Hati-hati! Kebiasaan Menyandarkan Botol Susu Bisa Berbahaya untuk Bayi, Kenali Penjelasannya

Siti Nur ArishaDiterbitkan 05 April 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Memberi susu pada bayi adalah salah satu momen paling berharga dalam perjalanan menjadi orang tua. Dari tatapan mata yang lembut hingga genggaman kecil di tanganmu, setiap detik saat memberi susu menjadi cara alami untuk memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Namun, di tengah kesibukan sehari-hari, tidak sedikit orang tua yang mencari cara lebih cepat dan praktis agar bayi tetap bisa minum meski sedang ditinggal sebentar. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah menyandarkan botol susu agar bayi bisa minum sendiri.

Sekilas, cara ini memang tampak membantu — terutama saat kamu sedang kelelahan atau perlu mengerjakan hal lain. Bayi tampak tenang, botol tetap terpasang, dan kamu bisa beristirahat sejenak. Sayangnya, di balik kepraktisan itu, ada bahaya besar yang sering kali tidak terlihat. Menurut para ahli, kebiasaan ini dapat menyebabkan bayi tersedak, mengalami infeksi telinga, hingga meningkatkan risiko kerusakan gigi di kemudian hari. Lebih dari itu, menyandarkan botol susu juga membuat momen berharga untuk membangun kedekatan dengan bayi menjadi hilang begitu saja.

Dilansir dari Healthline, praktik menyandarkan botol susu atau bottle propping bukanlah cara aman untuk memberi makan bayi. Bayi yang dibiarkan minum tanpa pengawasan bisa menelan susu terlalu cepat atau bahkan menghirupnya ke saluran pernapasan. Selain itu, posisi berbaring saat menyusu juga dapat menyebabkan susu menggenang di mulut dan telinga bagian dalam, memicu berbagai masalah kesehatan yang serius. Karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami bahaya dari kebiasaan ini dan mulai menggantinya dengan cara yang lebih aman dan penuh kasih.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Apa Itu Bottle Propping

Bottle propping adalah praktik menyandarkan botol susu dengan bantuan bantal, selimut, atau benda lain agar bayi bisa minum sendiri tanpa perlu digendong. (foto/dok: freepik)

Bottle propping adalah praktik menyandarkan botol susu dengan bantuan bantal, selimut, atau benda lain agar bayi bisa minum sendiri tanpa perlu digendong. Biasanya dilakukan pada bayi yang belum mampu memegang botol, metode ini tampak efisien bagi orang tua yang sibuk. Namun, pada kenyataannya, cara ini berbahaya karena bayi belum dapat mengatur aliran susu yang masuk ke mulutnya. Akibatnya, susu bisa tetap mengalir bahkan ketika bayi berhenti mengisap atau tertidur, dan hal ini berisiko menyebabkan tersedak.

Risiko dan Bahaya Menyandarkan Botol Susu

1. Risiko Tersedak

Bahaya terbesar dari bottle propping adalah tersedak. Saat botol disandarkan, susu tetap mengalir tanpa henti meski bayi tidak sedang menelan. Susu yang masuk ke saluran napas bisa membuat bayi kesulitan bernapas, dan kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

2. Kerusakan Gigi dan Karies Susu

Menyusui dalam posisi berbaring bisa membuat susu menggenang di mulut bagian belakang. Sisa susu yang menempel terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan gigi susu dan masalah kebersihan mulut saat gigi bayi mulai tumbuh.

3. Infeksi Telinga

Posisi datar saat menyusu dapat membuat susu masuk ke saluran eustachius yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga tengah. Hal ini bisa memicu infeksi telinga yang membuat bayi rewel dan merasa tidak nyaman.

4. Kurangnya Waktu Bonding dengan Orang Tua

Momen menyusui adalah waktu berharga untuk mempererat hubungan dengan bayi. Sentuhan lembut, tatapan mata, dan suara menenangkan dari orang tua dapat memberikan rasa aman bagi bayi. Jika kebiasaan menyandarkan botol dilakukan terus-menerus, momen hangat ini bisa berkurang dan berpengaruh pada perkembangan emosional bayi.

3 dari 3 halaman

Cara Aman Memberi Susu pada Bayi

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bayi saat menyusu, kamu bisa mencoba beberapa langkah seperti gendong bayi dalam posisi semi-tegak. (foto/dok: freepik/shurkin_son)

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bayi saat menyusu, kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut:

1. Gendong bayi dalam posisi semi-tegak.

Pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuhnya agar susu tidak menggenang di tenggorokan atau telinga.

2. Perhatikan tanda bayi sudah kenyang atau mengantuk.

Jika bayi berhenti mengisap, lepaskan botol agar tidak tersedak.

3. Bersendawakan bayi secara berkala.

Lakukan setiap 5 menit atau setelah beberapa ons susu untuk mengeluarkan udara yang tertelan.

4. Gunakan dot beraliran lambat.

Dot slow flow membantu bayi menyusu dengan ritme alami tanpa tersedak.

5. Minta bantuan keluarga yang memahami cara menyusui aman.

Jika kamu lelah, mintalah pasangan atau anggota keluarga untuk membantu dengan cara yang benar.

Sahabat Fimela, menyandarkan botol susu memang tampak praktis, tapi di balik kemudahannya tersimpan berbagai risiko yang dapat membahayakan bayi. Selain dapat menyebabkan tersedak, infeksi, hingga gangguan gigi, kebiasaan ini juga menghilangkan kesempatan penting untuk memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Penulis: Siti Nur Arisha