Siapa yang Menentukan IQ Anak?

Fimela Reporter diperbarui 29 Agu 2023, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sejak lama, pertanyaan tentang faktor apa yang menentukan tingkat kecerdasan seseorang, terutama anak-anak, telah menjadi perdebatan yang menarik. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah "keturunan siapakah yang menentukan IQ anak?".

Pertanyaan ini seringkali muncul di benak para orangtua yang ingin memberikan yang terbaik untuk perkembangan anak-anak mereka. Kecerdasan (IQ) memang memiliki peran penting dalam menentukan kemampuan intelektual seseorang, tetapi perlu dipahami bahwa faktor-faktor lain juga berperan dalam membentuk IQ anak.

Dilansir dari National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), kecerdasan atau IQ anak dapat dipengaruhi oleh berbagai fakor, salah satu faktor terbesarnya yaitu genetik orangtua. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan dapat memiliki komponen genetik yang signifikan, dan orangtua yang memiliki IQ tinggi cenderung memiliki anak dengan IQ di atas rata-rata.

Namun, penting untuk diingat bahwa faktor genetik tidak sepenuhnya menentukan IQ. Gen hanya menyediakan "kerangka" bagi potensi kecerdasan anak. Lingkungan dan pengalaman juga memainkan peran penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Peran orangtua dalam meningkatkan IQ anak

Selain faktor genetik dapat berpengaruh pada IQ anak, tetapi kita sebagai orangtua memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mengoptimalkan kecerdasan anak. Dalam hal ini, kita dapat melakukannya dengan memberikan lingkungan dan pengalaman pada anak yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan mereka. Apa sajakah itu? Simak penjelasan dibawah ini ya sahabat Fimela.

1. Ajak anak berbicara

Dilansir dari Kids Health, salah satu cara yang efektif untuk membantu perkembangan kecerdasan anak adalah dengan mengajak mereka berbicara dan bertanya tentang dunia sekitarnya. Interaksi verbal yang beragam dan menarik membantu mengembangkan keterampilan bahasa dan pemahaman anak.

Selain itu, mengajak anak berbicara juga dapat merangsang perkembangan kognitif anak untuk belajar berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan berpikir abstrak melalui diskusi dan tanya jawab.

2. Ajak anak membaca buku bersama

Membaca bersama tidak hanya mengembangkan kecintaan anak pada literasi, tetapi juga meningkatkan fungsi kognitif anak dalam berpikir serta mengasah keterampilan bahasa mereka. Ketika mengajak anak membaca, secara tidak langsung anak akan membayangkan atau berimajinasi tentang karakter, tempat, dan peristiwa cerita yang terdapat dibuku yang dibaca tersebut. Hal tersebut lah yang dapat membangun kemampuan anak untuk berimajinasi dan memicu kreativitas mereka.

3 dari 4 halaman

3. Membiarkan anak bermain dan bereksplorasi

Membiarkan anak bermain dan bereksplorasi. Foto: pexels.com/Allan Mas

Ketika anak lebih senang bermain permainan yang ia sukai, sebaiknya kita sebagai orangtua tidak mencegah anak untuk bermain. Dengan membebaskan anak bermain, menjadi cara alami bagi anak-anak untuk belajar dan bereksplorasi dengan dunia di sekitar mereka.

Untuk mendukung kegiatan bermain anak lebih bermakna dan dapat mengasah kecerdasan mereka, kita sebagai orangtua dapat memberikan mainan seperti puzzle, permainan konstruksi, dan permainan lainnya yang dapat merangsang pikiran anak sehingga dapat membantu mengasah kecerdasan mereka.

4.  Selalu beri dukungan emosional pada anak

Dilansir dari Verwell Family, Dukungan emosional yang positif dari orangtua sangat penting dalam membantu anak mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional. Hal ini berdampak pada perkembangan kepribadian, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan sosial anak, yang membentuk pondasi bagi kehidupan sosial dan emosional yang sehat di masa depan.

4 dari 4 halaman

5. Nutrisi yang baik mendukung perkembangan kognitif anak

Nutrisi yang baik mendukung perkembangan kognitif anak. Foto: Shutterstock.

Asupan nutrisi yang baik juga berperan dalam perkembangan otak anak. Nutrisi yang tepat dapat membantu otak bekerja secara optimal dan mendukung perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, kita sebagai orangtua memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan makanan yang seimbang dan bergizi, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Orangtua memainkan peran utama dalam membantu mengembangkan potensi kecerdasan anak. Dukungan, perhatian, dan cinta dari orangtua dapat memberikan rasa aman dan percaya diri pada anak, yang sangat penting bagi perkembangan otak mereka. Selain itu, memberikan stimulasi intelektual, mendukung pendidikan, dan memberikan latihan kognitif secara teratur dapat membantu meningkatkan IQ anak.

Penting untuk diingat bahwa IQ anak tidaklah tetap dan dapat berkembang seiring waktu. Dengan memberikan lingkungan yang mendukung dan kesempatan yang tepat, kita dapat membantu anak-anak kita mencapai potensi kecerdasan tertinggi mereka. Jadi, jangan pernah ragu untuk memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat bagi anak-anak kita, karena kecerdasan buah hati kita merupakan investasi bagi masa depan mereka yang gemilang.

 

*Penulis: Amelia Septika.