Mengapa Yes Day Penting Bagi Anak? Ini Penjelasan dan Manfaatnya

Alyaa Hasna HunafaDiterbitkan 11 Juni 2026, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Moms, apakah kamu pernah mendengar istilah ‘Yes Day?’ Nah, pada dasarnya Yes Day adalah satu hari istimewa ketika orang tua menyetujui permintaan anak-anak mereka sepenuhnya, selama masih dalam batas kewajaran. Kegiatan yang dilakukan bisa sangat beragam, mulai dari menonton film bersama sepanjang hari, bermain di taman hiburan, hingga makan es krim bersama. Intinya, anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih aktivitas favorit mereka, dan orang tua berperan untuk memenuhinya.

Namun, penting untuk tidak langsung panik membayangkan permintaan anak-anak yang hanya makan junk food, tidak mau makan sayur, begadang, atau bermain gadget seharian. Untuk menjadikan Yes Day sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus aman dan terkendali, orang tua tetap bisa menetapkan beberapa aturan dasar. Dengan aturan yang jelas, hari ini bisa menjadi momen berharga yang mempererat hubungan keluarga.

Melalui pendekatan yang santai namun tetap terarah, konsep ini menawarkan cara baru untuk membangun kedekatan emosional dalam keluarga. Dengan tetap mengedepankan aturan dasar, Yes Day bisa menjadi momen menyenangkan yang tidak hanya menghibur anak-anak, tetapi juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk lebih mengenal keinginan anaknya. Artikel berikut akan membahas lebih dalam mengenai Yes Day yang melansir dari nowmodernmom.com

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Pentingnya Yes Day untuk anak

Kebebasan anak untuk memilih kegiatan yang diinginkan. (foto: pressphoto/freepik)

Hari spesial di mana orang tua menyetujui permintaan anak sepenuhnya ini memiliki tujuan yang simpel yaitu seru-seruan bareng anak tanpa harus terus-menerus bilang “nggak boleh”. Momen ini bisa menjadi quality time yang beda dari biasanya–lebih santai, lebih fun, dan pastinya bikin anak merasa lebih dihargai. Buat orang tua, ini juga jadi kesempatan buat lepas dari rutinitas harian dan nikmati waktu bareng keluarga dengan cara yang lebih asik.

Waktu yang ideal untuk mulai mencoba konsep Yes Day biasanya berada di rentang usia anak 5 hingga 10 tahun. Pada usia ini, anak-anak umumnya sudah cukup matang untuk memahami arti dari hari spesial dan bisa menikmatinya dengan penuh kegembiraan. Mereka juga belum sampai pada tahap di mana permintaan mereka terlalu berlebihan atau tidak realistis, seperti meminta liburan ke luar negeri atau hal-hal yang berisiko.

Aktivitas sederhana seperti pergi ke mall, bermain games, atau sekadar makan makanan manis bisa menjadi bagian dari Yes Day yang berkesan. Dengan mengikuti keinginan anak selama sehari, orang tua dapat melihat dari sudut pandang anak, apa yang membuat mereka bahagia, penasaran, atau merasa dihargai. Hal ini bisa menjadi pengingat apabila di kemudian hari, orang tua ingin memberikan reward kepada anaknya.

3 dari 3 halaman

Mengajarkan anak akan pentingnya rasa bersyukur

Nilai-nilai yang dapat diajarkan melalui yes day. (foto: tirachardz/freepik)

Salah satu pelajaran penting yang bisa ditanamkan dari momen ini adalah rasa syukur. Saat anak memahami bahwa Yes Day bukanlah hal yang terjadi setiap saat, mereka cenderung lebih menghargai kesempatan tersebut. Orang tua bisa memanfaatkan waktu setelah kegiatan untuk berdiskusi santai tentang kesan dari anak, serta mengajaknya merenungkan betapa berharganya keinginan mereka jika bisa tercapai.

Selain itu, Yes Day juga berperan dalam membangun kepercayaan diri anak dengan memberi mereka ruang untuk mengambil keputusan sendiri. Melalui kesempatan ini, anak-anak belajar merencanakan, memecahkan masalah, dan mempertimbangkan pilihan mereka dengan lebih mandiri. Pendekatan ini membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri yang penting bagi perkembangan diri anak.

Setelah kamu mengetahui lebih dalam mengenai Yes Day, kamu bisa menjadikan momen ini sebagai tradisi di keluarga. Kamu bisa melakukannya dengan menyesuaikan kondisi misalnya jika anak mendapatkan nilai bagus maka kamu bisa memberikan Yes Day kepadanya. Dengan rutinitas ini, anak-anak akan selalu memiliki sesuatu yang dinanti dan berusaha untuk terus menjadi yang terbaik. 

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa