Bukan di Hotel, Tapi di Lapangan Hijau, Pengalaman Unik Tidur di Stadion Manchester United Sambil Beramal

Hilda IrachDiterbitkan 14 November 2025, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Biasanya, tidur nyaman identik dengan kamar hotel berpendingin udara, kasur empuk, dan lampu temaram. Tapi di Manchester, puluhan orang justru memilih hal sebaliknya, menggelar sleeping bag di lapangan hijau Old Trafford, stadion megah kebanggaan Manchester United.

Acara bertajuk “Sleep Out” yang digelar oleh Manchester United Foundation ini menghadirkan pengalaman tidur semalam di stadion ikonik tersebut. Bukan sekadar sensasi baru, kegiatan ini punya tujuan mulia, menggalang dana bagi pemuda rentan, yaitu anak muda yang menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan, risiko tunawisma, hingga disabilitas.

 

 

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Tidur di “The Theatre of Dreams”

Bukan sekadar sensasi baru, kegiatan ini punya tujuan mulia, menggalang dana bagi pemuda rentan, yaitu anak muda yang menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan, risiko tunawisma, hingga disabilitas. [@manchesterunitedfoundation].

Pada 7 November 2025, lebih dari 120 peserta berkumpul di Old Trafford untuk tidur semalam di tengah stadion yang biasanya diselimuti gemuruh puluhan ribu penonton. Begitu malam turun, suasana berubah magis. Lampu stadion meredup perlahan, tribun megah yang biasanya penuh sorakan berubah hening, dan lapangan hijau yang pernah menjadi saksi gol-gol ikonik kini menjadi tempat peserta membentangkan sleeping bag mereka.

Old Trafford di malam hari memberikan sensasi yang berbeda. Dingin Manchester menyapa lembut, angin mengetuk barisan kursi, dan keheningan menghadirkan ruang refleksi yang jarang ditemui dalam kesibukan sehari-hari. Banyak peserta menggambarkan pengalaman ini sebagai kombinasi antara “tenang”, “menyentuh”, dan “cukup surreal”.

Bagi sebagian fans, bermalam di stadion yang dijuluki The Theatre of Dreams terasa seperti mimpi masa kecil yang menjadi nyata. Namun, bagi semua peserta, malam ini adalah perjalanan yang lebih dalam: sebuah perenungan tentang makna rumah, kenyamanan, dan empati.

 

 

 

 

3 dari 5 halaman

Lebih dari Sensasi, Sebuah Aksi sosial

Bukan sekadar sensasi baru, kegiatan ini punya tujuan mulia, menggalang dana bagi pemuda rentan, yaitu anak muda yang menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan, risiko tunawisma, hingga disabilitas. [@manchesterunitedfoundation].

Untuk ikut serta, peserta membayar £35 sebagai biaya pendaftaran dan berkomitmen menggalang minimal £250 donasi. Dana ini digunakan untuk mendukung program MU Foundation bagi pemuda rentan yang menghadapi kemiskinan, risiko tunawisma, maupun keterbatasan akses pendidikan.

Pada penyelenggaraan keempat ini, acara berhasil mengumpulkan £30.000 atau sekitar Rp659 juta, yang menurut CEO MU Foundation John Shiels, sangat berarti dalam mendukung program edukasi, pelatihan, dan pendampingan sepanjang musim dingin.

Acara ini juga menghadirkan sesi talkshow bersama Shiels, tim pelatih Foundation, serta Libby, mantan penerima manfaat yang kini bekerja sebagai staf stadion saat matchday. Kisahnya menjadi highlight malam itu: bagaimana ia dulu kesulitan menyelesaikan sekolah hingga seorang pelatih Foundation menjemputnya setiap hari agar bisa mengikuti ujian.

Kini, ia kembali ke Old Trafford bukan sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari tim. Sebuah bukti nyata bahwa Foundation bukan hanya memberi bantuan, tetapi memberdayakan.

Legenda Manchester United seperti Michael Carrick, Wes Brown, dan Phil Jones turut hadir memberi dukungan, berbagi kisah, dan menemani peserta melewati malam dingin tersebut.

 
4 dari 5 halaman

Manfaat yang Tak Disangka: Tidur Semalam, Wawasan Seumur Hidup

Bukan sekadar sensasi baru, kegiatan ini punya tujuan mulia, menggalang dana bagi pemuda rentan, yaitu anak muda yang menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan, risiko tunawisma, hingga disabilitas. [@manchesterunitedfoundation].

Tidur di stadion ternyata memberi manfaat yang tidak sekadar “pengalaman unik”. Banyak peserta mengaku pulang dengan perspektif baru, bahkan perubahan sikap mental yang tidak mereka duga sebelumnya. 

Saat tidur di tempat yang dingin dan keras, peserta merenungkan realitas bahwa ribuan anak muda di Manchester tidak punya tempat nyaman untuk pulang setiap malam.

“Ini benar-benar membuka mata,” ujar salah satu peserta, Cory Robinson, dikutip dari manutd.com, yang menggambarkan malam itu sebagai pengingat bahwa tunawisma bukan sekadar statistik, melainkan kehidupan nyata yang keras.

Selain itu, bagi fans, ini pengalaman emosional yang sulit digantikan. Menginap di stadion idola menghadirkan rasa keterikatan emosional yang lebih dalam, bahwa klub bukan hanya soal pertandingan, tetapi komunitas dan kepedulian.

5 dari 5 halaman

Tren Experience Lifestyle

Bukan sekadar sensasi baru, kegiatan ini punya tujuan mulia, menggalang dana bagi pemuda rentan, yaitu anak muda yang menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan, risiko tunawisma, hingga disabilitas. [@manchesterunitedfoundation].

Tren experience lifestyle kini memang bergeser: orang tidak lagi sekadar mencari liburan mewah, tapi pengalaman yang meninggalkan kesan dan makna. Tidur di stadion, bagi sebagian orang, adalah simbol bahwa gaya hidup juga bisa menyentuh sisi sosial.

Bagi fans sepak bola, ini tentu jadi cara baru untuk mendekatkan diri dengan klub idola. Tapi bagi siapa pun, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tidur semalam pun bisa jadi bentuk kebaikan.