Teknologi AI Dimanfaatkan Kemendikbudristek untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

Fimela Reporter diperbarui 08 Jul 2023, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Berkembangnya teknologi di masa kini membuat banyak hadirnya penemuan-penemuan yang dapat membantu dan mendorong berbagai bidan. Salah satunya teknologi AI. Dilansir dari builtin.com, Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan mesin pintar yang mampu melakukan tugas-tugas manusia. 

Teknologi AI kini juga telah digunakan dalam berbagai bidang untuk kemajuan dunia, salah satunya pendidikan. Hal tersebut ditunjukkan oleh kolaborasi yang dilakukan Huawei. Huawei yang merupakan penyedia infrastruktur dan perangkat pintar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka yang terus akan berkonsentrasi pada terobosan teknologi untuk kemajuan dunia. 

Beberapa waktu lalu, baru saja Huawei berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan layanan cloud pada sistem pendidikan nasional. Hal tersebut, dilakukan karena investasi teknologi Huawei yang dilihat dan dipercaya dapat membantu pemerintah untuk merevolusi pendidikan di Tanah air melalui penyediaan teknologi pendidikan terkini.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Pemanfaatan AI untuk Pendidikan Tanah Air

Ilustrasi Pemanfaatan AI untuk Pendidikan Tanah Air anak. Foto: pexels.com/@panditwiguna.

"Kemendikbudristek menghargai kontribusi berkelanjutan Huawei sebagai mitra teknologi pemerintah di bidang pendidikan untuk mendorong fungsi dan fitur teknologi AI serta layanan cloud menjadi bagian utama dalam tumbuh kembang teknologi pendidikan di masa depan. Karena teknologi pendidikan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek Prof Nizam. 

Berkembangnya teknologi AI telah memberikan dampak yang semakin besar pada aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan karena dapat membantu para tenaga pengajar untuk mempelajari dan menganalisis big data terkait dengan pembelajaran yang menjadi landasan bagi pihak penyelenggara pendidikan tinggi saat akan menyusun kurikulum atau merekomendasikan pembekalan kepada siswa secara tepat dalam meningkatkan kapabilitasnya.

Di lain sisi, AI juga membantu mengarahkan laju kehidupan pendidikan para siswa supaya lebih efektif dan efisien sehingga mereka dapat memahami dan mengelola keterbatasan mereka selama belajar. Tak hanya itu, kehadiran AI juga membantu siswa dalam mengelola porsi belajar mandiri yang sesuai dengan minat dan kurikulum pendidikan formal perguruan tinggi.

Sedangkan, untuk layanan cloud dalam pendidikan berfungsi sebagai wadah kegiatan belajar yang kolaboratif sehingga memungkinkan para mahasiswa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Selain itu, dalam lingkup lainnya, teknologi cloud juga memberikan dampak positif pada pengembangan kemampuan kolaborasi dan komunikasi mahasiswa yang menjadi modal utama ketika akan terjun ke dunia kerja.

 

 

3 dari 3 halaman

Investasi Teknologi Huawei untuk Pendidikan

Sambutan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek Prof Nizam saat Huawei Techday 2023.

"Investasi teknologi Huawei di Indonesia dapat menciptakan peningkatan kualitas sistem pendidikan yang signifikan. Pemanfaatan inovasi teknologi AI dan layanan cloud yang disediakan Huawei dapat membantu pemerintah merealisasikan target dan sasaran kebijakan pendidikan, sekaligus meningkatkan taraf hidup generasi muda,” ujar Yenty Joman, Director of Government Affairs, Huawei Indonesia.

Diselenggarakannya Huawei Techday 2023 yang melibatkan 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan tenaga kependidikan profesional menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kemendikbudristek dan Huawei yang ingin menjadi wadah edukasi dan sosialisasi pemanfaatan solusi TIK di lingkup pendidikan tinggi. Nantinya pada acara ini, akan ada pelatihan penggunaan aplikasi AI yang akan disampaikan langsung oleh Huawei Asean Academy Indonesia sebagai bagian implementasi pilar komitmen Huawei "I Do Contribute" dan dapat diikuti oleh para mahasiswa. 

Huawei sendiri memiliki target untuk mencetak 100.000 talente TIK di Indonesia hingga 2025 mendatang dan hingga saat ini telah lebih dari 80.000 SDM TIK telah diberikan pelatihan, pembekalan, dan sertifikasi. Selain itu, pada acara ini, Kemendikbudristek juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa pemenang Huawei Global ICT Competition yang berasal dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Telkom serta menggelar diskusi  bertema "Utilisasi Kecerdasan Buatan pada Perguruan Tinggi: Potensi, Tantangan dan Peluang" dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Huawei dan KORIKA.

 

 

*Penulis: Fani Varensia