5 Sikap agar Bisa Perlahan Ikhlas Melepas Kepergian Seseorang

Endah Wijayanti diperbarui 07 Des 2023, 13:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Proses melepaskan dimulai dengan menerima dan mengakui rasa duka yang hadir. Ketika kita kehilangan seseorang yang kita cintai, emosi-emosi seperti kesedihan, kehilangan, dan mungkin kemarahan akan muncul secara alami. Sangat penting untuk memberi diri izin untuk merasakannya tanpa menghakimi diri sendiri. Penerimaan emosi adalah langkah awal untuk memahami dan mengelolanya.

Melepaskan seseorang yang kita cintai atau mengatasi kehilangan seseorang dalam hidup adalah perjalanan yang tidak pernah mudah. Proses ini penuh dengan berbagai emosi, tantangan, dan penyesuaian. Namun, dalam perjalanan ini, ada beberapa sikap yang dapat membantu kita perlahan-lahan ikhlas melepaskan kepergian seseorang.

 

 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Menerima Rasa Duka yang Hadir

Ikhlas./copyright shutterstock/tairome

Langkah pertama yang esensial dalam proses melepaskan adalah menerima dan mengakui rasa duka yang hadir. Kesedihan, kehilangan, dan mungkin bahkan kemarahan adalah reaksi alami terhadap perpisahan. Tidak ada yang salah dengan merasakannya. Bahkan, dengan menerima emosi ini, kita memungkinkan diri kita untuk mengatasi dan memprosesnya dengan lebih baik.

Rasa duka adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman manusia, dan menolaknya hanya akan memperpanjang waktu penyembuhan. Memberikan diri izin untuk merasakan dan menyatakan emosi secara sehat adalah langkah pertama menuju ikhlas. Jangan merasa harus menyembunyikan atau menekan emosi, karena hal tersebut hanya akan menyulitkan proses penyembuhan.

 

3 dari 6 halaman

2. Mengizinkan Diri untuk Berdamai dengan Rasa Kehilangan

Move on juga butuh keputusan./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384

 

Berdamai dengan rasa kehilangan tidak berarti melupakan atau mengurangi pentingnya orang atau hubungan yang telah pergi. Sebaliknya, ini adalah tentang menerima kenyataan bahwa kepergian itu nyata dan merupakan bagian dari kehidupan. Penerimaan ini memungkinkan kita untuk mulai melangkah maju tanpa terbebani oleh masa lalu.

Berdamai dengan kehilangan juga berarti menemukan cara untuk merayakan kenangan yang indah dan berharga. Bukanlah masalah melupakan, melainkan tentang membawa kenangan tersebut bersama kita dalam perjalanan kehidupan selanjutnya. Ini membantu kita untuk membentuk hubungan yang sehat dengan masa lalu dan membangun dasar untuk masa depan yang lebih baik.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Memberi Ruang bagi Diri Sendiri untuk Pulih

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/theshotsco

Proses penyembuhan memerlukan waktu, dan memberi diri sendiri ruang untuk pulih adalah penting. Hal ini melibatkan penciptaan batasan waktu dan tempat untuk merenung, meresapi, dan merawat diri sendiri. Dalam periode ini, fokuslah pada kegiatan yang memberikan kenyamanan dan ketenangan.

Mungkin kamu menemukan kenyamanan dalam membaca buku, berjalan-jalan di alam, atau melakukan aktivitas kreatif. Apa pun itu, pastikan untuk memberi diri kamu izin untuk melepaskan beban sejenak dan menjalani proses penyembuhan. Pada akhirnya, memberi diri ruang ini membantu mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri dan kebutuhan emosional.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Mencari Bantuan atau Dukungan yang Dibutuhkan

Selalu ada cara untuk move on./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima

Melepaskan seseorang tidak selalu berarti melakukannya sendirian. Mencari bantuan atau dukungan dari orang terpercaya, teman, atau bahkan seorang profesional dapat memberikan perspektif baru dan dukungan yang sangat dibutuhkan. Berbicara tentang perasaan dan pengalaman kamu dengan seseorang dapat membantu mengurangi beban emosional dan mempercepat proses penyembuhan.

Dukungan tidak hanya datang dari lingkaran sosial, tetapi juga melalui konseling atau terapi. Terapis yang berpengalaman dapat memberikan pkamungan profesional dan memberikan alat yang diperlukan untuk mengelola emosi dan pemikiran yang muncul selama proses melepaskan.

 

6 dari 6 halaman

5. Menciptakan Makna Baru dalam Kehidupan yang Dijalani

Perlahan move on./Copyright shutterstock.com/g/prostock_studio

 

Penting juga untuk menciptakan makna baru dalam kehidupan yang dijalani. Kehilangan seringkali menjadi momen pendorong untuk merenung tentang nilai-nilai, tujuan, dan harapan hidup. Gunakan kesempatan ini untuk mengeksplorasi aspek baru dari diri kamu sendiri dan hidup kamu.

Ini mungkin melibatkan mengambil hobi baru, menetapkan tujuan baru, atau bahkan mencari makna yang lebih dalam dalam pekerjaan dan hubungan kamu. Dengan menciptakan makna baru, kamu membuka pintu untuk pertumbuhan pribadi dan perkembangan yang lebih dalam, memungkinkan kamu melangkah maju dengan penuh keikhlasan.

Proses melepaskan kepergian seseorang memang membutuhkan waktu dan usaha, tetapi dengan mengadopsi sikap-sikap tersebut, kita dapat melangkah menuju ikhlas. Sahabat Fimela, setiap orang memiliki tempo penyembuhan yang berbeda, dan penting untuk memberi diri izin untuk merasakan, merawat, dan tumbuh dari pengalaman tersebut.

Dalam perjalanan ini, kita menemukan bahwa kekuatan sejati terletak dalam kemampuan untuk ikhlas melepaskan, membawa kita ke arah pertumbuhan dan kebahagiaan yang lebih besar.