Mengenal Childfree, Gaya Hidup Baru Pasangan Modern, Intip Plus Minusnya

via indriyaniDiterbitkan 19 Januari 2026, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pasti sudah tidak asing lagi dengan tren tidak memiliki anak atau yang lebih dikenal dengan istilah childfree. Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, semakin banyak pasangan yang memilih jalan ini sebagai bagian dari gaya hidup modern mereka. Meski kerap menuai kontroversi di masyarakat, keputusan untuk childfree kini mulai diterima sebagai pilihan pribadi yang sah, lho!

Tren ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk di Indonesia, di mana semakin banyak orang mulai terbuka dan bahkan mengadopsi gaya hidup childfree dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Pikiran tentang menjadi orangtua tentunya telah lama terpatri kuat dalam budaya kita, sehingga keputusan untuk tidak memiliki anak sering kali menimbulkan pro dan kontra dalam keluarga dan masyarakat. Banyak yang menganggap bahwa hidup tanpa anak terasa kurang lengkap, bahkan dinilai sangat egois. Padahal, memilih untuk tidak menjadi orang tua bukanlah keputusan yang sepenuhnya salah, justru hal ini bisa menjadi salah satu langkah bijak bagi mereka yang sadar takut tak mampu akan tanggung jawab besar dalam membesarkan anak. 

Dalam artikel ini, yang melansir pada laman marriage.com, kita akan membahas lebih jauh soal keuntungan, tantangan, serta stereotip seputar gaya hidup childfree, sekaligus mengajak pembaca untuk melihatnya dari sudut pandang yang lebih terbuka dan penuh empati. Yuk, simak selengkapnya!

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Apa Keuntungan Memilih Gaya Hidup Childfree?

Meski menimbulkan kontroversi dan pro-kontra di mana-mana, ternyata ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan saat memutuskan untuk childfree. (Foto dok: Freepik/cookie_studio).

Salah satu pertanyaan populer seputar gagasan bebas anak berdasarkan pilihan adalah apakah ada keuntungan bagi keluarga yang mengadopsi gaya hidup ini? Tentuna ada ya! Meskipun keuntungan ini berbeda-beda pada setiap orang, berikut ini adalah keuntungan umum yang bisa didapatkan: 

1. Kebebasan

Salah satu keuntungan keluarga childfree adalah kebebasan. Tanpa tanggung jawab membesarkan anak, individu dan pasangan memiliki kebebasan dan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka dapat membuat keputusan dan melakukan aktivitas hanya berdasarkan keinginan dan minat mereka tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kesejahteraan anak, yang dilakukan sebagian besar orang tua.

2. Stabilitas Keuangan

Membesarkan anak bisa jadi mahal, dan memilih hidup tanpa anak dapat memberi stabilitas finansial bagi sebagian orang. Mereka dapat mengalokasikan sumber daya mereka untuk mencapai tujuan mereka, seperti membeli rumah, bepergian, mengejar pendidikan tinggi, atau berinvestasi dalam karier.

3. Kemajuan Karier

Tanpa tuntutan mengasuh anak dalam keluargachildfree, pasangan mungkin memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk fokus pada karier saja. Mereka dapat mengabdikan diri untuk pertumbuhan profesional, bekerja berjam-jam, mengerjakan proyek yang menantang, atau mengejar pendidikan tinggi tanpa khawatir tentang keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.

4. Hubungan yang Lebih Kuat

Menjadi orang yang tidak ingin punya anak karena pilihan dapat menciptakan kesempatan bagi kamu untuk fokus membangun dan memperkuat hubungan dengan pasangan. Selain itu, kamu juga dapat mendedikasikan waktu berkualitas untuk memelihara ikatan, terlibat dalam kegiatan bersama, dan saling mendukung pertumbuhan.

 

3 dari 4 halaman

Kesalahpahaman dan Stigma Umum

Pasangan childfree sering dianggap sangat egois atau tidak lengkap, padahal keputusan ini didasari pertimbangan matang, bukan kurangnya naluri orangtua saja. (Foto dok: Freepik/creativeart).

