Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernahkah kamu mengalami atau mendengar tentang keluarnya cairan putih seperti ASI dari puting, padahal tidak sedang hamil atau menyusui? Dilansir dari Mayoclinic.com, kondisi ini dikenal sebagai galaktorea, dan meski jarang dibicarakan, cukup banyak perempuan yang mengalaminya tanpa sadar. Galaktorea bukanlah penyakit, tetapi gejala dari perubahan hormon atau masalah kesehatan tertentu. Menariknya, mencari penyebab pasti galaktorea bisa cukup menantang, karena faktor pemicunya sangat beragam.
Apa Itu Galaktorea?
Galaktorea adalah kondisi ketika cairan menyerupai ASI keluar dari puting secara spontan atau saat payudara ditekan, padahal seseorang tidak sedang hamil atau menyusui. Kondisi ini sering berkaitan dengan kadar hormon prolaktin yang tinggi, yaitu hormon yang merangsang produksi ASI.
Namun, penyebabnya tidak selalu sesederhana itu. Stres, penggunaan obat tertentu, hingga masalah pada kelenjar pituitari di otak juga dapat memicunya. Karena banyaknya kemungkinan, menemukan penyebab pasti galaktorea bisa cukup sulit.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Galaktorea?
Untuk mengetahui penyebab galaktorea, tenaga kesehatan biasanya melakukan beberapa langkah pemeriksaan berikut:
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan memeriksa payudara dengan lembut, termasuk mencoba mengeluarkan cairan dari puting serta meraba apakah ada benjolan atau area yang mengeras.
2. Tes Darah
Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar prolaktin. Jika hasilnya tinggi, dokter juga dapat memeriksa kadar hormon tiroid (TSH) untuk mengetahui apakah masalahnya terkait hipotiroidisme.
3. Tes Kehamilan
Kehamilan harus disingkirkan sebagai kemungkinan penyebab keluar cairan dari puting.
4. Pemeriksaan Pencitraan (Mammografi atau USG)
Jika ditemukan benjolan atau perubahan mencurigakan pada payudara, mammografi atau USG dapat membantu memberikan gambaran lebih jelas.
5. MRI Otak
Jika kadar prolaktin sangat tinggi, MRI otak dapat dilakukan untuk memastikan apakah terdapat masalah pada kelenjar pituitari, seperti tumor kecil bernama prolaktinoma.
Cara Mengatasi Galaktorea
Penanganan galaktorea akan disesuaikan dengan penyebab utamanya. Berikut beberapa kemungkinan pengobatan:
1. Pengaruh Obat-Obatan
Jika galaktorea disebabkan oleh obat tertentu, dokter dapat menghentikan obat tersebut, menurunkan dosis, atau menggantinya. Namun, perubahan obat tidak boleh dilakukan tanpa arahan tenaga kesehatan.
2. Hipotiroidisme
Jika penyebabnya adalah kelenjar tiroid yang kurang aktif, dokter dapat memberikan terapi pengganti hormon tiroid, seperti levothyroxine. Ini membantu hormon tubuh kembali seimbang dan gejala galaktorea mereda.
3. Prolaktinoma (Tumor Pituitari)
Penanganan bisa berupa pemberian obat untuk mengecilkan tumor, atau tindakan operasi jika diperlukan. Banyak kasus prolaktinoma dapat membaik hanya dengan pengobatan.
4. Penyebab Tidak Diketahui
Kadang, meski sudah dilakukan berbagai pemeriksaan, penyebab galaktorea tetap tidak ditemukan. Jika cairan dari puting terasa mengganggu, dokter bisa memberikan obat seperti bromocriptine dan cabergoline, obat-obatan ini membantu menurunkan kadar prolaktin dan mengurangi atau menghentikan galaktorea. Efek samping yang mungkin muncul meliputi mual, pusing, atau sakit kepala.
Kapan Harus ke Dokter?
Sahabat Fimela, segerakanlah periksa ke dokter apabila cairan keluar hanya dari satu payudara.Cairan berwarna darah atau kekuningan. Terdapat benjolan atau perubahan pada kulit payudara. Dengan kamu mengabaikan galaktorea bisa membuat kondisi tertentu tidak terdeteksi sejak dini, terutama jika terkait hormon atau tumor.