Kualitas Udara Jakarta Kian Memburuk, BMKG Ungkap 3 Penyebabnya

Hilda Irach diperbarui 26 Jun 2022, 17:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Indeks kualitas udara atau AQI di Jakarta memburuk belakangan ini, Sahabat Fimela. Per 26 Juni 2022, tingkat polusi Jakarta mencapai nilai 129 yang artinya tidak sehat untuk dihirup bagi kelompok sensitif.

Sejak sepekan terakhir, Jakarta terpantau memiliki kualitas udara yang tidak sehat. Bahkan selama 3 hari berturut-turut, yakni sejak 20 Juni hingga 22 Juni 2022, kualitas udara Jakarta terburuk di dunia.

Rata-rata konsentrasi PM2.5 di Jakarta 14-27 kali di atas nilai panduan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. PM2.5 sendiri adalah polutan berbentuk debu, jelaga, asap dengan  ukuran di bawah 2,5 mikron.

Lantas, apa penyebab buruknya kualitas udara Jakarta dalam sepekan terakhir? Berikut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG selengkapnya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

3 Penyebab Buruknya Kualitas Udara di Jakarta

Kualitas udara memburuk dalam sepekan terakhir bahkan menjadi yang terburuk di dunia. Ternyata ini penyebabnya menurut BMKG. (Unsplash/s).

Urip Haryoko selaku Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG mengungkapkan sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan PM2.5 sehingga kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat atau buruk.

Penyebab pertama adalah konsentrasi PM2.5 di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi baik yang berasal dari sumber lokal seperti transportasi dan residensial, serta kawasan industri dekat Jakarta.

Kemudian yang kedua adalah emosi dalam kondisi tertentu dipengaruhi parameter meteorologi yang terekam alat monitoring pengukuran konsentrasi PM2.5. Kemudian yang ketiga disebabkan oleh pergerakan polutan udara seperti PM2.5 yang juga dipengaruhi pola angin.

“Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat atau gelap,” ujar Urip Haryoko, seperti yang dikutip Fimela dari Liputan6.com, Minggu (26/6/2022).

3 dari 3 halaman

Tanggapan Pemprov DKI Jakarta

Kualitas udara memburuk dalam sepekan terakhir bahkan menjadi yang terburuk di dunia. Ternyata ini penyebabnya menurut BMKG. (Unsplash/aeira)

Menanggapi persoalan ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai langkah-langkah mengurangi emisi di kota Jakarta, salah satunya menggunakan transportasi umum.

“Kita lakukan langkah-langkah mengurangi emisi di kota ini dengan transportasi umum yang dibangun dan alhamdulillah peningkatan penumpangnya tinggi sekali,” ujar Anies Baswedan pada Rabu (22/6/2022).

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto pada Rabu 22 Juni 2022 menyarankan masyarakat untuk menguji emisi kendaraanya secara rutin.

Seperti yang diketahui polusi udara dapat berdampak langsung pada kesehatan tubuh kita. Selain penyakit pernapasan, partikel beracun dari polusi udara bisa membahayakan kesehatan reproduksi dan kardiovaskular.

Untuk itu, pastikan Sahabat Fimela selalu memakai pelindung diri seperti masker yang sesuai agar bisa mengurangi tingkat paparan terhadap polutan udara di luar ruangan.

#Women for Women