Sebagian besar masyarakat kita masih memiliki pandangan yang cenderung tradisional, dengan beragam ketakutan dan kekhawatiran terkait keputusan untuk tidak memiliki anak. Ketakutan inilah yang seringkali dilandasi oleh alasan kuat dan sudah terpatri dalam budaya kita. Oleh karena itu, keputusan untuk childfree seringkali menimbulkan pertentangan pendapat di kalangan masyarakat bahkan keluarga sendiri. 

Berikut adalah beberapa kesalahpahaman umum yang sering terjadi terkait keluarga yang memilih untuk childfree:

1. Keegoisan

Salah satu kesalahpahaman yang paling umum mengenai pilihan untuk tidak memiliki anak adalah bahwa kita itu egois atau hanya mementingkan diri sendiri saja. Faktanya tidak seperti itu, banyak pasangan mempertimbangkan berbagai alasan yang tidak bisa asal dibicarakan karena menyangkut permasalahan pribadi hingga akhirnya memilih gaya hidup ini. 

2. Kehidupan yang Tidak Terpenuhi

Ada harapan masyarakat bahwa memiliki anak diperlukan agar kehidupan seseorang menjadi lengkap atau terpenuhi. Namun, keyakinan ini mengabaikan fakta bahwa individu dapat menemukan tujuan hidup melalui berbagai cara lain, seperti hubungan, karier, pencapaian pribadi, atau berkontribusi terhadap masyarakat dengan cara yang berbeda secara signifikan.

3. Kurangnya Naluri Orangtua

Beberapa orang yang keliru percaya bahwa kita memilih untuk tidak punya anak karena tidak memiliki cukup naluri keibuan atau kebapakan untuk mengasuh anak. Sementara itu, menjadi orang yang tidak punya anak karena pilihan memerlukan proses yang penuh pertimbangan dan kesadaran diri yang mempertimbangkan keadaan, preferensi, dan nilai pribadi, bukan karena kurangnya naluri orang tua.

 

4 dari 4 halaman

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan untuk Childfree

Keputusan untuk hidup tanpa anak bisa dipengaruhi oleh kebebasan pribadi, prioritas karier, dan pertimbangan finansial yang belum cukup stabil. (Foto dok: Freepik/jcomp).

Orang mungkin bertanya-tanya mengapa beberapa pasangan memutuskan untuk tidak memiliki anak karena pilihan mereka sendiri tetapi tetap bahagia dan puas menjalani kehidupannya. Berikut ini adalah beberapa alasan logis yang dapat menjawab pertanyaan tersebut: 

1. Kebebasan Pribadi

Orang yang memilih keluarga tanpa anak seringkali menghargai kebebasan dan otonomi mereka. Mereka memprioritaskan kemampuan untuk membuat keputusan secara mandiri, dan mengejar tujuan, hasrat, minat, dan karier mereka, tapi tetap mempertahankan gaya hidup yang fleksibel tanpa tanggung jawab dan komitmen waktu yang menyertai membesarkan anak. 

2. Tujuan Profesional

Mengejar tujuan karier yang ambisius sering kali menjadi faktor penting dalam memilih gaya hidup tanpa anak. Menurut penelitian, wanita dapat mengalami kemunduran permanen dalam karier mereka saat melahirkan. Oleh karena itu, jika seseorang memilih untuk tidak memiliki anak, kita tidak dapat menyalahkan mereka.

3. Pertimbangan Keuangan

Faktor lain yang memengaruhi keluarga tanpa anak adalah keuangan. Membesarkan anak dapat menuntut biaya lebih yang cukup tinggi, dan beberapa pasangan mungkin ingin berinvestasi dalam pendidikan, perjalanan, atau mengamankan masa depan keuangan mereka tanpa biaya tambahan untuk membesarkan anak. 

Nah, itulah tadi pengetahuan dasar seputar childfree yang bisa menjadi pegangan kita jika ingin mempertimbangkan untuk mengadopsinya. Dengan adanya artikel ini, semoga kita lebih bijak dalam mengambil dan menerima keputusan yang akan diambil orang-orang di sekita kita, ya!