5 Keraguan Pria Sebelum Menikah dan Jalani Cinta Serius

Febi Anindya Kirana diperbarui 07 Mar 2023, 09:33 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap manusia pasti memiliki keraguan dalam segala hal, tidak terkecuali hubungan cinta. Seringkali keraguan inilah yang menghalangi seseorang membangun hubungan cinta yang serius dan bahkan jangka panjang. Merasa ragu dalam hubungan cinta tidak hanya dirasakan perempuan, tapi juga laki-laki. Ketika kamu menemui pria yang merasa ragu menjalin cinta denganmu, kira-kira apa yang ingin kamu ketahui pertama kali? Pasti alasannya bukan? Jik bisa disebutkan, sekian hal inilah yang menjadi keraguan pria dalam menjalani hubungan cinta.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Apakah pendapatanku sudah cukup?

ilustrasi pasangan/copyright Pexels/vjapratama

Uang adalah masalah besar. Pria memiliki kekhawatiran utama soal finansial. Ia harus memastikan gaji atau uang yang dihasilkan dari pekerjaannya cukup untuk menghidupi istri dan anaknya nanti. Apakah ia di posisi bisa menikah dan membangun keluarga untuk saat ini? Bagaimana pun, ia tidak ingin hidup susah. Ia pasti ingin rumah tangga yang tidak kekurangan secara ekonomi nantinya. Itu yang membuat pria ragu menjalani hubungan cinta.

3 dari 6 halaman

2. Bagaimana jika pasanganku lebih mapan?

ilustrasi couple bahagia/Twinsterphoto/Shutterstock

Secara finansial, kembali menjadi problem utama, tidak terkecuali ketika pria merasa perempuan yang menjadi calon istrinya lebih kaya, berpenghasilan besar atau lebih mapan darinya. Kondisi itu membuat banyak pria minder dan itu terkadang melukai harga dirinya. Apakah ia harus membebankan uang sekolah dan biaya sehari-hari dari penghasilan istri? Itu sering membuat pria menunda untuk menikah atau mencari perempuan lain.

4 dari 6 halaman

3. Seberapa besar aku mencapai sesuatu dalam hidup?

ilustrasi pasangan cinta/SVRSLYIMAGE/Shutterstock

Para pria akan melihat kembali ke masa lalu hidupnya dan mengevaluasi, apa saja yang sudah ia raih selama ini dalam hidup. Apakah itu cukup membuatnya puas sehingga ia kini butuh level baru untuk menjalani hidup? Apa saja yang sudah ia lakukan, apa yang membuatnya bahagia, apakah ia sudah selesai menyenangkan dirinya sendiri atau apakah ada hal lain yang masih ia usahakan untuk dicapai? Semua itu seringkali jadi sumber keraguan pria ketika memutuskan menjalin hubungan.

5 dari 6 halaman

4. Akankah aku jadi suami yang baik?

ilustrasi pasangan cinta/TimeImage Production/Shutterstock

Banyak pria merasa ragu pada dirinya sendiri apakah bisa menjadi sosok yang diinginkan dan diharapkan pasangannya nanti. Akankah ia jadi suami yang baik dan ayah teladan untuk anaknya? Jika ia merasa sikap dan pemikirannya belum cukup dewasa untuk menghadapi kenyataan itu, umumnya pria akan susah berkomitmen dalam hubungan jangka panjang. Ia merasa belum siap dan pantas menjalani pernikahan yang serius dan ingin ia jalani sekali seumur hidup.

6 dari 6 halaman

5. Bagaimana dengan kebebasanku?

ilustrasi pasangan cinta/gowithstock/Shutterstock

Para pria cenderung akan mempertimbangkan seberapa berubah kehidupannya selepas menikah. Apakah ia bisa mendapatkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri atau sepenuhnya terikat dengan kepentingan anak, istri, dan bahkan keluarganya? Jika ia merasa kemandirian dan kuasa atas hidupnya menjadi dipersempit dan terlalu mengikat, ia ragu bisa menjalaninya dengan baik. Jika secara mental ia merasa belum sanggup, ia takut hanya akan merusak pernikahan itu sendiri dengan keegoisannya.

Itu dia sekian keraguan pria dalam menjalani hubungan cinta. Sebenarnya wajar jika setiap orang memiliki keraguan dalam hubungan cinta, baik pria maupun perempuan. Dan setiap orang berhak memiliki pertimbangannya masing-masing.

#Breaking Boundaries