Fimela.com, Jakarta - Berbalut semangat sehat sekaligus kecintaan pada negeri POCARI SWEAT Run 2026 kembali hadir membawa warna biru ke dua kota istimewa di Indonesia. Tak sekadar ajang lari, event tahunan ini menjadi bukti bahwa olahraga bisa berpadu harmonis dengan pariwisata, budaya, dan energi positif generasi masa kini.
Memasuki penyelenggaraan ke-13, POCARI SWEAT Run 2026 akan digelar secara hybrid di Lombok dan Bandung. Pilihan dua destinasi ini bukan tanpa alasan. Selain menawarkan lanskap yang memesona, keduanya juga merepresentasikan kekayaan alam dan kreativitas Indonesia yang terus berkembang. Event ini sekaligus menjadi upaya nyata mendorong sport tourism nasional agar semakin dikenal, baik oleh pelari dalam negeri maupun mancanegara.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI menegaskan bahwa tingkat partisipasi olahraga masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Karena itu, kehadiran event seperti POCARI SWEAT Run diharapkan mampu menginspirasi kamu dan jutaan masyarakat lain untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif dan sehat. Apalagi, event ini mampu menarik pelari dari berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Lombok menjadi Kota Pertama dan Bandung sebagai Penutup
Rangkaian POCARI SWEAT Run 2026 akan dibuka lewat POCARI SWEAT Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli di Pertamina Mandalika International Circuit. Kamu bisa memilih jarak lari sesuai kemampuan, mulai dari 4.3K satu putaran sirkuit, 10K, Half Marathon, hingga Marathon. Berlari di lintasan sirkuit internasional dengan latar matahari terbit dan terbenam tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Puncak rangkaian akan berlangsung di POCARI SWEAT Run Bandung 2026 pada 19–20 September. Fokus pada kategori 10K dan Half Marathon, event ini mengambil start dan finish di Kota Bandung, sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Bandung. Udara yang relatif sejuk dan rute ikonik kota kreatif ini siap menemani setiap langkahmu.
POCARI SWEAT Run yang Konsisten dan Bertumbuh
Selama 12 tahun terakhir, POCARI SWEAT Run menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan mengesankan. Dari hanya 5.000 pelari di tahun 2014, jumlah peserta melonjak hingga lebih dari 55 ribu pelari pada 2025. Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menyebut bahwa perubahan jadwal dengan memulai lomba di Lombok dilakukan agar pelari mendapatkan kondisi cuaca yang lebih nyaman, sebelum ditutup meriah di Bandung.
Kolaborasi untuk Sport Tourism Berkelanjutan
Wakil Menteri Pariwisata RI menilai kolaborasi antara sektor swasta dan destinasi unggulan seperti Lombok dan Bandung sebagai contoh pengembangan sport tourism yang berkelanjutan. Event ini tak hanya menjadi magnet bagi pelari, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
Hal senada disampaikan Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Ia melihat dominasi anak muda dalam event ini sebagai energi positif, sekaligus mengajak para pelari untuk mempromosikan keindahan kota dan budaya Indonesia melalui media sosial. Cara keren untuk mencintai negeri, bukan?
Di Lombok, kamu akan merasakan sensasi berlari di tengah nuansa budaya Sasak, keramahan warga lokal, serta panorama alam yang menenangkan. Sementara di Bandung, rute lari akan mengajakmu menyusuri sudut-sudut kota yang kreatif dan penuh karakter, ditemani dukungan hangat komunitas lokal.
Dengan dukungan berbagai kementerian, pemerintah daerah, dan sponsor, POCARI SWEAT Run 2026 siap kembali menjadi motor penggerak sport tourism Indonesia. Pendaftaran akan dibuka dalam waktu dekat: Lombok pada 26 Januari dan Bandung pada 2 Februari. Jadi, kalau kamu ingin merasakan pengalaman lari yang bukan sekadar olahraga, tapi juga perjalanan penuh makna, jangan sampai ketinggalan ya.