5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Orang dengan IQ Tinggi

Denisa Aulia diperbarui 15 Nov 2023, 15:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Kecerdasan merupakan kemampuan orang untuk memahami, belajar, berpikir, dan beradaptasi dalam berbagai situasi. Kecerdasan adalah aspek penting dalam perkembangan manusia dan memainkan peran besar dalam keberhasilan seseorang di berbagai aspek. Terdapat beberapa teori tentang kecerdasan, salah satunya yang paling terkenal adalah teori Multiple Intelligences (Teori KEcerdasan Mejemuk) oleh Howard Gardner.

Kecerdasan dapat diukur dengan berbagai cara, termasuk tes kognitif, tes kecerdasan emosional, dan pengamatan perilaku sehari-hari. Namun, penting untuk diingat bahwa kecerdasan adalah konsep yang kompleks dan multifaset, dan definisi dan pengukurannya dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang teoritis.

Salah satu cara untuk mengukur kecerdasan seseorang adalah dengan IQ (Intelligence Quotinent). Dilansir dari Study.com, IQ mengukur kecerdasan berdasarkan kemampuan seseorang untuk berpikir menggunakan logikanya. IQ dapat diukur dengan menguji kecerdasan yang melibatkan pertanyaan kepada peserta yang menguji kemampuan mereka dalam hal memori, pengenalan pola, dan kemampuan pemecahan masalah. IQ adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan intelektual seseorang berdasarkan hasil tes yang mencakup berbagai aspek tersebut.

Selain dengan tes IQ, kecerdasa nseseorang juga dapat dilihat dari perilakunya sehari-hari. Orang-orang dengan IQ tinggi memiliki kebiasaan-kebiasan unik yang sering mereka lakukan, baik secara sadar, maupun tidak sadar. Nah, berikut adalah beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang dengan IQ tinggi, yang biasanya tidak mereka sadari.

2 dari 3 halaman

1. Meja Kerja yang Berantakan

Orang ber-IQ tinggi biasanya meiliki meja kerja yang berantakan (foto: Pexels/Mizuno K)

Orang ber-IQ tinggi biasanya meiliki meja kerja yang berantakan (foto: Pexels/Mizuno K)

Apakah Sahabat Fimela kesulitan dalam menjaga meja atau ruangan tetap rapi? Tenang saja, memiliki meja atau ruangan yang berantakan bukan berarti tanda dari seorang pemalas, bisa jadi Sahabat Fimela memiliki IQ yang tinggi. Dilansir dari Cultura Colectiva, berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh University of Minnesota, orang-orang yang ada pada lingkungan yang berantakan cenderung lebih cerdas dibandingkan dengan orang lain. Penelitian ini menyebutkan bahwa lingkungan kerja yang berantakan dapat memicu krativitas.

Beberapa orang yang sangat cerdesa memiliki kecenderungan untuk bekerja dalam keadaan yang kurang teratur. Mereka merasa bahwa keadaan yang berantajan dapat memicu kreativitas, yang memungkinkan mereka untuk berpikir di luar batas. Dilansir dari Hack Spirit, eberapa tokoh terkenal seperti Mark Twain, Thomas Edison, dan Steve Jobs yang memiliki meja kerja yang berantakan.

2. Menikmati Waktu Sendiri

Orang-orang dengan IQ yang tinggi biasanya menikmati waktu sendirian. Penelitian yang dilakukan oleh Satoshi Kanazawa dalam British Journal of Psychology menunjukkan bahwa orang pintar cenderung lenih nyaman dengan kesendirian.

Mereka yang sangat cerdas cenderung menginginkan waktu untuk diri mereka sendiri agar dapat fokus pada pemikiran dan ide-ide mereka tanpa adanya gangguan di sekelilingnya. Mereka ingin memiliki kesempatan untuk merenung dan tidak terbebani oleh tekanan sosial atau gangguan eksternal.

3 dari 3 halaman

3. Suka Berbicara Sendiri

Kebiasaan orang dengan IQ tinggi salah satunya adalah mereka cenderung suka berbicara sendiri (foto: Pexels/George Milton)

Masih berkaitan dengan kebiasaan sebelumnya, orang-orang dnegan IQ yang tinggi cenderung untuk berbicara dengan diri mereka sendiri saat mereka sedang menikmati waktu kesendiriannya, bahkan terkadang saat mereka sedang berinteraksi dengan orang lain juga. Hal ini mungkin terlihat aneh, teurama jika dilakukan saat seseorang sedang berjalan sendirian, bisa-bisa dianggap tidak waras.

Dilansir dari Hack Spirit, penelitian dari Bangor Universitt menunjukkan bahwa berbicara dengan diri sendiri sebenarnya merupakan tanda fungsi kognitif yang lebih tinggi. Praktik ini membantu untuk menjernihkan dan mengorganisir pemikiran seseorang. Dengan memverbalisasikan pemikiran dan mendengar suara diri sendiri, seseorang dapat memproses informasi dengan lebih mudah, yang mana dapat meningkatkan fokus dan kinerja.

4. Lebih Suka Begadang

Kebiasaan lain dari orang dengan IQ yang lebih tinggi adalah suka begadang. Mereka cenderung menjadi nokturnal atau lebih aktif pada malam hari. Mereka lebih menyukai ketenangan dan kedamaian makam untuk meningkatkan kreativitasnya. Meskipun mereka bangun lebih siang, ini bukan berarti mereka tidak produktif, mereka mereka cenderung menyelesaikan banyak pekerjaan di malam hari, dengan puncak produktivitas pada pukul 9 malam.

Dilansir dari Hack Spirit, beberapa orang yang memiliki IQ tinggii bahkan mengikuti jadwal tidur polifasik, yang melibatkan tidur sekitar 2 hingga 5 jam per malam dan tidur sebentar secara periodik sepanjang hari. Sebagai contoh, Leonardo da Vinci dikenal tidur hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam per malam, tetapi dia menggantinya dengan tidur sebentar selama 10 menit setiap 2 jam.

5. Sering Lupa

Terkadang, orang yang sering lupa dianggap sebagai orang yang ceroboh, kurang perhatian, atau kurang pintar. Padahal, hal ini bisa jadi tanda bahwa orang tersebut memiliki IQ yang tinggi. Orang yang sangat cerdas cenderung lebih fokus pada pemikiran abstrak, pemecahan masalah, dan pemikiran kritis, sehingga mereka mungkin mengabaikan beberapa detail sehari-hari.

Melupakan beberapa detail yang tidak penting adalah cara otak kita untuk membersihkan diri dan memprioritaskan informasi yang lebih penting. Dengan melupakan informasi yang tidak relevan atau kurang penting, pikiran kita dapat lebih efisien dalam mengatasi informasi yang kritis dan membuat keputusan. Kelemahan dalam mengingat detail sehari-hari tertentu mungkin seimbang dengan keunggulan dalam pemahaman konsep-konsep kompleks.

Itulah beberapa kebiasaan yang tidak disadari oleh orang-orang yang memiliki IQ tinggi. Bagaimana Sahabat Fimela? Apakah termasuk salah satunya?

 

Penulis: Denisa Aulia

#BreakingBoundaries