Cara Praktis Cegah Kaki Pecah-Pecah dengan Perawatan Harian

Alyaa Hasna HunafaDiterbitkan 22 Mei 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, Pernahkah kamu merasa tidak nyaman saat melihat tumit kaki yang pecah-pecah? Kondisi ini bukan hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menimbulkan rasa sakit jika dibiarkan. Kulit kaki memang cenderung lebih mudah kering, apalagi ketika sering terpapar udara dingin atau kurang dirawat dengan baik. Kabar baiknya, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari untuk menjaga kaki tetap halus dan sehat.

Bersumber dari laman aad.org perawatan kaki sebenarnya tidak harus rumit atau mahal. Dengan kebiasaan kecil yang konsisten, kulit kaki dapat terjaga kelembapannya dan terhindar dari retakan. Berikut beberapa cara praktis yang bisa Sahabat Fimela lakukan di rumah untuk mencegah kaki pecah-pecah.

1. Batasi waktu mandi

Mandi terlalu lama justru bisa membuat kulit semakin kering. Usahakan untuk membatasi waktu mandi atau berendam hanya sekitar 5–10 menit. Setelah itu, keringkan kaki dengan lembut menggunakan handuk, jangan digosok terlalu keras agar kulit tidak makin iritasi. Dengan cara ini, kulit kaki tetap terhidrasi dan risiko pecah-pecah bisa berkurang. Kebiasaan sederhana ini sering terabaikan, padahal sangat efektif untuk menjaga kesehatan kulit kaki dalam jangka panjang.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

2. Gunakan sabun yang lembut

Gunakan sabun dengan kandungan alkohol yang rendah agar kulit kaki tetap sehat. (foto: jcomp/freepik)

Pemilihan sabun juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit kaki. Pilih pembersih yang lembut dan tidak mengandung pewangi tambahan agar minyak alami kulit tetap terjaga. Produk dengan formula terlalu keras justru membuat kulit tumit semakin kering dan mudah retak.

3. Gunakan pelembap setelah mandi 

Langkah penting berikutnya adalah mengoleskan pelembap dalam 5 menit setelah mandi. Pilih krim yang mengandung bahan aktif seperti urea 10–25%, asam alfa hidroksi, atau asam salisilat. Oleskan saat kulit masih sedikit lembap agar kelembapan lebih terkunci. Bahan-bahan ini bekerja membantu melembutkan lapisan kulit yang kasar sekaligus mempercepat regenerasi sel. Untuk hasil terbaik, lakukan secara rutin setiap hari, terutama pada malam hari sebelum tidur. 

4. Oleskan salep pelembab sebelum tidur

Untuk perawatan ekstra, gunakan salep pelembab pada tumit sebelum tidur. Agar hasil lebih maksimal, kenakan kaus kaki tipis semalaman. Cara ini membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus mencegah sprei terkena lapisan pelembap. Pilih dan sesuaikan produk salep pelembab yang dapat dijangkau dan terpercaya dapat membantu perawatan kaki retak-retak.

3 dari 3 halaman

5. Lindungi tumit di siang hari

Lindungi tumit dengan cairan khusus jika sudah terlanjur pecah-pecah. (foto: fabrikasimf/freepik)

Jika tumit sudah terlanjur pecah, kamu bisa melindunginya dengan cairan perban khusus (liquid bandage). Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang yang mengurangi rasa sakit, mempercepat penyembuhan, sekaligus mencegah kuman masuk. Cara ini juga membantu kulit tetap terlindungi saat beraktivitas sehari-hari, sehingga retakan tidak semakin melebar. Pastikan tumit dibersihkan terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya agar hasilnya lebih maksimal.

6. Pilih alas kaki yang tepat

Kebiasaan memakai sandal jepit atau sepatu terbuka bisa memperparah kulit pecah-pecah. Pilihlah alas kaki yang menutupi tumit dan pas di kaki agar kulit tetap terlindungi. Hindari juga sepatu yang sudah sempit atau tidak sesuai ukuran, karena bisa menambah tekanan pada tumit.

Merawat kaki memang sering terlupakan, padahal kaki adalah bagian tubuh yang bekerja keras setiap hari. Dengan perawatan sederhana seperti langkah-langkah di atas, kamu bisa menjaga tumit tetap halus, sehat, dan bebas dari rasa perih akibat kulit pecah-pecah. Konsistensi adalah kunci, karena perawatan kecil yang dilakukan rutin akan memberikan hasil yang besar.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa