Fimela.com, Jakarta - Ghosting menjadi salah satu sikap yang sering terjadi dalam hubungan, baik pertemanan maupun percintaan. Sikap ini ditandai dengan menghilangnya seseorang secara tiba-tiba tanpa penjelasan, membuat pihak yang ditinggalkan merasa bingung, terluka, dan mempertanyakan diri sendiri. Tidak sedikit orang yang kehilangan kepercayaan diri akibat perlakuan tersebut.
Ketika mengalami ghosting, wajar jika muncul perasaan sedih, marah, atau kecewa. Namun, terlalu larut dalam emosi negatif justru dapat menggerus harga diri dan membuat kita menyalahkan diri sendiri. Padahal, ghosting sering kali lebih mencerminkan ketidakdewasaan emosional pihak yang menghilang, bukan kesalahan kita sepenuhnya.
Menghadapi ghosting dengan cara yang tepat sangat penting agar kesehatan emosional tetap terjaga. Dengan sikap yang lebih bijak dan penuh penghargaan terhadap diri sendiri, ghosting bisa dihadapi tanpa harus kehilangan harga diri atau rasa percaya diri.
Terima Kenyataan dan Hentikan Mencari Jawaban
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa seseorang telah memilih untuk menghilang. Terus-menerus mencari alasan atau memaksa mendapatkan penjelasan justru dapat memperpanjang luka. Tidak semua pertanyaan memiliki jawaban, dan menerima hal tersebut adalah bagian dari proses penyembuhan.
Melepaskan kebutuhan akan penjelasan membantu pikiran menjadi lebih tenang.
Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Ghosting sering membuat seseorang merasa tidak cukup baik atau kurang berharga. Penting untuk diingat bahwa keputusan seseorang untuk menghilang adalah tanggung jawabnya sendiri. Menyalahkan diri hanya akan merusak kepercayaan diri dan memperparah rasa sakit.
Fokuslah pada nilai diri dan kualitas positif yang kamu miliki.
Batasi Kontak dan Hindari Mengecek Terus-Menerus
Menghindari kontak, termasuk mengecek media sosial orang yang melakukan ghosting, dapat membantu proses pemulihan. Terus memantau hanya akan membuka kembali luka dan menghambat penyembuhan emosional.
Memberi jarak adalah bentuk menjaga diri, bukan tanda kelemahan..
Alihkan Perhatian ke Hal Positif
Mengisi waktu dengan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat membantu mengalihkan pikiran dari rasa kecewa. Fokus pada hobi, pekerjaan, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang yang menghargai kehadiranmu.
Kegiatan positif membantu memulihkan energi emosional dan kepercayaan diri.
Mengisi waktu dengan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat membantu mengalihkan pikiran dari rasa kecewa. Fokus pada hobi, pekerjaan, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang yang menghargai kehadiranmu.
Kegiatan positif membantu memulihkan energi emosional dan kepercayaan diri.