3 Tanda Dibesarkan oleh Orang Tua Disfungsional

Fimela Reporter diperbarui 16 Jan 2023, 12:36 WIB

Fimela.com, Jakarta Umur tidak menentukan kedewasaan seseorang. Bukan berarti orang yang sudah menikah, berkeluarga, dan memiliki anak akan secara otomatis menjadi orang yang dewasa. Nyatanya, tidak semua orang bisa menjadi orang tua yang dewasa untuk anaknya secara emosional.

Dibesarkan di keluarga disfungsional dengan emosionalnya yang tidak dewasa pasti sangat melelahkan bagi anak. Sulit rasanya secara emosional untuk menyayangi orang tua yang berharap dihargai dan dipatuhi oleh anak-anaknya, namun mereka justru berusaha mengontrol perilaku anak dan mengabaikan kebutuhan emosi anak.

Apabila kamu yang dibesarkan oleh orang tua yang disfungsional dan tidak dewasa secara emosional, peluk jauh untukmu. Kamu hebat dan kuat untuk bisa bertahan sejauh ini dan bisa sampai di titik ini. Jika kamu dibesarkan oleh orang tua yang disfungsional dan tidak dewasa secara emosional, ini tandanya.

2 dari 4 halaman

1. Orang tua mau kamu memenuhi keinginannya dulu baru keinginanmu

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Casezy idea

Tidak ada hubungan yang setara antara anak dan orang tua di sini. Orang tua akan selalu menomor satukan kebutuhan/keinginannya dulu, sedangkan anak dipaksa untuk menurutinya dan harus selalu mengalah. Karena tidak pernah diprioritaskan dan dilindungi oleh orang tua, secara emosional anak akan merasa tidak aman.

3 dari 4 halaman

2. Merasa kesepian secara emosional ketika bersama orang tua

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/PR Image Factory

Orang tua hadir mungkin hadir secara fisik, tapi tidak secara emosional. Itulah kenapa anak yang tumbuh dengan orang tua disfungsional merasa kesepian secara emosional. Secara emosional, anak juga tidak merasa aman dengan orang tua seperti ini. Dari luar mungkin tampak biasa saja, tapi dalamnya terasa tidak ada ikatan antara orang tua dan anak.

4 dari 4 halaman

3. Merasa 'dipaksa' dan 'terjebak'

Ilustrasi/Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Orang tua memaksa anak untuk menuruti kemauan mereka. Agar anak mau menurut, mereka memaksa anak dengan perasaan bersalah, malu, takut, dan terpojok sampai kemauannya terpenuhi. Mereka memanipulasi anak secara emosional agar tetap bisa mengedalikan/mengontrol anak.

Bukannya bermaksud untuk menyalahkan apa yang telah orang tua perbuat ke kita, melainkan agar kita lebih sadar akan kondisi kita secara emosional. Jika memang mengalami hal serupa, semoga bisa memproses luka-luka yang mungkin selama ini dirasakan agar kelak tidak sampai menurunkan ke anak, ya.

Setelah mengetahui ciri-ciri orang tua yang tidak dewasa secara emosional di atas, adakah yang relate dan pernah kamu rasakan?

Ditulis oleh: Aulia Oktafia Mahmudah