Stimulasi Ringan untuk Anak 1 Tahun agar Belajar Fokus Sejak Dini

Alyaa Hasna HunafaDiterbitkan 29 Januari 2026, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di usia 1 tahun, anak sedang aktif-aktifnya bergerak, penasaran dengan banyak hal, dan mudah terdistraksi. Wajar kalau orang tua sering merasa anak sulit fokus, apalagi saat diajak bermain atau belajar. Padahal, di fase ini justru stimulasi ringan yang konsisten bisa membantu anak mulai mengenal fokus secara alami. Proses ini memang butuh waktu dan tidak bisa instan.

Melansir laman dayearlylearning.org fokus pada anak 1 tahun tidak berarti duduk diam lama atau mengikuti instruksi rumit. Fokus di usia ini lebih ke kemampuan anak memperhatikan satu aktivitas dalam waktu singkat. Kabar baiknya, kemampuan ini bisa dilatih lewat kegiatan sederhana yang dekat dengan keseharian. Bermain tetap menjadi cara belajar utama bagi anak di usia ini.

Salah satu aktivitas stimulasi seru adalah menari dan berhenti mengikuti musik. Putar lagu favorit anak, ajak ia bergerak, lalu hentikan musik secara tiba-tiba. Tunjukkan cara berhenti saat musik berhenti dan bergerak lagi saat musik diputar. Aktivitas ini membantu anak belajar mendengar, memperhatikan, dan merespons dengan fokus. Lakukan beberapa kali agar anak terbiasa menunggu dan mengikuti isyarat.

Aktivitas lain yang mudah dilakukan di rumah adalah coret-coret dengan krayon besar. Tempelkan kertas di meja makan, nampan, atau lantai, lalu biarkan anak mencoret sesukanya. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini melatih konsentrasi, koordinasi tangan, dan membuat anak fokus pada satu aktivitas. Pilih krayon khusus anak agar lebih aman dan mudah digenggam.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Stimulasi motorik dan fokus lewat permainan sederhana

Berbagai permainan sederhana untuk melatih konsentrasi anak. (foto: pressfoto/freepik)

Waktu mandi juga bisa jadi momen stimulasi yang menyenangkan. Saat mandi, ajak anak menunjuk atau menyentuh bagian tubuh seperti hidung, perut, atau kaki. Setelah itu, lakukan hal yang sama pada boneka. Selain melatih fokus, kegiatan ini juga membantu anak mengenal tubuh dan belajar lewat bermain. Anak biasanya lebih responsif karena suasananya santai.

Untuk melatih koordinasi mata dan tangan, orang tua bisa mencoba memindahkan bola kertas ke wadah. Sediakan dua wadah dan beberapa bola dari kertas, lalu biarkan anak memindahkannya satu per satu. Anak akan belajar fokus menyelesaikan satu tugas kecil dengan caranya sendiri. Tidak perlu menargetkan hasil sempurna, yang penting prosesnya.

Permainan sederhana lain yang bermanfaat adalah mengeluarkan dan memasukkan benda, seperti syal atau kain kecil dari kotak tisu. Anak biasanya akan tertarik mengulang aktivitas ini berkali-kali. Pengulangan ini membantu anak belajar berkonsentrasi dan memahami sebab-akibat. Pastikan benda yang digunakan aman dan tidak mudah tertelan.

3 dari 3 halaman

Melatih fokus lewat interaksi dan eksplorasi

Stimulasi ringan tidak harus rumit dan mahal. (foto: jcomp/freepik)

Saat membaca buku, ajak anak berinteraksi dengan bertanya sederhana seperti, “Mana kucingnya?” atau “Mana bola?” Biarkan anak menunjuk gambar yang dimaksud. Aktivitas ini melatih fokus visual sekaligus memperkuat kebiasaan membaca sejak dini. Pilih buku bergambar besar dengan warna kontras agar anak lebih tertarik.

Tak kalah seru, ajak anak bermain mencari harta karun kecil saat berjalan santai di sekitar rumah. Biarkan ia mengumpulkan daun, batu kecil, atau benda aman lainnya ke dalam wadah. Kegiatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus melatih fokus pada lingkungan sekitar. Anak juga belajar memperhatikan detail sederhana di sekitarnya.

Pada akhirnya, stimulasi ringan untuk anak 1 tahun tidak harus rumit atau mahal. Lewat aktivitas sederhana yang dilakukan rutin dan penuh interaksi, anak bisa belajar fokus sedikit demi sedikit. Yang terpenting, orang tua hadir, sabar, dan menikmati setiap proses tumbuh kembang si kecil. Momen kecil inilah yang nantinya jadi pondasi besar bagi perkembangan anak.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa