Mengenali Tanda Child Grooming Sejak Dini: Pola Perilaku Pelaku dan Cara Melindungi Anak

Hilda IrachDiterbitkan 12 Januari 2026, 15:32 WIB

ringkasan

  • Child grooming adalah proses manipulatif yang membangun kepercayaan untuk eksploitasi.
  • Ada lima tahapan grooming yang perlu dikenali oleh orang tua.
  • Pendidikan dan komunikasi terbuka adalah kunci untuk melindungi anak dari grooming.

Fimela.com, Jakarta - Child grooming adalah proses manipulatif yang dilakukan oleh pelaku untuk membangun kepercayaan dengan anak, seringkali sebagai persiapan untuk pelecehan seksual. Proses ini bisa terjadi secara langsung maupun daring. Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk mengenali tanda-tanda child grooming agar dapat melindungi anak-anak mereka dengan lebih baik.

Pelaku grooming mengikuti tahapan yang terencana untuk mencapai tujuan mereka. Menurut Dr. Elizabeth L. Jeglic, ada lima tahapan grooming yang perlu diketahui. Pertama, pemilihan korban, di mana pelaku memilih anak yang rentan secara psikologis atau lingkungan. Kedua, mendapatkan akses dan mengisolasi anak dari orang-orang terdekatnya. Ketiga, membangun kepercayaan dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Keempat, desensitisasi terhadap konten seksual dan kontak fisik yang tidak pantas. Terakhir, pemeliharaan pasca-pelecehan untuk mencegah anak menceritakan kejadian tersebut.

Selain tahapan, ada juga taktik umum yang sering digunakan pelaku grooming. Mereka memberikan perhatian berlebihan, mencari privasi, melanggar batasan fisik, dan mendorong anak untuk menyimpan rahasia. Taktik ini bertujuan untuk menciptakan ikatan emosional yang tidak sehat antara pelaku dan anak.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Tanda-tanda pada Anak

Mengenali tanda-tanda grooming pada anak bisa sulit, namun ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan. Perubahan perilaku seperti menjadi lebih tertutup atau menunjukkan agresivitas bisa menjadi sinyal. Anak juga mungkin menunjukkan kerahasiaan berlebihan tentang aktivitas mereka, terutama yang berkaitan dengan dunia daring.

Selain itu, jika anak tiba-tiba memiliki barang baru yang tidak dapat dijelaskan asalnya, atau menunjukkan ketertarikan yang tidak biasa pada orang dewasa tertentu, ini bisa menjadi tanda peringatan. Perubahan dalam komunikasi, seperti menggunakan bahasa seksual yang tidak biasa, juga perlu diwaspadai.

3 dari 4 halaman

Cara Melindungi Anak

Melindungi anak dari grooming memerlukan pendekatan proaktif. Pertama, orang tua harus memulai diskusi tentang batasan tubuh dan sentuhan yang pantas sejak usia dini. Ciptakan jalur komunikasi yang aman agar anak merasa nyaman berbicara tentang apa pun tanpa takut dihukum.

Selain itu, penting untuk terlibat dalam dunia daring anak. Ketahui dengan siapa mereka bersosialisasi dan periksa pengaturan privasi mereka. Ajarkan anak tentang perilaku daring yang aman dan pentingnya melaporkan perilaku mencurigakan kepada orang dewasa.

4 dari 4 halaman

Tanggapan Ahli

Para ahli menekankan pentingnya pemahaman dan tindakan proaktif dalam menghadapi child grooming. Dr. Elizabeth L. Jeglic menjelaskan bahwa pelaku grooming seringkali menargetkan anak-anak yang rentan. Oleh karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Dengan memahami tanda-tanda dan pola perilaku pelaku grooming, orang tua dapat lebih waspada dan melindungi anak-anak mereka dari potensi bahaya. Ingatlah, pencegahan adalah kunci untuk menjaga anak-anak kita aman dari praktik grooming yang merugikan.