Lestarikan Warisan Budaya Leluhur Lewat 50 Kuliner Otentik Indonesia

Vinsensia Dianawanti diperbarui 18 Des 2023, 12:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia tercermin dengan jelas pada kekayaan kulinernya. Cita rasa otentik yang beragam di setiap daerah menjadikan kuliner khas Indonesia begitu menarik untuk dieksplorasi. Sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Namun kamu tidak perlu keliling Indonesia untuk bisa menikmati semua kuliner khas di berbagai daerah. Warisan Bu Lika hadir sebagai destinasi kuliner yang mencerminkan kekayaan kuliner nusantara.

Baru saja membuka gerainya di kawasan Kelapa Gading, Warisan Bu Lika melestarikan kuliner otentik Indonesia dengan konsep Indonesia Authentics Food. Setidaknya lebih dari 50 sajian kuliner khas Indonesia bisa kamu temukan di sini.

"Masih kita beratnya di pulau Jawa bali, terus ada menado, sulawesi. Untuk sumatera ada sedikit cuma kalau Sumatera Barat saya belum ambil. Ini masih pengembangan terus lah sebenarnya," sebut Ferolika Setiawaty, owner Warisan Bu Lika.

 

2 dari 3 halaman

Menu andalan

Lebih dari 50 kuliner khas Indonesia dihadirkan Warisan Bu Lika (Warisan Bu Lika)

Konsep baru ini bukan sekadar tentang rasa, tetapi juga tentang cerita di setiap hidangan. Setiap sajian menghadirkan kearifan lokal dan keindahan bahan-bahan alami yang dipilih dengan hati. Kebersihan dan kualitas bahan menjadi prioritas utama kami, untuk memastikan setiap hidangan Warisan Bu Lika memuaskan setiap lidah yang menyantap.

Bu Lika menyebut nasi goreng menjadi menu favorit di Warisan Bu Lika. Dibanderol dengan harga Rp45ribu, kamu bisa mencicipi nasi goreng dengan cita rasa bumbu yang dikuat dan dibarengi dengan isian smoke beef.

 

3 dari 3 halaman

Dawet bule

Lebih dari 50 kuliner khas Indonesia dihadirkan Warisan Bu Lika (Warisan Bu Lika)

Di menu minuman, Warisan Bu Lika memiliki minuman yang disebut Dawet Bule. Minuman dawet ini memiliki isian yang sama berupa cendol, tape ketan ijo item, dan tape singkong. Hanya saja gula yang digunakan bukan gula jawa melainkan gula putih yang membuatnya disebut Dawet Bule.