3 Tanda Mertua Mengusik Rumah Tanggamu, Bikin Nggak Betah Tinggal Bersama!

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 11 Feb 2023, 08:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Apakah Sahabat Fimela tinggal dengan mertua? Bisa menjadi sesuatu yang menegangkan ketika harus tinggal satu atap dengan mertua. Kamu perlu menyesuaikan diri dan mengikuti peraturan di rumah tersebut. Beberapa mungkin memiliki hubungan yang baik dengan mertua, namun sebagian lainnya merasa tidak.

Memiliki batasan yang sehat antara mertua dan menantu tentu menjadi awal yang baik. Namun, hal ini tidak selalu terjadi. Seperti dalam beberapa situasi, menantu perempuanlah yang merasa tertindas karena pengaruh yang tidak semestinya oleh mertua dalam kehidupan dan keputusan rutin mereka. Jika Kamu bertanya-tanya apa yang pantas dan apa yang tidak dapat diterima, beberapa hal ini mungkin akan membantumu. Berikut adalah beberapa tanda yang menujukkan bahwa mertuamu ikut campur dalam hubungan pernikahanmu.

1. Melanggar Kebebasan Pribadimu

Sering kali, tinggal di rumah yang sama membutuhkan kompromi yang adil dari kedua belah pihak. Mertua mungkin harus terbiasa memiliki anggota keluarga baru yang memiliki preferensi unik, sementara kamu harus terbiasa dengan kehidupan di rumah tangga mereka. Tetapi jika mereka mencoba untuk mengontrol apa yang kamu kenakan, menolak untuk mengizinkanmu memasak jenis makanan yang kamu suka atau menolak untuk membiarkanmu bekerja dengan profesimu saat ini atau menyuruhmu untuk mencari pekerjaan lain, maka itu merupakan mertuamu terlalu mengontrol dirimu dan rumah tanggamu.

2 dari 2 halaman

2. Kasar Secara Verbal dan Menjatuhkanmu

Ilustrasi emrtua/copyrightshutterstock/takayuki

Banyak kasus, menantu mungkin mengalami ejekan, gaslighting dan pelecehan secara verbal dari mertua. Penting bagimu untuk meminta bantuan pasangan untuk menetapkan batasan keras dengan mertuamu. Ini akan memastikan bahwa kamu dapat hidup dengan bermartabat dan membina hubungan timbal balik yang saling menghormati.

3. Mencari Kendali atas Keuanganmu

Meskipun wajar bagi orangtua dan mertua untuk khawatir apakah kamu membuat keputusan keuangan yang tepat untuk masa depan atau tidak, harus ada batasan. Jika kamu menemukan bahwa ibu mertua atau ayah mertua mencari tahu persis berapa banyak yang kamu peroleh dan memintamu untuk menyerahkan gajimu kepadanya, maka ini adalah bendera merah.

Jika mereka mencari kontrol kecil atas pengeluaran, kebebasan finansial, dan investasi, kamu tahu bahwa kontrol seperti itu tidak adil. Segala sesuatu mulai dari mereka mengambil pinjaman atas namamu hingga menggadaikan perhiasanmu dapat mengarah pada penyalahgunaan keuangan dalam suatu hubungan.

#WomenforWomen