanah Kampung Akuarium ke Ibu Kota Negara Nusantara. (Instagram/aniesbaswedan)

Lebih lanjut, Anies menjelaskan kembalinya kehidupan masyarakat di Kampung Akuarium menjadi simbol keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kembalinya kita kepada cita-cita dasar pendirian republik ini, yaitu untuk melindungi setiap tumpah darah dan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”

“Tanah yang dicangkul oleh para Ibu ini diantarkan ke lahan yang kelak akan dibangun kota baru, yang kelak menjadi ibu kota, yang diharapkan jadi kota yang mencerminkan cita-cita mendasar atas republik ini,” jelasnya.

Dia mengingatkan, bahwa Republik ini memang digagas oleh kaum terdidik, namun diperjuangkan dan dipertahankan oleh semua, termasuk oleh rakyat, yang cucuran keringatnya kerap tak ditulis dalam buku-buku sejarah.

#Women for Women