5 Tanda Munculnya Trust Issue dalam Diri Seseorang

Fimela Reporter diperbarui 20 Okt 2023, 17:22 WIB

Fimela.com, Jakarta Kepercayaan termasuk salah satu pondasi dasar dalam suatu hubungan. Layaknya komunikasi, kepercayaan begitu penting untuk dimiliki demi keberlangsungan hubungan yang sehat. Rasa percaya tersebut dapat terus tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Setiap hubungan pun perlu untuk bergantung pada kepercayaan supaya dapat bertahan lama. Namun, sebagian orang pasti pernah merasakan masalah kepercayaan, terutama karena adanya keraguan terhadap ucapan atau tindakan pasangan. Sahabat Fimela mungkin pernah mendengar istilah trust issue yang kini sudah sering digunakan oleh banyak orang.

Melansir dari thrive works, trust issue atau masalah kepercayaan ini dapat diartikan sebagai kondisi ketika seseorang merasa takut untuk kembali percaya dengan orang lain karena pernah mengalami pengkhianatan, pengabaian, atau manipulasi. Pengalaman masa kecil, perselingkuhan dalam hubungan, gaslighting, dan trauma masa lalu bisa menjadi sekian penyebab yang memicu munculnya trust issue pada diri seseorang. 

Apa saja tanda yang bisa diketahui saat seseorang mengalami trust issue? Dilansir dari WebMD dan thrive works, berikut untuk sejumlah tanda yang bisa diketahui:

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Tidak Percaya dengan Perkataan yang Diutarakan Orang Lain

Masalah kepercayaan dapat menjadi seseorang mudah curiga/copyright freepik/stockking

Biasanya, seseorang yang telah mengalami trust issue akan memiliki kecenderungan untuk memeriksa kembali ucapan yang dikatakan oleh orang lain. Mereka tidak akan mudah percaya dengan omongan orang lain dan akan memilih untuk menelusuri faktanya secara lebih mendalam. Keraguan tersebut bisa membuat mereka lebih waspada terhadap orang lain.

Mereka akan bersikap berhati-hati dan memiliki kecurigaan terhadap perkataan orang lain. Bahkan, saat mereka tidak memiliki alasan untuk ragu dengan kejujuran pasangan, teman, atau keluarga, mereka pun tidak akan mempercayai secara langsung, kecuali setelah mengonfirmasinya sendiri. 

3 dari 6 halaman

2. Selalu Mengantisipasi Pengkhianatan

Trust issue membuat seseorang takut saat menjalin hubungan/copyright freepik/pressfoto

Seseorang dengan masalah kepercayaan sering memiliki asumsi dari pikiran sendiri. Di sisi lain, mereka juga akan mempersiapkan hal terburuknya. Kurangnya kepercayaan akan menciptakan rasa curiga terhadap motif dan perilaku orang lain. Oleh karenanya, individu yang memiliki trust issue selalu mengantisipasi pengkhianatan atau hal buruk sehingga tidak ingin berharap lebih terhadap orang lain. Mereka akan berusaha untuk menurunkan ekspektasi agar tidak kembali merasa kekecewaan lagi. 

4 dari 6 halaman

3. Menjaga Jarak dengan Orang Lain

Seseorang dengan trust issue terkadang memilih untuk mengisolasi diri dari orang lain/copyright freepik

Trust issue dapat membuat seseorang merasa kesulitan untuk membuka diri atau mendekati orang lain. Meski mereka merindukan hubungan yang begitu mendalam, nyatanya mereka akan tetap menutup diri hingga bertemu orang yang benar-benar tepat. Rasa takut untuk kembali bergantung dengan orang lain membuat mereka memilih untuk menjauhkan diri. Keputusan tersebut dianggap sebagai cara terbak bagi mereka untuk menghindari adanya pengkhianatan atau pengabaian. 

5 dari 6 halaman

4. Bersikap Protektif terhadap Orang Terdekat

Ketika sudah percaya dengan orang terdekat, justru timbul sikap protektif dengan orang lainnya/copyright freepik/lookstudio

Munculnya rasa tidak percaya dengan orang lain tentunya bisa menumbuhkan sikap protektif dalam diri seseorang. Mereka yang memiliki trust issue akan protektif terhadap orang yang mereka cintai atau orang terdekat mereka. Entah untuk melindungi mereka dari orang yang tidak baik atau adanya rasa takut untuk ditinggal dengan orang yang sudah dipercaya. 

6 dari 6 halaman

5. Menghindari Komitmen

Trust issue membuat seseorang sulit berkomitmen/copyright freepik/Dragen Zigic

Adanya rasa ragu bisa membuat seseorang menghindari komitmen dengan orang lain. Tidak peduli seberapa besar kepedulian tersebut, seseorang dengan trust issue akan menolak untuk berkomitmen. Mereka membutuhkan waktu agar bisa menjalin hubungan lagi dengan orang yang benar-benar dipercaya. 

Masalah kepercayaan akan membutuhkan waktu untuk bisa mengatasinya secara penuh. Lambat laun, rasa percaya bisa tetap hadir saat seseorang bisa berpikir positif dan telah berdamai dengan segala hal yang telah terjadi. Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan saat telah mempercayai orang-orang yang tepat di dalam hidupmu.

 

Penulis: Syifa Azzahra