Strategi Cerdas Menikmati Hidangan Idul Adha tanpa Khawatir Berat Badan Naik

AnindyaDiperbarui 05 Juni 2025, 20:39 WIB

Fimela.com, Jakarta Momen Idul Adha identik dengan sajian lezat berbahan dasar daging, mulai dari sate, gulai, tongseng, sampai rendang. Aroma harum masakan yang menguar memenuhi seisi rumah terasa begitu menggelitik perut, sehingga membuat diri ini sulit menahan godaan untuk tidak mencicipinya satu per satu. Namun, di balik kelezatan berbagai hidangan khas Idul Adha, terselip kekhawatiran soal berat badan melonjak naik setelahnya.

Tidak sedikit orang yang terjebak dalam dilema antara ingin menikmati hidangan-hidangan tersebut, tapi di satu sisi takut melihat angka di timbangan setelahnya. Kabar baiknya, Sahabat Fimela tetap bisa menikmati hidangan khas Idul Adha tanpa perlu merasa bersalah. Dengan pengaturan porsi, pemilihan menu yang bijak, dan pola makan yang seimbang, kamu tetap bisa menikmati lezatnya daging kurban tanpa khawatir berat badan naik secara drastis. 

Yuk, simak beberapa tips berikut ini!

2 dari 7 halaman

Pilih Bagian Daging yang Lebih Rendah Lemak

ilustrasi bagian-bagian daging/copyright freepik.com/KamranAydinov

Daging sapi dan kambing memang kaya protein, tapi bagian tertentu mengandung lemak jenuh yang lebih tinggi. Untuk menyiasatinya, pilih bagian daging yang cenderung lebih rendah lemak seperti has dalam atau tenderloin. Hindari bagian berlemak berlebih seperti iga atau buntut, terutama jika kamu mengolahnya menjadi santapan berat seperti gulai atau tongseng.

3 dari 7 halaman

Batasi Konsumsi Santan dan Minyak Berlebih

ilustrasi makanan bersantan/copyright fimela.com/daniel kampua

Salah satu tantangan besar saat Idul Adha adalah banyaknya olahan bersantan atau yang digoreng. Padahal, kalori dari santan dan minyak bisa sangat tinggi dan menyumbang kelebihan energi yang tidak dibutuhkan tubuh. Sebagai solusi, kamu bisa memilih hidangan yang dimasak dengan teknik panggang, rebus, atau tumis agar tidak menambahkan beban berlebih pada kalori harian.

4 dari 7 halaman

Atur Porsi Makan dengan Bijak

ilustrasi makan dengan bijak/copyright fimela.com/adrian putra

Menjaga berat badan bukan berarti kamu tidak dapat menikmati hidangan Idul Adha sama sekali. Kuncinya adalah pada porsi. Ambil secukupnya dan jangan lupa tambahkan sayuran sebagai penyeimbang. Sayur tidak hanya memberikan serat yang baik untuk pencernaan, tetapi juga membantu kamu merasa kenyang lebih lama tanpa perlu makan berlebihan.

5 dari 7 halaman

Perhatikan Asupan Karbohidrat dan Gula Tambahan

ilustrasi mengonsumsi nasi merah/copyright freepik.com/topntp26

Nasi putih, ketupat, dan aneka kue kering kadang jadi pelengkap yang tidak terasa menumpuk kalori. Jika kamu sudah mengonsumsi daging dalam jumlah cukup, cobalah mengurangi asupan karbohidrat atau mengganti nasi putih dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang rebus. Batasi pula konsumsi minuman manis yang tinggi gula.

6 dari 7 halaman

Tetap Aktif dan Jangan Lupa Minum Air Putih

ilustrasi berjalan-jalan di taman/copyright freepik.com/katemangostar

Kegiatan fisik ringan seperti berjalan kaki setelah makan, membantu bersih-bersih rumah, atau sekadar aktif saat bersilaturahmi bisa membantu metabolisme tetap lancar. Selain itu, perbanyak minum air putih agar tubuh terhidrasi dan membantu proses pencernaan. Kadang, rasa lapar juga bisa muncul karena tubuh kekurangan cairan, bukan karena benar-benar butuh makanan.

7 dari 7 halaman

Terapkan Mindful Eating

ilustrasi mindful eating/copyright freepik.com/jcomp

Mindful eating bisa jadi senjata ampuh saat Idul Adha. Kamu hanya perlu menikmati setiap suapan dengan perlahan, fokus pada rasa dan tekstur makanan tanpa adanya distraksi seperti gadget. Hal ini akan membuat kamu lebih cepat kenyang dan terhindar dari makan berlebihan. 

Sahabat Fimela, menjaga pola makan saat Idul Adha bukan berarti kamu harus kehilangan momen kebersamaan dan kenikmatan hidangan khasnya. Karena selama tau strateginya, menikmati makanan lezat dan menjaga kesehatan bisa berjalan beriringan, kok!

Because every female is Fimela.