Fleksibel tapi Melelahkan? Ini 5 Cara Cegah Burnout buat yang Kerja Remote, Sahabat Fimela Wajib Tahu!

via indriyaniDiterbitkan 24 Maret 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Tahu nggak sih, kalau seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kerja yang makin fleksibel, sistem kerja jarak jauh alias remote work makin banyak digandrungi bahkan jadi salah satu andalan terfavorit buat cari cuan—tanpa harus desak-desakan di transportasi umum pagi-pagi. Selain praktis, gaya kerja ini juga bisa memberikan kita kebebasan waktu dan tempat yang jarang ditemui di kerja kantoran konvensional. Nggak heran kalau banyak milenial dan Gen Z kepincut untuk menekuni pekerjaan tipe ini, karena dianggap lebih hemat tenaga, waktu, dan pastinya lebih ramah dalam menjaga mental tetap stabil dan mood selalu bahagia.

Tapi jangan salah, ya! Meski kelihatannya santai dan penuh akan kebahagiaan, kerja dari rumah juga punya tantangan tersendiri yang kadang malah lebih melelahkan dari kerja kantoran biasa. Rasa jenuh, kesepian, sampai kelelahan mental bisa diam-diam datang, apalagi kalau batas antara waktu kerja dan istirahat makin kabur. Bukannya fleksibel, malah bikin stres karena jadi tidak sempat beristirahat seperti biasanya.

Kalau dibiarkan, burnout ini bisa berdampak besar, lho, mulai dari turunnya produktivitas sampai gangguan kesehatan mental dan fisik. Makanya penting banget untuk menjaga semangat tetap stabil dan pikiran tetap waras saat menjalani remote work.

Nah, biar kerja remote tetap nyaman, yuk simak 5 cara ampuh mencegah burnout yang sudah dirangkum dari laman remote.com. Catat baik-baik, ya, Sahabat Fimela!

2 dari 3 halaman

1. Pertimbangkan Mengambil Cuti untuk Diri Sendiri

Menutup laptop dan kemudian bersantai di rumah bisa menjadi salah satu cara liburan seru yang menenangkan. (Foto dok: Freepik/snowing).

Saat merasa kelelahan bekerja, mungkin ini saatnya kamu mundur sejenak dari layar laptop kesayangan yang setiap hari menemani. Beri diri sendiri waktu untuk benar-benar beristirahat. Kalau memungkinkan, coba ambil cuti khusus untuk pemulihan. Tapi ingat, ini bukan cuti buat beberes rumah atau mengurus hal lain, ya! Ini waktunya kamu liburan versi sendiri. Nggak harus ke luar kota, kok. Yang penting, tubuh dan pikiran bisa istirahat total. Matikan notifikasi, lepaskan semua tuntutan, dan izinkan dirimu rileks sepenuhnya tanpa tekanan. 

2. Cobalah untuk Ambil Staycation di Rumah

Siapa bilang staycation harus pergi ke pantai atau pegunungan? Kamu tetap bisa kok menikmati liburan versi sendiri di rumah yang pastinya lebih hemat, tapi tetap ampuh buat mencegah burnout. Cukup duduk santai sambil nonton serial favorit, ngemil camilan kesukaan, berendam air hangat, atau mencoba resep baru di dapur. Anggap saja ini waktu spesial untuk memanjakan diri tanpa tekanan. Jangan lupa: yang penting bukan tempatnya, tapi bagaimana kamu memberi waktu untuk diri sendiri bersenang-senang tanpa memikirkan pekerjaan fleksibelmu itu, ya! 

 

3. Jadwalkan Me Time di Kalender Kerja

Kalau kamu bisa sibuk rapat dari pagi sampai sore, kamu juga bisa, dong, sisipkan waktu untuk istirahat sejenak. Mulai sekarang cobalah untuk memblokir slot di kalender khusus untuk me time—entah itu buat minum teh sambil lihat tanaman, meditasi ringan, atau jalan kaki di sekitar rumah saat sore hari dengan anjing peliharaanmu. Kedengarannya mungkin sepele, tapi jeda-jeda kecil seperti ini bisa membantu kamu tetap waras dan nggak kehabisan tenaga. Ingat, istirahat itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan. 

 

3 dari 3 halaman

4. Lakukan Hal-Hal Kecil yang Membahagiakan

Mendengarkan musik semasa sekolah bisa menjadi alternatif hiburan yang tak hanya menyenangkan dan menaikkan mood, tapi juga bisa membawa kita mengingat masa-masa sekolah. (Foto dok: Freepik/stockking).

Masih ingat hobi lama yang bikin kamu senyum-senyum sendiri? Entah itu menggambar, main game jadul, atau dengerin lagu-lagu dari masa sekolah—hal-hal kecil seperti ini bisa jadi mood booster buat semangatmu yang mulai menipis. Cobalah luangkan waktu untuk menikmati momen-momen sederhana yang kamu sukai, tanpa perlu mikir hasilnya harus sempurna. Kadang, justru perasaan bahagia dari hal-hal remeh inilah yang jadi kunci buat recharge mental saat burnout datang menyerang.

5. Buka Suara ke Atasan Soal Kesehatanmu

Ini hal yang krusial, karena seringkali kita merasa malu untuk mengakui bahwa kondisi tubuh sedang tidak baik-baik saja. Padahal, hal seperti ini jangan dipendam sendiri, ya! Kalau kamu mulai merasa kewalahan atau nggak enak badan, nggak apa-apa kok bicara baik-baik dengan manajer atau tim soal batasan yang kamu butuhkan saat ini. Mungkin solusinya sesederhana yaitu, dengan mengatur ulang beban kerja, menyesuaikan jadwal meeting, atau minta ruang istirahat ekstra. Ingat, burnout bukanlah tanda kelemahan, tapi sinyal bahwa tubuh dan pikiranmu perlu ditolong, bukan diabaikan seperti to-do list yang terus menumpuk.

Sahabat Fimela, itulah beberapa cara sederhana untuk mencegah burnout saat kerja remote. Yuk, jaga kesehatan diri supaya tetap semangat dan bahagia setiap hari. Selamat mencoba, ya!