Sukses

Info

Kapan Harus Ekstra Waspada yang Perlu Diwaspadai Ketika Hujan Terus Menerus

ringkasan

  • Hujan terus menerus meningkatkan risiko kecelakaan berkendara karena jalan licin, visibilitas rendah, dan potensi hydroplaning.
  • Curah hujan tinggi dapat memicu bencana alam seperti banjir bandang dan badai petir yang membahayakan jiwa dan properti.
  • Tindakan pencegahan meliputi mengurangi kecepatan saat mengemudi, menjaga jarak aman, serta mengamankan lingkungan rumah dari potensi bahaya.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, musim hujan seringkali membawa berkah sekaligus potensi bahaya. Curah hujan yang terus menerus dapat menciptakan berbagai kondisi ekstrem. Kita semua perlu memahami risiko dan mengambil langkah antisipasi yang tepat.

Kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan, terutama saat hujan baru dimulai setelah periode kering. Kondisi ini membuat jalanan menjadi sangat licin karena campuran minyak, gemuk, dan debu. Selain itu, visibilitas akan berkurang drastis, meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang perlu diwaspadai ketika hujan terus menerus. Mari kita telaah lebih dalam mengenai bahaya spesifik serta tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan. Dengan demikian, kita dapat menjaga diri dan orang-orang terkasih tetap aman.

Bahaya Tersembunyi di Balik Hujan Deras

Salah satu kondisi paling berbahaya adalah jalanan yang sangat licin di awal hujan. Air yang bercampur dengan minyak, gemuk, dan debu di permukaan jalan sangat mengurangi traksi ban. Fenomena ini seringkali mengejutkan pengemudi yang kurang waspada.

Visibilitas yang berkurang juga menjadi ancaman serius saat hujan lebat. Tetesan air hujan pada kaca depan dapat membiaskan dan mendistorsi cahaya. Ini mengaburkan pandangan pengemudi terhadap jalan, kendaraan lain, dan pejalan kaki.

Hydroplaning adalah kondisi ketika kendaraan meluncur tak terkendali di permukaan basah. Ini terjadi saat ban kendaraan melaju di atas lapisan tipis air, bukan bersentuhan langsung dengan jalan. Bahkan lapisan air tipis pun bisa menyebabkan hydroplaning, terutama jika kecepatan kendaraan tinggi.

Hujan lebat tidak hanya menyebabkan jalan licin, tetapi juga genangan air lokal yang signifikan. Kondisi ini bisa memicu fluktuasi ketinggian air dan aliran air yang cepat. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan pun berisiko mengalami kerusakan serius.

Ancaman Bencana Alam Akibat Curah Hujan Tinggi

Curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana alam seperti banjir bandang. Banjir bandang terjadi secara tiba-tiba, seringkali dalam beberapa jam setelah hujan lebat ekstrem. Tanda-tanda awalnya meliputi hujan intens, suara gemuruh air, dan peningkatan cepat ketinggian air sungai.

Penting untuk diingat bahwa hanya 30 cm air yang bergerak sudah mampu mengapungkan mobil. Bahkan 6 inci air bergerak dapat menjatuhkan seseorang. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba melewati genangan air yang tidak diketahui kedalamannya.

Badai petir juga merupakan ancaman serius yang sering menyertai hujan deras. Kilat yang dihasilkan badai petir sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Badai ini juga sering membawa angin kencang yang merobohkan pohon dan jalur listrik.

Selain badai petir, angin kencang juga patut diwaspadai, terutama di area terbuka atau jembatan layang. Angin kencang dapat mengganggu stabilitas kendaraan, khususnya truk besar dan kendaraan rekreasi. Benda-benda luar ruangan yang tidak terpasang kuat juga berisiko terbawa angin.

Kiat Aman Menghadapi Hujan Terus Menerus

Saat mengemudi dalam kondisi hujan, selalu perlambat kecepatan Anda hingga sepertiga dari biasanya. Berikan jarak aman yang lebih jauh antara kendaraan Anda dan kendaraan di depan. Nyalakan lampu depan agar visibilitas lebih baik dan Anda mudah terlihat oleh pengendara lain.

Hindari gerakan mendadak seperti pengereman atau akselerasi tiba-tiba. Jangan pernah menggunakan fitur cruise control saat jalan basah. Jika Anda merasa sulit mengendalikan kendaraan atau visibilitas sangat buruk, menepilah di tempat aman dan tunggu cuaca membaik.

Di rumah, pastikan Anda selalu memantau peringatan cuaca dari pihak berwenang. Jauhi saluran air, parit drainase, dan gorong-gorong saat hujan lebat. Amankan semua furnitur atau benda luar ruangan yang berpotensi tertiup angin kencang.

Periksa talang air dan saluran pembuangan di depan rumah agar tidak tersumbat oleh puing-puing. Selama badai petir, hindari kontak dengan air dan peralatan elektronik. Kilat dapat merambat melalui pipa air dan jalur telepon, jadi berhati-hatilah. Dengan kewaspadaan ini, kita dapat menghadapi hujan terus menerus dengan lebih aman.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading