Fimela.com, Jakarta Momen ketika badan anak tiba-tiba terasa hangat dan mulai rewel bisa membuat orang tua langsung cemas. Apalagi kalau demamnya datang saat malam hari, ketika klinik sudah tutup dan pilihan obat terasa terbatas. Meski begitu, sebagian besar demam sebenarnya bisa ditangani di rumah dengan langkah-langkah sederhana selama orang tua tahu apa yang harus dilakukan.
Melansir laman www.vinmec.com demam pada anak terjadi ketika suhu tubuh mereka melebihi 37,5 derajat celsius. Pengukuran bisa dilakukan melalui mulut, ketiak, dahi, telinga, atau anus menggunakan termometer. Kondisi ini biasanya dipicu oleh infeksi virus atau bakteri, penyakit saluran pernapasan, gangguan pencernaan seperti enteritis, hingga reaksi setelah imunisasi atau tumbuh gigi pada bayi.
Berbeda dengan orang dewasa, anak yang demam cenderung tampak lebih lemah, berkeringat, dan kehilangan nafsu makan. Mereka juga bisa menjadi lebih rewel atau justru mengantuk berkepanjangan. Pada bayi, demam tinggi menjadi kondisi yang harus diwaspadai karena dapat memicu kejang. Karena itu, memahami cara menangani demam dengan tepat di rumah sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Pentingnya pakaian sejuk, asupan cairan, dan nutrisi pendukung
Salah satu cara cepat menurunkan demam adalah dengan mengompres hangat menggunakan handuk bersih. Cara ini membantu melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh anak lebih nyaman. Fokuskan kompres pada area dahi, ketiak, dan lipat paha. Mandi sebaiknya dihindari dulu, cukup lap tubuhnya secara perlahan.Selain itu, pastikan anak memakai pakaian yang longgar dan tipis. Meski sering merasa kedinginan saat demam, memakaikan pakaian tebal justru menghambat pelepasan panas tubuh. Biarkan tubuh mereka tetap sejuk agar suhu bisa turun lebih cepat.
Pemberian cairan juga tidak boleh dilupakan. Anak yang demam mudah kehilangan cairan, sehingga perlu minum lebih banyak dari biasanya. Jika mereka sulit minum air putih, orang tua bisa memberikan ASI, susu, atau makanan berkuah agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Untuk membantu proses pemulihan, berikan juga makanan atau buah kaya vitamin C seperti jeruk, lemon, atau jambu. Nutrisi ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar anak lebih cepat pulih. Jika memungkinkan, tambahkan pula makanan tinggi kalsium dari sayur atau ikan untuk mendukung kekuatan tubuh mereka selama sakit.
Penggunaan obat dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai
Obat penurun panas dapat diberikan bila suhu anak terus naik hingga mendekati 40 derajat Celsius. Pilih obat sesuai usia dan berat badan, serta ikuti dosis yang tertera pada kemasan. Namun, tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memberi obat untuk memastikan keamanannya.
Saat merawat anak di rumah, ada beberapa hal penting yang harus dihindari. Jangan menggunakan kompres es atau air dingin karena justru dapat memicu menggigil dan memperburuk kondisi. Hindari menggabungkan banyak jenis obat penurun panas sekaligus. Teknik yang tidak terbukti, seperti mengetes lemon atau ramuan tradisional tertentu, juga sebaiknya tidak dilakukan.
Bila demam tidak membaik dalam 24–48 jam meski sudah dilakukan perawatan di rumah, segera bawa anak ke dokter. Begitu pula jika mereka tampak sangat lemas, sulit minum, mengalami kejang, atau menunjukkan tanda bahaya lainnya. Penanganan cepat akan membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa