ParagonCorp Temukan Permasalahan Kulit Masyarakat Indonesia Melalui Skin Genomic Research

Fimela ReporterTisha Sekar Aji diperbarui 08 Jan 2024, 08:30 WIB

Fimela.com, Jakarta PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp), sebagai pelopor solusi perawatan kulit melalui inovasi dan teknologi kecantikan terdepan, memaparkan hasil penelitian terbaru, Skin Genomic Research. Penelitian ini disampaikan kepada masyarakat dalam talk show bertajuk “1st in Indonesia: ParagonCorp Skin GenomicResearch - Decode Indonesian Specific Skin Needs” di Jakarta X Beauty (JXB).

Pada kegiatan ini, ParagonCorp bersama ahli dan beauty influencer, seperti dr. Yulia Ariani Aswin,SpA(K) (Genomic Expert), dr. Riris Asti Respati Sp.DV (Dermatologist), dan Tasya Farasya (Beauty Influencer), membahas tentang pentingnya riset genomik dalam memahami kebutuhan kulit masyarakat Indonesia yang beragam (hypersegmented) secara spesifik dan bagaimana hasil penelitian dapat diaplikasikan untuk mengidentifikasi permasalahan kulit dan masa depan perawatan kulit.

Skin Genomic Research mengeksplorasi DNA, gen, dan variasi genetik yang terkait dengan karakteristik, fungsi, dan kondisi kulit. Sejak tahun 2021, ParagonCorp telah melakukan SkinGenomic Research yang berkolaborasi dengan genomic expert dan sejumlah dermatologists. ParagonCorp menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang melakukan Skin Genomic Research pada masyarakat Indonesia dengan skala besar.

Penelitian ini dilakukan pada 515 subjek (150 pria Indonesia dan 365 wanita Indonesia) yang terdiri dari 8 kelompok etnik terbesar di Indonesia untuk memahami variasi genetik kulit Indonesia. Ke-8 etnik ini antara lain Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Dengan memahami skin genomic code, ParagonCorp dapat menciptakan inovasi perawatan kulit yang personalized dan memahami permasalahan kulit yang lebih mendalam pada tingkat genetik. Berikut informasinya. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Penelitian kali ini menemukan berbagai permasalahan kulit masyarakat Indonesia yang akan dijadikan sebagai patokan untuk menciptakan produk perawatan kulit yang beragam

Penelitian ini dapat membantu ParagonCorp mengidentifikasi permasalahan kulit masyarakat yang nantinya dapat digunakan untuk menciptakan formula perawatan kulit yang beragam serta formula yang sesuai. (Foto magnifique indonesia)

Alif Kartika B.Sc selaku Global Group Head Brand Development ParagonCorp menyampaikan, "Skin Genomic Research merupakan penelitian yang kompleks, hasilnya tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen tinggi karena penelitian ini melibatkan expert dari berbagai bidang, serta resources yang cukup besar sehingga penelitian dapat memberikan hasil yang applicable. Di Indonesia, penelitian yang dilakukan ParagonCorp ini merupakan penelitian genomik pertama pada kulit masyarakat Indonesia dengan skala besar."

"Hasil penelitian ini akan kami gunakan untuk membantu kami menjamin 3 hal kepada konsumen yaitu pembuatan produk skincare yang acceptable, efektif, dan future-oriented. Sebagai contoh, skincare yang digunakan sekarang oleh konsumen A misalnya, tidak memiliki dampak negatif, namun memberikan dampak positif bagi kulit konsumen tersebut di masa kedepannya.” Tambahnya. 

Berdasarkan Skin Genomic Research yang dilakukan oleh ParagonCorp, ditemukan bahwa permasalahan kulit yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah pembesaran pori (cheek sebaceous pores), garis lipatan leher (horizontal neck folds), dan garis senyum (nasolabial folds). Selain itu, ParagonCorp juga mengidentifikasi permasalahan kulit seperti pigmentary spots, corner lips wrinkle, neck sagging, under eye wrinkle, eye bag, forehead wrinkle, interocular wrinkle), dan nasolabial fold. Dengan temuan ini, Skin Genomic Research dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme genetik penuaan kulit dan keragaman genetik di berbagai etnis.

Dengan menganalisis variasi genetik individu, para ahli di ParagonCorp menemukan pendekatan baru untuk menciptakan perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan kulit di Indonesia yang beragam (hypersegmented). Para ahli percaya bahwa dengan menyesuaikan rutinitas perawatan kulit berdasarkan profil genetik seseorang dapat mengoptimalkan efektivitas dan memenuhi kebutuhan kulit yang spesifik.

Selain itu, Skin Genomic Research juga membantu ParagonCorp untuk dapat menentukan formulasi (bahan aktif, tekstur, format) yang paling sesuai dengan permasalahan kulit yang ingin dijawab. Produk yang diformulasikan, tidak hanya dapat mengatasi permasalahan kulit saat ini tetapi juga mengandung ingredients yang dapat mencegah permasalahan kulit di masa mendatang.

3 dari 3 halaman

Tasya Farasya juga turut mengapresiasi penemuan ParagonCorp ini karena dapat mendeteksi permasalahan kulit hingga ke bagian genetik

Tasya Farasya juga turut mengapresiasi penemuan ParagonCorp ini. (Foto magnifique indonesia)

Tasya Farasya yang dikenal sebagai Beauty Influencer mengatakan, “Apresiasi yang luar biasa untuk ParagonCorp yang tidak pernah berhenti menghadirkan produk kecantikan berdasarkan riset yang mendalam, salah satunya dengan menginisiasi Skin Genomic Researchdi Indonesia. Sebagai seorang beauty enthusiast yang sangat peduli dengan permasalahan kulit yang dialami oleh masyarakat Indonesia, saya bangga dan kagum bahwa ada perusahaan Indonesia yang dapat meneliti permasalahan kulit lebih dalam pada tingkat genetik." 

Ia juga menambahkan, "Penelitian yang dilakukan oleh ParagonCorp ini membuat saya dan konsumen lainnya dapat mendeteksi permasalahan kulit lebih dini dan lebih bijak dalam memilih ingredients produk perawatan kulit.Harapannya, semoga setelah ini produk-produk ParagonCorp semakin personalized untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam.”

Skin Genomic Research yang dilakukan oleh ParagonCorp merupakan langkah signifikandalam mengidentifikasi masa depan perawatan kulit yang lebih personalized. Dari hasil penelitian ini, ParagonCorp telah mengetahui potensi permasalahan kulit di Indonesia, sehingga kedepannya dapat menghasilkan inovasi untuk mengembangkan produk dengan formulater baik dan ingredients berkualitas tinggi, dengan hasil efektif dan cocok untuk kulit masyarakat di Indonesia.

Seluruh produk brand di bawah naungan ParagonCorp, salah satunya Wardah, telah melalui rangkaian penelitian yang hasilnya sesuai dengan Skin Genomic Research. Pada kesempatan yang sama, Wardah juga memperkenalkan Multi-dimensional Glow, suatuteknologi yang dihadirkan untuk mentransformasi 5 (lima) dimensi kulit terpenting: kecerahan,tekstur, kelembapan, elastisitas, dan keseimbangan sebum kulit.

Inovasi Multi-dimensional Glow ini terdapat pada rangkaian produk favorit Wardah yaitu Wardah Renew You yangmemberikan hasil signifikan dalam 4 minggu untuk mentransformasi 5 dimensi kulit terpenting.Berdasarkan hasil uji klinis, Wardah Renew You Serum teruji secara instrumen mampu meningkatkan kecerahan kulit, elastisitas, kelembapan, menghaluskan tekstur kulit, dan menyeimbangkan kadar sebum, sehingga konsumen bisa mendapatkan Multidimensional GlowSkin.

 

Penulis: Tisha Sekar Aji

Hashtag: #Breaking Boundaries