Upaya Merawat Wajah Pariwisata dengan Inovasi Penanganan Sampah Berkesinambungan

Rivan Yuristiawan diperbarui 26 Nov 2023, 11:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Namun sayangnya, hal itu tak didukung dengan sikap disiplin masyarakat dalam menjaga kebersihannya. Isu sampah pun sudah menjadi bahasan lama yang tak kunjung berubah.

Sebagai negara yang masuk dalam lima besar penyumbang sampah ke laut, penting bagi semua pihak untuk menangani permasalahan ini. Kebutuhan akan infrastruktur pembuangan sampah yang memadai menjadi tantangan lain di samping perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat yang masih rendah.

Maka dari itu, dalam acara Aksi Bersih Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat yang berlangsung pada 20 November 2023 kemarin, Danone Indonesia mengajak untuk lebih peduli dalam mengelola sampah pada destinasi wisata. sejumlah upaya pun akhirnya dilakukan, dari aksi bersih-bersih sampai pengadaan infrastuktur yang memadai guna menanggulangi masalah sampah.

"Melalui upaya ini kami berharap dapat mengurangi potensi sampah ke lingkungan dan destinasi wisata.” ujar Jeffri Ricardo, Senior Manager Packaging Circularity Danone Indonesia.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Serangkaian Program

[Foto/istimewa]

Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan infrastruktur ekonomi sirkular di wilayah objek wisata, Danone Indonesia melakukan serangkaian upaya untuk membangun infrastruktur ekonomi sirkular dan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Dalam inisiatifnya, Jeffri menyebut pihaknya mendukung pengembangan sistem pengumpulan sampah, pusat daur ulang, dan fasilitas pengolahan di dalam kawasan TNGGP.

Sebagai realisasi, Danone Indonesia berinisiatif menyediakan drop box pengumpulan sampah plastik, membangun rumah kompos di area Taman Nasional beserta peralatannya dan melakukan pendampingan pengelolaan sampah dimana sampah yang terkumpul akan dikelola Recycling Business Unit (RBU) milik Danone Indonesia untuk diolah kembali menjadi botol plastik.

"Sebagai tambahan, untuk meningkatkan potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Danone Indonesia akan membantu menata dan mempercantik lokasi berjualan para pedagang kaki lima di sekitar pintu masuk TNGGP," ujar Jeffri.

3 dari 3 halaman

Konsisten

[Foto/istimewa]

Sebagai informasi, Danone Indonesia telah lama terlibat dalam inisiatif lingkungan serta berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengatasi krisis sampah di Indonesia. Di tahun 1983, Aqua telah memulai benih sirkularitas dengan model bisnis Aqua Guna Ulang (galon) yang dapat dikembalikan dan digunakan kembali. Selain itu, Pada tahun 1993, program Aqua Peduli diluncurkan dan bekerja sama dengan sektor informal untuk mendorong pengumpulan PET untuk loop terbuka.

Komitmen Aqua semakin diperkuat dengan peluncuran kampanye #BijakBerplastik sejak tahun 2018. Kampanye ini mencakup beberapa langkah yakni mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan, meluncurkan kampanye edukasi untuk mendidik 5 juta anak-anak dan 100 juta konsumen.

“Semua hal ini merupakan strategi untuk mengatasi permasalahan sampah, baik dengan desain kemasan ramah lingkungan, maupun dengan berinovasi melalui produk yang mendukung ekosistem yang lebih ramah lingkungan," pungkasnya.