Bolehkah Mewarnai Rambut Saat Hamil? Cek Faktanya

Mimi Rohmitriasih diperbarui 25 Apr 2023, 19:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Rambut menjadi mahkota alami setiap orang. Rambut yang cantik, terawat dan indah, akan membuat pemiliknya merasa lebih percaya diri. Ia juga akan tampak menawan, mengesankan dan memesona di mata orang lain. 

Ada banyak perawatan yang  bisa dilakukan untuk dapatkan rambut yang lebih cantik menawan. Namun, bagaimana dengan perawatan rambut yang dilakukan oleh ibu hamil? Bolehkah ibu hamil melakukan perawatan pada rambutnya termasuk mewarnai rambut? Akankah hal ini berbahaya buat janin di dalam kandungan?

2 dari 3 halaman

Mewarnai Rambut Saat Hamil

Ilustrasi Mimpi Mewarnai Rambut Credit: pexels.com/Tim

Mewarnai rambut adalah salah satu perawatan yang dilakukan untuk menjaga penampilannya agar tetap cantik dan menawan. Selain agar tetap cantik, mewarnai rambut juga dilakukan agar ibu hamil makin percaya diri, bahagia dan terhindar dari perasaan stres maupun tertekan. Tapi sayang, penggunaan pewarna rambut tidak disarankan untuk digunakan secara berlebihan oleh ibu hamil. 

Studi menemukan jika zat adiktif di dalam pewarna rambut bisa membahayakan kesehatan janin. Zat adiktif ini bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Meski begitu, penggunaan pewarna rambut yang sangat sedikit atau minim, ini tetap boleh dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin pewarna rambut tidak membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin di kandungannya.

3 dari 3 halaman

Tips Aman Mewarnai Rambut Saat Hamil

Ilustrasi Ibu Hamil/copyright shutterstock

Berikut adalah beberapa tips aman mewarnai rambut saat hamil. 

  1. Hindari mewarnai rambut di kehamilan trimester pertama. Kehamilan trimester pertama masih sangat rentan terhadap berbagai bahaya, termasuk bahaya paparan zat kimia dalam alat make up pun pewarna rambut. 
  2. Gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna rambut. Hindari mengaplikasikan pewarna rambut secara langsung dengan telapak tangan. Hindari juga mengaplikasikan pewarna rambut saat kulit kepala mengalami iritasi. 
  3. Jangan gunakan pewarna rambut secara berlebihan. Jangan pula gunakan pewarna rambut secara terus menerus atau dalam jangka waktu dekat. Sebaiknya, mewarnai rambut tidak dilakukan lebih dari dua kali selama hamil. 
  4. Warnai rambut dengan pewarna alami. Biasanya, pewarna alami ini adalah pacar atau henna. Hindari menggunakan pewarna rambut yang mengandung pemutih atau amonia. 

Itulah sekilas mengenai mewarnai rambut saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat.