7 Cara Mengelola Ekspektasi Terhadap Pasangan agar Tidak Banyak Kecewa

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 14 Feb 2024, 14:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Dalam dunia kencan, menetapkan ekspektasi yang sesuai pada tahap awal berkencan sangatlah penting untuk membinca hubungan yang sehat. Memahami fase ini, yang ditandai dengan saling mengenal satu sama lain, dapat membatu secara signifikan terhadap kemakmuran dan ketahanan suatu hubungan. Untuk membantu Sahabat Fimela dan pasangan memiliki ekspektasi yang realistis, berikut beberapa rekomendasi untuk menetapkan ekspektasi yang tepat selama fase berpacaran. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

1. Prioritaskan Komunikasi

Komunikasi yang efektif dan transparan merupakan fondasi dari hubungan apa pun. Sepanjang fase berkencan, individu harus menyampaikan niat, aspirasi, dan batasannya dengan jelas dalam hubungan tersebut. Hal ini dilakukan dengan agar saling pengertian dan mencegah terjadinya kesalahpahaman atau perselisihan di masa depan.

What's On Fimela
2 dari 7 halaman

2. Menjadi Realistis

Ilustrasi pasangan bahagia/copyrightshutterstock/TimeImage Production

Sangat penting untuk menjadi realistis di fase berkencan. Di fase ini, kamu perlu menjadi realistis, dimana kamu juga harus bisa memahami pasanganmu. Hindari memberikan tekanan yang tidak semestinya pada hubungan agar berkembang dengan kecepatan yang tidak dapat dicapai.

3 dari 7 halaman

3. Fokus pada Kecocokan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/gowithstock

Dedikasikan waktu untuk mengevaluasi kecocokan lebih dari sekadar ketertarikan fisik. Selidiki nilai, minat, dan tujuan jangka panjang bersama. Membangun hubungan yang didasarkan pada kecocokan  akan meningkatkan prospek hubungan yang memuaskan dan langgeng.

4 dari 7 halaman

4. Hargai Batasan Masing-masing

Ilustrasi pasangan bahagia/copyrightshutterstock/1112000

Setiap individu memunculkan batasan dan tingkat kenyamanan yang berbeda dalam suatu hubungan. Sangat penting untuk menghormati batasan-batasan ini dan melakukan komunikasi terbuka mengenai batasan tersebut. Hal ini menumbuhkan kepercayaan dan memupuk lingkungan yang aman bagi kedua belah pihak untuk mengekspresikan diri mereka secara nyata.

5 dari 7 halaman

5. Kelola Ekspektasi Terkait Waktu

ilustrasi pasangan cinta/1112000/Shutterstock

Akui bahwa setiap individu memiliki jangka waktu yang berbeda-beda untuk investasi dan komitmen emosional. Meskipun salah satu pihak mungkin ingin membuat kemajuan untuk hubungan, pihak lain mungkin memerlukan waktu untuk itu. Melatih kesabaran dan pengertian sangat penting dalam mengatasi kesenjangan temporal ini.

6 dari 7 halaman

6. Merangkul Fleksibilitas

Ilustrasi pasangan bahagia/copyrightshutterstock/220 Selfmade studio

Hubungan menunjukkan dinamisme dan rentan terhadap perubahan. Rangkullah gagasan untuk menyesuaikan ekspektasi seiring berkembangnya hubungan. Fleksibilitas memungkinkan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi tantangan dan memastikan bahwa kedua belah pihak merasa dihargai dan didukung.

7 dari 7 halaman

7. Utamakan Refleksi Diri

Ilustrasi pasangan bahagia/copyrightshutterstock/interstid

Alokasikan waktu untuk introspeksi mengenai ekspektasi pribadi, keinginan, dan pengalaman masa lalu. Kesadaran diri memainkan peran penting dalam memahami kebutuhan seseorang dan mengkomunikasikannya secara efektif kepada pasangan. Pendekatan reflektif ini mendorong pertumbuhan dan kedewasaan pribadi dalam hubungan.

Ekspektasi yang tidak realistis hanya akan membuatmu merasa sulit menerima pasangan. Alangkah baiknya kelola ekspektasimu dengan baik dan realistis.