Studi: Merkuri Ditemukan dalam Krim Pencerah Kulit dan Anti Penuaan yang Dijual Bebas secara Online

Annissa Wulan diperbarui 30 Agu 2023, 11:32 WIB

Fimela.com, Jakarta Zero Mercury Working Group atau biasa disingkat ZMWG menguji 271 produk dari 15 negara dan menemukan hampir setengahnya terkontaminasi merkuri pada tingkat di atas 1ppm. Kontaminasi merkuri tersebar luas di antara krim pencerah kulit dan anti penuaan yang dijual di platform online, seperti eBay, Alibaba, dan Amazon.

Kelompok ZMWG menguji 271 produk yang dibeli dari 15 negara selama periode 13 bulan dan menemukan hampir setengahnya terkontaminasi dengan logam berat berbahaya pada tingkat di atas 1 bagian per juta (ppm), batas legal di AS. Sedangkan Uni Eropa tidak mengizinkan merkuri dalam kosmetik.

Merkuri digunakan sebagai zat pemutih kulit karena menghambat produksi melanin, yang memberi warna pada kulit, dan dapat digunakan untuk menghilangkan bintik-bintik, noda, dan kerutan. Merkuri sangat mudah diserap melalui kulit dan dapat menyebabkan perubahan berbahaya pada plasenta, yang kemudian mengakibatkan kerusakan pada janin selama kehamilan, dan bisa menular ke anak-anak melalui kontak kulit ke kulit.

 

 

 

2 dari 4 halaman

Merkuri ditemukan dalam produk pencerah kulit yang dijual bebas di online

Banyak produk pencerah kulit dan anti penuaan yang dijual bebas di online secara global ditemukan mengandung merkuri.

Keracunan merkuri dapat menyebabkan cedera yang signifikan, termasuk ruam, penyakit ginjal, dan kerusakan sistem saraf. Pada tahun 2019, seorang perempuan asal California yang menggunakan produk pencerah kulit yang terkontaminasi merkuri, mengalami koma.

Sebagian besar produk yang terkontaminasi tidak dibuat oleh merek besar Amerika atau Eropa. Tapi ditemukan dalam merek Pakistan, Meksiko, Cina, dan Thailand yang terkadang populer di wilayah tersebut.

3 dari 4 halaman

Bahaya merkuri

Banyak produk pencerah kulit dan anti penuaan yang dijual bebas di online secara global ditemukan mengandung merkuri.

Penggunaan produk pencerah kulit yang mengandung merkuri mengurangi resistensi terhadap infeksi bakteri dan jamur, ruam, perubahan warna kulit, dan kulit bernoda. Dalam jangka panjang, penggunaan merkuri juga dikaitkan dengan kerusakan mata, kesulitan bernapas, kerusakan sistem saraf, dan penyakit ginjal.

Selain itu, orang yang menggunakan produk yang kaya merkuri juga bisa secara tidak sadar mengekspos anggota keluarga lainnya melalui kontak dekat. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan rumah mungkin memerlukan dekontaminasi untuk mengurangi paparan merkuri setelah menggunakan produk pencerah kulit.

4 dari 4 halaman

Jelas tentang sumber dari produk yang digunakan

Banyak produk pencerah kulit dan anti penuaan yang dijual bebas di online secara global ditemukan mengandung merkuri.

Untuk memastikan produk perawatan kulit yang digunakan aman, kamu harus memahami dan jelas tentang sumber dari produk tersebut. Jangan hanya asal ikut tren di media sosial.

Jika perlu, temui dokter kulit untuk bertanya atau memeriksakan diri. Berhati-hati ya, Sahabat FIMELA!