Perjuangan Ibu Tunggal Membesarkan Anak Seorang Diri, 36 Tahun Menyamar jadi Laki-Laki 

Novi Nadya diperbarui 01 Des 2022, 21:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Keadaan memaksa seorang perempuan asal Tamil Nadu dari distrik Toothukoodi menyamar sebagai laki-laki, saat ia kehilangan sang suami untuk selamanya. Saat suaminya meninggal karena serangan jantung selang 15 hari usai pernikahan mereka, perempuan bernama Petchiammal itu baru berusia 20 tahun.  

Saat itu ia sedang mengandung, ia harus berjuang sendirian selama masa kehamilan sampai melahirkan. Perjuangan pun semakin keras setelah ia dikaruniai seorang anak perempuan sekaligus memiliki peran baru sebagai seorang ibu. 

Sebagai ibu tunggal, ia harus membesarkan putrinya seorang diri, yang artinya harus mencari nafkah sebagai kepala keluarga. Sayangnya, tinggal dan hidup di dalam masyarakat partiarkal, membuatnya mengalami lebih banyak penderitaan, termasuk pelecehan seksual, seperti yang ditulis timesofindia.com. 

Hal itu pula yang akhirnya membuat Petchiammal memulai penyamarannya sebagai seorang pria, yang akhirnya bertahan hingga 36 tahun. Ia pun mulai menggunakan nama baru menjadi Muthu, serta mengganti seluruh identitas resminya, termasuk cara berpakaian. 

 

2 dari 2 halaman

Ingin Menjadi Pria Sampai Akhir Hayat

Tak hanya sekadar mengganti sari dengan kemeja pria dan ‘lungi’, ia juga berkomitmen dengan gagasan tidak ingin menikah lagi dan ingin hidup mandiri. Berbagai pekerjaan serabutan dijalani, dari pelukis, master reh, hingga pembuat parotta yang terkenal sampai akhirnya dijuluki sebagai Master Muthu. 

Dari kerja kerasnya, ia menabung setiap sen agar putrinya Shanmugasundari memiliki kehidupan yang lebih baik. Meski pahitnya menjadi laki-laki harus ditelan sendiri, dari harus duduk di kursi bus pria dan menggunakan toilet pria. 

“Kami bermukim kembali di Kattunayakkanpatti lebih dari 20 tahun yang lalu. Hanya kerabat dekat saya di rumah dan putri saya yang tahu bahwa saya seorang wanita,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan The New Indian Express.

Kini sang putri telah menikah, namun Petchiammal yang berusia 57 tahun belum siap kembali pada identitas aslinya. Menurutnya, identitas alternatifnya memastikan kehidupan yang aman bagi putrinya, dan tetap ingin menjadi Muthu sampai akhir hayatnya. 

Tag Terkait