Dibintangi Roy Marten, Film 'Dibalik Pintu' Usung Cerita Horor yang Dekat dengan Masyarakat

Anto Karibo diperbarui 06 Mar 2024, 09:55 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebuah film horor dengan konsep berbeda akan segera bisa dinikmati oleh penggemar genre mendebarkan tersebut. Adalah rumah produksi TSF yang dalam waktu dekat akan merilis karya terbarunya yang berjudul Dibalik Pintu.

Layar lebar yang mengusung genre horor ini diyakini siap menawarkan sesuatu yang berbeda dan bisa menjadi pilihan lain bagi para penikmat film khususnya pecinta genre tersebut.Ganank Dera selaku Produser film Dibalik Pintu menyatakan film yang diusungnya berbeda.

Film Dibalik Pintu mengusung genre horor dramatic life yang tidak hanya mengandalkan ketakutan lewat peristiwa-peristiwa mistis. Kisah yang dekat dengan keseharian penonton jadi salah satu kekuatan dari film yang disutradarai oleh Rizki Balki tersebut.

"Ada istilah di masyarakat yang bilang kalau hidup gua lebih horor dari cerita horor, nah idiom ini yang kita kembangkan sehingga lahir film Dibalik Pintu. Selain adegan-adegan horor, kita juga menarik idiom tersebut menjadi cerita yang sama horornya dengan adegan horor di film ini," ucap Ganank kepada awak media.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Dibintangi Roy Marten

Film Dibalik Pintu (Dok. TSF)

Film yang dibintangi oleh Roy Marten, Gibran Marten, Sarah Felicia, Yatti Surachman, Ari Tulang, dan Lucky Moniaga ini, menjalani proses syuting selama 16 hari di kawasan Cianjur serta Bogor.

Persiapan yang matang dan juga cast yang berbakat membuat proses syuting bisa berjalan dengan cukup singkat namun tetap tidak terlepas dari hambatan. Sang Produser juga mengungkap bagaimana menjalani proses produksi yang paling berat.

"Yang terberat dari film ini adalah ketika hampir semua lokasi yang kita pakai ternyata cukup angker dan bangunan lama, di tambah cuaca saat syuting di Cianjur sedang musim hujan," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Negara ASEAN

Film Dibalik Pintu (Dok. TSF)

Menariknya, Dibalik Pintu ternyata tidak hanya rilis untuk pasar Indonesia saja. Layar tersebut nantinya juga tayang di Malaysia, Kamboja dan Negara Asean lainnya. Tentunya, film ini akan lebih dulu tayang di Indonesia sebelum ke negara lain demi memperoleh penonton sebanyak mungkin.

"Film ini secara cerita relevan dengan masyarakat di negara negara asean lainnya, sehingga film ini mempunyai market yang luas. Film ini tentunya akan rilis pertama di Indonesia terlebih dahulu karena tentunya kita mengutamakan penonton Indonesia," kata Ganank.

Dibalik Pintu mengisahkan tentang sepasang kekasih yang terpisah dan dipertemukan oleh keadaan yang tak diduga. Kisah cinta mereka menuju sempurna meski teror dan darah menjadi imbalannya. Mampukah keduanya melalui cobaan tersebut? Jawabanya hanya bisa diketahui dengan menonton film Dibalik Pintu yang akan tayang di seluruh bioskop Tanah Air pada tahun ini.